Sebuah pengumuman kejutan datang dari Cygames untuk Granblue Fantasy, tidak ini bukan pengumuman end of service atau tamat seperti yang sedang ramai dibicarakan komunitas game sebelah, tapi pengumuman Granblue Fantasy akhirnya diumumkan untuk Steam.
Selama siaran langsung Granblue Fantasy Fes 2025 yang digelar pada 28 Desember, Cygames mengumumkan bahwa versi Steam dari game gacha legendaris tersebut sedang dalam pengembangan.
Granblue Fantasy dijadwalkan rilis secara global di platform tersebut pada 10 Maret 2026, tapi dengan satu catatan kecil, yaitu progress untuk versi Steam tidak dapat dihubungkan dengan akun yang sudah ada.
Pertama kali dirilis di Jepang pada 2014 untuk mobiles, dan browser, Granblue Fantasy merupakan RPG free-to-play yang sangat populer dan kemudian berkembang menjadi sebuah franchise multimedia besar.
Waralaba ini mencakup adaptasi anime dan manga, game fighting konsol Granblue Fantasy Versus: Rising, serta action RPG 3D Granblue Fantasy: Relink. Selain sistem pertarungan turn-based, raid co-op, dan cerita yang sepenuhnya diisi suara, daya tarik utama Granblue Fantasy juga terletak pada nama-nama besar di baliknya.
Komposer Final Fantasy, Nobuo Uematsu, terlibat dalam penggarapan musiknya, sementara posisi art director dipegang oleh Hideo Minaba, yang dikenal lewat kontribusinya di Final Fantasy V, VI, IX, dan XII.
Meski Granblue Fantasy sudah memiliki patch bahasa Inggris sejak 2016, game ini tidak pernah mendapatkan rilis resmi di wilayah Barat, sehingga cukup sulit diakses oleh pemain di luar Jepang.
Karena itu, pengumuman versi Steam ini menjadi kabar besar. Menurut Cygames, versi baru Granblue Fantasy telah dirombak ke dalam tampilan rasio 16:9, menggantikan orientasi vertikal yang digunakan pada versi mobile dan browser.

Menariknya, meskipun mendukung bahasa Inggris dan Jepang, rilis Steam ini tidak akan tersedia bagi pemain yang berada di Jepang. Hal penting lainnya, bagi pemain yang sudah memainkan versi mobile atau browser, akun dan data tidak dapat ditautkan maupun dipindahkan ke versi Steam.
Dengan kata lain, pemain harus memulai permainan dari awal, jadi bagaimana menurut kalian ? apakah kalian siap untuk nguli dan bertani lagi dari awal ? atau kalian lebih prefer bermain di browser saja ?















Discussion about this post