Kadokawa baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi SOZO Pte Ltd yang berbasis di Singapura, perusahaan di balik Anime Festival Asia (AFA) — event anime terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga: Rekomendasi Game RPG Yang Cocok Untuk Pemula: Dari JRPG, Action RPG, Hingga Open World
Dengan menjadikan SOZO sebagai anak perusahaan konsolidasi, Kadokawa bertujuan untuk “memperkuat bisnis event dunia nyata dan direct-to-consumer (D2C)” serta meningkatkan pengenalan perusahaan.
Dalam upayanya memperluas jangkauan konten Jepang dan IP mereka ke pasar global, Kadokawa memang telah melakukan berbagai langkah ekspansi, dan akuisisi SOZO tampaknya menjadi bagian dari misi tersebut.
Didirikan pada tahun 2008, AFA adalah event tahunan yang diselenggarakan di berbagai negara Asia Tenggara dengan total kumulatif sekitar 3 juta pengunjung. AFA Singapore 2025 tahun ini berlangsung di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre dari 28 hingga 30 November, menampilkan berbagai pameran korporat dan komunitas, talk show bersama pengisi suara, sutradara, serta staf industri anime lainnya, hingga konser musik live.

Selain AFA, Kadokawa berencana menggelar sejumlah event anime berskala besar seperti konser musik bertema anime dan event yang berfokus pada IP mereka. Mereka juga akan meningkatkan upaya untuk mengembangkan talenta kreator dan artis di platform berbagi video mereka, NicoNico, yang saat ini sedang pulih setelah serangan siber pada Juni lalu serta penurunan pelanggan berbayar akibat pembatasan kartu kredit dan penghapusan konten dewasa.
Kadokawa berniat menampilkan kreator NicoNico di konser serta event live di luar negeri tersebut. Masuknya SOZO ke dalam Kadokawa Group merupakan bagian dari strategi ekspansi global perusahaan. Setelah mengakuisisi studio animasi Mushoku Tensei, Chiptune, awal tahun ini, Kadokawa mulai meningkatkan kualitas produksi anime mereka untuk menarik pasar global.
Baca Juga: JRPG Terbaik Sepanjang Masa Yang Mendefinisikan Generasinya dan Masih Berpengaruh Hari Ini
Divisi manga Kadokawa juga menunjukkan langkah internasional, di mana Wordless World Manga Contest tahun lalu dan World Manga Contest yang saat ini berlangsung menjadi wadah untuk mendorong terciptanya manga dari berbagai penjuru dunia.















Discussion about this post