Berita duka datang dari industri game pada awal tahun ini. David Rosen salah satu pendiri SEGA dikabarkan telah meninggal usia pada usia 95 tahun. Menurut laporan yang disampaikan oleh juru bicaranya beliau dikabarkan meninggal pada hari natal di rumahnya di Los Angeles.
Baca Juga: JRPG Underrated yang Jarang Dibahas tapi Wajib Dimainkan
Mungkin banyak yang tidak tahu, tetapi SEGA yang sekarang bermarkas di Tokyo dahulu asalnya adalah sebuah perusahaan Amerika yang didirikan di Hawaii pada tahun 1945. SEGA awalnya didirikan oleh Martin Bromley dan Richard Stewart tetapi pada tahun 1954, David Rosen saat itu sedang berada di Jepang.
Siapa David Rosen, Pendiri SEGA ?

Rosen, seorang mantan anggota Angkatan Udara Amerika Serikat, memulai kariernya di Jepang pada tahun 1950-an ketika ia mendirikan Rosen Enterprises Ltd, yang pada awalnya berfokus pada perdagangan karya seni serta jasa fotografi untuk kartu identitas Jepang.
Pada paruh akhir dekade tersebut, Rosen melihat meningkatnya daya beli masyarakat Jepang pascaperang, lalu memutuskan untuk mengimpor mesin hiburan koin (coin-op amusements) dari Amerika Serikat. Untuk mewujudkan langkah ini, ia harus terlebih dahulu memperoleh izin dari Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Jepang (MITI).
“Sejak awal, mesin-mesin itu langsung meraih kesuksesan besar,” ungkapnya kepada Next Generation Magazine pada 1996. “Agak memalukan untuk diakui, tapi biasanya modal kembali dalam waktu kurang dari dua bulan,” tambahnya, meskipun harus menanggung biaya impor yang sangat tinggi, mencapai 200%.
“Pada tahap ini, saya mulai membuka arcade dengan game tembak-menembak dan berburu di seluruh Jepang, dan kami sangat beruntung… Saya tidak tahu persis berapa jumlahnya, tapi saat saya meninggalkan bisnis itu, tidak ada satu pun kota di Jepang yang tidak memiliki arcade kami.”
Memasuki awal 1960-an, industri hiburan di Jepang berkembang pesat, dan kesuksesan Rosen mulai menarik perhatian perusahaan lain. Dua di antaranya adalah Taito dan Nihon Goraku Bussan (SEGA sebelum 1965), yang saat itu lebih dikenal sebagai operator jukebox.

Keduanya mengajukan lisensi mereka sendiri ke MITI, dan pada akhirnya Nihon Goraku Bussan mengusulkan untuk bergabung dengan Rosen Enterprises.
“Menjelang 1965, saya dan pimpinan Nihon Goraku Bussan mulai berdiskusi soal penggabungan perusahaan. Mereka adalah perusahaan yang jauh lebih besar, dan merek mereka adalah Sega. Kami sepakat untuk bergabung, dan saat menentukan nama perusahaan, kami memilih Sega karena itu nama yang paling dikenal, lalu mengambil kata ‘Enterprises’ dari Rosen Enterprises. Maka lahirlah Sega Enterprises Ltd, dan saya menjabat sebagai CEO sekaligus Presiden setelah merger tersebut.” kata Rosen kepada Next Generation.
Tak lama kemudian, pada 1966, Sega Enterprises merilis game orisinal pertamanya, Periscope, yang menandai awal identitas modern perusahaan sebagai kreator video game besar. Setahun setelahnya, Rosen ikut mendirikan Japan Amusement Association dan terpilih sebagai ketuanya.
Rosen tetap memimpin Sega selama dua dekade berikutnya. Pada 1969, Sega dijual kepada konglomerat Gulf+Western Industries, dan Rosen tetap menjabat sebagai CEO divisi Sega.
Pada 1984, Gulf+Western berniat melepas Sega, sehingga Rosen bersama eksekutif perusahaan Hayao Nakayama membentuk kelompok pembelian untuk mengambil alih aset Sega di Jepang.
Rosen kemudian sepakat mendirikan Sega of America di Los Angeles, di mana ia menjabat sebagai co-presiden hingga Juli 1996, serta mengawasi peluncuran seluruh konsol utama Sega hingga era Sega Saturn.
“Sega sudah terlibat dalam video game tak lama setelah medium itu sendiri ditemukan. Kami tentu saja mengimpor game seperti Pong sejak hari pertama, lalu tak lama kemudian mulai memproduksi video game kami sendiri.”
Semoga beliau dapat beristirahat dengan tenang, Rest in Peace.















Discussion about this post