Produser waralaba Silent Hill, Motoi Okamoto, mengungkapkan bahwa Konami tidak memiliki “kitab suci” untuk waralaba Silent Hill.
Daftar Isi
Konami Tidak Ingin Luncurkan Terlalu Banyak Game Silent Hill: “Takut Pemain Kami Jenuh”
Berbicara dengan berbagai media yang menghadiri preview Silent Hill: Townfall, produser waralaba Silent Hill, Motoi Okamoto, dan direktur Screen Burn Interactive, Jon McKellan, membahas berbagai topik mengenai game dan waralaba tersebut secara keseluruhan.
Okamoto mengungkapkan bahwa Konami berada dalam “posisi yang beruntung” karena berbagai studio datang menawarkan ide game Silent Hill kepada mereka. Hal ini memungkinkan Konami untuk melihat semua ide yang ditawarkan dan, jika cukup bagus, mereka akan mencoba bermitra dengan studio-studio tersebut.
McKellan menjelaskan bagaimana Screen Burn Interactive memiliki gaya horor khas Inggris yang lebih tenang, tidak berlebihan, namun perlahan membangun rasa tidak nyaman melalui cerita maupun atmosfer (via GamerWK). Ciri khas inilah yang menarik perhatian Okamoto dan timnya ketika Screen Burn Interactive mengajukan ide game mereka.
Menurut Okamoto, Konami ingin setiap studio membawa ciri khasnya dan menjadikan ide yang diajukan sebagai “game Silent Hill“. Namun, dia mengakui bahwa Konami tidak dapat meluncurkan terlalu banyak game Silent Hill.
“Tetapi, tentu saja, kami tidak ingin membuat basis pemain jenuh dengan meluncurkan terlalu banyak game dalam waktu yang singkat,” ungkap Okamoto (via One More Game). “Jadi saat ini kami bertujuan untuk… ya, tujuan pribadi saya adalah untuk meluncurkan satu game per tahun.”
Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya “Kitab Suci” Silent Hill
Sementara itu, Okamoto mengatakan bahwa Konami tidak memiliki “kitab suci” internal atau pedoman alur cerita untuk waralaba Silent Hill. Hal ini memungkinkan berbagai studio untuk menafsirkan identitas Silent Hill dan “membangun kitab suci mereka sendiri”.
“Memberikan manual tebal dari pihak kami belum tentu akan sesuai dengan tim,” ungkap Okamoto (via PlayStation Blog). “Itulah mengapa kami meminta setiap tim pengembang yang berkolaborasi dengan kami untuk melalui proses penemuan pribadi tersebut.”
Menurut Okamoto, selama game tersebut memiliki narasi horor psikologis yang kuat, studio yang bermitra dengan Konami dapat memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan game Silent Hill mereka.
“Saya pikir identitas inti yang harus kita hargai untuk Silent Hill adalah bahwa kita memiliki narasi horor psikologis yang kuat, dan selama itu tetap utuh, kami merasa bahwa kami dapat lebih liberal dan eksperimental dengan jenis gameplay yang kami ambil,” ujar Okamoto (via Eurogamer).
“Jadi saya pikir itu sangat jelas terlihat dalam bagaimana Silent Hill 2, Silent Hill f tahun lalu, dan tentu saja, Silent Hill: Townfall, semuanya merupakan pengalaman gameplay yang sangat berbeda. Kami merasa bahwa selama kami mempertahankan inti narasi tetap utuh, ada banyak ruang untuk terus mengubah gaya gameplay.”
Okamoto menambahkan bahwa latar Skotlandia tahun 1990-an di Silent Hill: Townfall adalah untuk “memadukan beragam budaya dan perspektif regional untuk menghadirkan pengalaman horor yang segar dan inovatif”.
Di sisi lain, McKellan mendukung pernyataan Okamoto bahwa Screen Burn Interactive sebagian besar diberi kebebasan penuh atas Silent Hill: Townfall, dengan pengawasan dari Konami dan Annapurna Interactive yang difokuskan untuk memastikan game tersebut tidak menyimpang jauh dari identitas Silent Hill.
“Kami fokus sepenuhnya pada sebagian besar proyek ini. Bahkan sejak teaser pertama pada tahun 2022 ketika semua game diumumkan bersamaan, bekerja sama dengan tim ini selalu mudah,” ungkap McKellan (via GameSpot).
“Kami selalu diberi kebebasan untuk berkreasi, bisa dibilang begitu. Kami telah membahas cerita, nuansa, dan tujuan game yang kami miliki, dan tim ini memastikan bahwa tidak ada yang terlalu tumpang tindih atau saling melengkapi.”
McKellan melanjutkan, “Kami tidak terhubung dengan Silent Hill 2, Silent Hill 4—kami tidak terlibat atau mengetahui apa yang sedang terjadi. Kami hanya memastikan bahwa kami fokus pada game kami dan mempercayai tim ini untuk menyampaikan kekhawatiran jika ada hal yang tidak saling melengkapi atau terlalu tumpang tindih.”
