Kalau kita bicara soal turnamen fighting game, nama EVO (Evolution Championship Series) mungkin sudah jadi legenda yang tak tergantikan. Dari sekadar turnamen kecil di tahun 1996, ia kini tumbuh jadi ajang terbesar dan paling prestisius untuk komunitas game fighting di seluruh dunia. Dari momen comeback dramatis, duel penuh hype, hingga lahirnya legenda-legenda baru, EVO selalu berhasil meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
Namun menariknya, perjalanan panjang EVO kini masuk ke bab baru yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Arab Saudi resmi terjun ke dalamnya.
EVO – Turnamen Game Fighting Dunia Kini Milik Arab Saudi
Lewat proyek hiburan raksasa Qiddiya yang didukung penuh oleh Public Investment Fund (PIF) milik Pangeran sekaligus pemerintah Arab Saudi, mereka mengakuisisi RTS – co-owner EVO, dan secara otomatis ikut memegang kendali atas turnamen legendaris ini.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Muhannad Aldawood, Chief Strategy Officer Qiddiya, yang menyebut langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga bagian dari ambisi Arab Saudi untuk menjadikan EVO semakin besar dengan “potensi tanpa batas.”

Dengan langkah ini, struktur kepemilikan EVO kembali berubah hanya beberapa minggu setelah Sony Interactive Entertainment melepas sahamnya kepada grup esports NODWIN, salah satu co-owner dari EVO. Kini, posisi co-owner dipegang oleh RTS dan NODWIN, keduanya berada di bawah payung Qiddiya.
Bagi komunitas, keputusan ini jelas menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Di satu sisi, investasi Arab Saudi bisa membuka jalan untuk turnamen EVO yang lebih megah, mungkin dengan panggung yang lebih spektakuler, hadiah yang lebih besar, serta ekspansi ke lebih banyak negara. Bayangkan saja, EVO yang selama ini rutin hadir di Las Vegas dan Tokyo, kini juga berpotensi hadir di Riyadh sebagai pusat baru turnamen.
Namun di sisi lain, langkah ini juga bisa memunculkan pertanyaan soal arah EVO ke depan: apakah ia akan tetap menjaga identitas komunitas yang membesarkannya, atau justru berubah jadi panggung bisnis besar semata?
Apapun yang terjadi, satu hal yang pasti, masa depan EVO kini tengah memasuki fase paling ambisius dalam sejarahnya. Dari sebuah turnamen kecil di tahun 1996, kini ia jadi salah satu aset penting dalam strategi global Arab Saudi untuk memperkuat posisi mereka di dunia esports dan hiburan digital.
Read more ReArchivu news on this link, or read more articles from this author at this link.












Discussion about this post