Entri utama baru yang sangat dinantikan dari seri Silent Hill, berjudul Silent Hill f, dijadwalkan rilis pada 25 September untuk PS5, XBOX Series, dan PC. Meskipun game ini akan mengambil gaya yang berbeda dari judul-judul sebelumnya, kembali sepenuhnya ke akar horor Jepangnya, game ini juga akan mengubah hal-hal dalam hal gameplay.
Produser seri Silent Hill, Motoi Okamoto, dan sutradara Silent Hill f, Al Yang, baru-baru ini berbincang dengan Game*Spark tentang alasan mereka memutuskan untuk beralih ke gameplay yang lebih berfokus pada aksi dalam judul baru ini.
Okamoto menjelaskan bahwa, meskipun tujuannya untuk remake Silent Hill 2 adalah mempertahankan daya tarik aslinya, ia ingin mengambil pendekatan yang berbeda dengan Silent Hill f.
“Menambahkan gameplay action yang lebih menghibur dan mendebarkan ke dalam Silent Hill f adalah ide yang sudah saya miliki sejak tahap awal pengembangan. Dan, karena NeoBards Entertainment adalah perusahaan yang sangat ahli dalam membuat game aksi, ini juga salah satu alasan kami memilih mereka sebagai pengembang.”

Okamoto menjelaskan bahwa, dengan Silent Hill f, timnya bertujuan untuk menciptakan game yang juga menarik bagi generasi muda, itulah sebabnya mereka memutuskan untuk menjadikan aksi sebagai salah satu daya tarik utama game.
“Seri Silent Hill tidak dianggap sebagai game yang memiliki daya tarik pada gameplay actionnya, tetapi seiring kami membuka pintu bagi pemain baru, kami mulai membayangkan seperti apa jadinya jika kami menambahkan lebih banyak elemen tersebut ke dalam game. Game action yang menantang semakin populer di kalangan pemain muda saat ini, jadi saya yakin jika kami menerapkan elemen-elemen tersebut ke dalam game, game ini akan diterima dengan baik bahkan oleh orang-orang yang baru mengenal seri ini,” ujarnya.
Yang menambahkan bahwa alasan lain untuk menekankan aksi adalah untuk menghindari pembuatan “klon” dari game-game Silent Hill sebelumnya.
“Kami tidak ingin terus-menerus membuat ulang Silent Hill 2, dan kami sadar bahwa tidak ada alasan untuk terus-menerus membuat kloningannya. Jadi, untuk menghindari pengulangan apa yang dilakukan oleh judul-judul besar sebelumnya, kami memutuskan untuk membuat aksinya lebih menonjol.”

Terkait hal ini, preview Silent Hill f yang baru-baru ini dirilis telah memicu beragam pendapat, karena beberapa pemain mengungkapkan kekhawatiran atas pertarungan yang terkesan “berjiwa” dan penambahan mekanik seperti degradasi senjata.
Di sisi lain, karena banyak preview yang telah kita lihat sejauh ini tidak menampilkan konten yang dapat dibocorkan seperti eksplorasi dan teka-teki, hal inilah yang mungkin membuat fokus game pada aksi terasa lebih menonjol daripada yang sebenarnya. Menjelang tanggal rilis game dan informasi baru yang tersedia, semoga kita mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana Konami dan NeoBard menyeimbangkan cerita dan action.















Discussion about this post