McKellan menambahkan, “Secara keseluruhan, rasanya ini memberi kami kebebasan kreatif untuk melakukan apa yang kami lakukan, dan mengetahui ada sedikit pengawasan di sana untuk memastikan kami tidak secara tidak sengaja membuat cerita yang sama dengan yang lain, mengingat kami semua mengambil referensi dari sumber yang sama.”
Screen Burn Ingin Silent Hill: Townfall Dibicarakan Orang-orang 20 Tahun Kemudian
Menurut McKellan, Screen Burn Interactive ingin memberikan pemain jumlah cerita yang tepat untuk Silent Hill: Townfall. Dengan mempertahankan suasana misteri dan ambiguitas, hal itu akan menciptakan landasan bagi orang-orang untuk mendiskusikan tema dan alur cerita game tersebut selama bertahun-tahun mendatang.
“Ini sulit—keseimbangan yang benar-benar sulit—dan Anda tidak akan tahu sampai Anda meluncurkannya, Anda tahu? Seperti, kita tidak akan pernah bisa melupakan apa yang telah kita lihat dan melupakan apa yang kita ketahui, jadi kami pikir kami telah mencapai keseimbangan untuk tidak pernah terlalu eksplisit, tidak pernah memberi orang jawaban kanonik yang sebenarnya, seperti masih ada cukup ambiguitas di sana untuk membuat orang ingin menggali lebih dalam,” ujar McKellan (via GameSpot).
“Silent Hill 2 adalah game yang masih menjadi bahan teori orang-orang 20 tahun kemudian. Kami ingin berada di kubu itu.”
McKellan melanjutkan, “Dan jika kita melakukan itu, jika kita terlalu eksplisit, kita akan kehilangan itu, dan jika kita tidak cukup melakukannya, tidak ada yang akan peduli. Jadi, ini garis yang sulit untuk dilalui, tetapi, ya, kami hanya melakukan yang terbaik yang kami bisa untuk mencoba dan menyeimbangkan hal itu.”
Butuh 10-14 Jam untuk Ditamatkan, Silent Hill: Townfall Ternyata Punya 5 Ending!
Menariknya, McKellan mengungkapkan bahwa Silent Hill Townfall akan memiliki lima ending, termasuk ending rahasia yang “diharapkan”.
“Silent Hill: Townfall menampilkan lima ending, termasuk jenis ending rahasia yang disukai dan diharapkan oleh para pemain,” ungkap McKellan (via One More Game). “Ada tiga ending utama untuk cerita dan dua ending rahasia.”
Menurut McKellan, tidak satu pun dari ending ini akan dicapai dengan pilihan “A-B” sederhana.
“Tiga ending utama dapat dicapai dalam playthrough pertama Anda,” ujar McKellan. “Anda tidak perlu bermain untuk mendapatkan satu ending dan membuka ending lainnya.”
McKellan menambahkan bahwa perilaku pemain benar-benar memengaruhi pengalaman bermain mereka. Oleh karena itu, pendekatan yang sama diterapkan untuk Silent Hill: Townfall.
“Pilihan yang Anda buat sebagai pemain sepanjang game ini akan menentukan akhir cerita, dan seharusnya terasa bahwa akhir cerita tersebut sangat sesuai dengan pengalaman yang Anda alami,” kata McKellan.
“Tujuannya adalah agar pemain merasa bahwa itu adalah kesimpulan alami dari cerita dalam hal cara mereka bermain.”
McKellan melanjutkan, “Akhir cerita yang Anda dapatkan akan bergantung pada cara Anda bermain, seberapa agresif Anda, seberapa investigatif Anda.”
“Ada banyak atribut berbeda yang memengaruhi hasilnya, sehingga ketika Anda mendapatkan akhir cerita tersebut, Anda merasa bahwa itu adalah akhir yang tepat untuk Anda dan bukan hanya belokan tak terduga di akhir cerita dan sebuah kejutan mendadak.”
McKellan menambahkan, “Kami berharap orang-orang merasa bahwa itu adalah kesimpulan alami, tetapi juga bahwa mereka ingin mempelajari lebih lanjut dan memikirkannya.”
McKellan juga mencatat bahwa pemain perlu menyelesaikan Silent Hill: Townfall terlebih dahulu sebelum akhir cerita rahasia dapat dibuka, karena itu adalah bagian dari New Game+.
McKellan juga mengungkapkan bahwa Silent Hill: Townfall memiliki waktu playthrough sekitar 10-14 jam. Itu pun tergantung pada cara pemain memainkan game tersebut nanti.
“Saya pikir cukup sulit untuk menentukan angka pasti berapa lama game ini karena sifat stealth dan aksi, di mana beberapa pemain mungkin menghabiskan banyak waktu bersembunyi dibandingkan dengan seseorang yang bermain agresif,” ungkap McKellan (via One More Game).
“Kami menganggapnya sebagai game berdurasi penuh dan kami memperkirakan playthrough pertama berkisar antara 10 hingga 14 jam, tergantung pada cara Anda bermain.”
Silent Hill: Townfall akan rilis di PS5 dan PC (Steam, Epic Games Store) pada 24 September 2026.















Discussion about this post