Setelah sukses besar dengan seri pertamanya, Aniplex, CyberConnect2 dan SEGA kembali menghadirkan Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2, sebuah sekuel yang mencoba meningkatkan pengalaman dengan konten lebih banyak, visual yang lebih tajam, dan gameplay yang lebih variatif.
Pada kesempatan kali ini ReArchivu telah mendapatkan kesempatan spesial oleh SEGA untuk mencoba Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2. Apakah game ini berhasil melampaui pendahulunya? Simak jawabannya pada review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2 oleh ReArchivu kali ini!
Table of Contents
Story Mode: Lebih Hidup, Tapi Masih Linear

Melanjutkan kisah Kamado Tanjiro dan adiknya Nezuko, Mode cerita dibagi menjadi beberapa chapter yang mengikuti alur anime, yang mengadaptasi Entertainment District, Swordsmith Village, hingga Hashira Training Arc. Lengkap dengan cutscene, stage pertempuran, serta sejumlah mini game. Pemain kini mendapat kesempatan menjelajahi area yang ada di setiap chapternya lebih interaktif lengkap dengan side quest untuk mengumpulkan koleksi. Sayangnya, konten di luar itu terasa sangat minim. Selain story mode, pilihan pemain hanya berputar di free battle dan multiplayer.
Bagi penggemar anime, story modenya tetap menjadi daya tarik utama berkat cutscene yang epik dan presentasi visual yang benar-benar persis seperti dengan sumber aslinya. Juga dalam story mode kalian bisa menikmati dan merasakan QTE yang sempurna dan penuh aksi pada pertarungan melawan boss.
Pembawaan cerita pada story mode digame ini cukup tidak membosankan, walaupun masih ada scene gambar yang diambil dari animenya kemudian disulih suarakan dengan karakter tertentu. Untuk cutscene utamanya disediakan sangat sinematik dan mulus transisi dari scene per scene, hanya sangat disayangkan untuk cutscene pada story mode ini dikunci 30 FPS.
Gameplay & Pertarungan – Ninja Storm Versi Demon Slayer

Kalau kamu pernah menyentuh Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm, maka beradaptasi dengan gameplay Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2 bukanlah hal sulit. Wajar saja, karena keduanya memang dikembangkan oleh studio yang sama. Secara garis besar, game ini adalah action fighting game yang mengutamakan gaya bertarung sinematis ketimbang sistem kompetitif yang kompleks.
Gameplay Fighting yang Mudah Diakses

Pertarungan berpusat pada duel antar karakter Demon Slayer. Mekaniknya tidak seketat fighting game konvensional, melainkan memberi keleluasaan untuk bergerak bebas di arena. Evade bisa dilakukan dengan mudah, membuat game ini ramah bagi pemula.
Sistem serangannya sederhana, hanya dengan menekan dua tombol utama dengan kombinasi skill kalian sudah bisa melakukan kombo, bahkan di beberapa karakter kombo tersebut bisa menjadi Looping. Ada pula fitur swap karakter yang memungkinkan pemain untuk mengganti karakter dalam pertarungan untk menciptakan variasi gaya bertarung dalam satu pertandingan, atau kalian juga bisa memanggil kawan bertarung kalian hanya untuk membantu serangannya saja. Kawan bertarung kalian juga dapat membantu kalian untuk keluar dari serangan/combo lawan, namun memiliki cost 2 bar untuk menggunakannya.
Sebagai gambaran, karakter favorit saya di game ini adalah Uzui Tengen. Alasannya sederhana: ia punya kemampuan untuk melancarkan kombo beruntun layaknya looping. Skill utamanya juga sangat efektif, karena membuatnya langsung melesat maju sambil menyerang. Strateginya pun cukup sederhana saat lawan mencoba melakukan dodge, saya bisa segera menekan tombol skill untuk mengejarnya. Hasilnya, lawan tidak punya banyak ruang untuk berkutik, dan saya bisa langsung melanjutkan kombo tanpa henti.

Selain itu terdapat juga sistem Ultimate Art yang bisa menjadi Dual Ultimate jika kalian membawa kawan yang mendukung Dual Ultimate, sistem mastery, serta penambahan item boosting (awakening) yang bisa kalian kombinasikan dengan kombo kalian selama pertarungan.

Jumlah karakter kini semakin besar dengan lebih dari 40 karakter, mulai dari Hashira, Upper Rank Demon, hingga versi parodi Kimetsu Academy. Namun perlu diingan, 40 karakter tersebut tidak semuanya berbeda, terdapat beberapa karakter yang sama namun beda versinya, setiap versi maka serangan, ultimate dan skill yang mereka punya juga berbeda. Pada mode ini juga terdapat karakter yang hanya bisa dibawa seorang diri tanpa membawa kawan.
Open World & Eksplorasi yang Kurang Banget

Pada beberapa bagian story mode, pemain memang diberi kesempatan untuk menjelajahi area secara bebas. Sayangnya, eksplorasi ini terasa dangkal karena hanya sebatas memindahkan karakter dari satu titik ke titik lain. Lokasi collectible pun sudah ditandai jelas di peta, sehingga tidak ada tantangan atau rasa penasaran dalam mencarinya.
Lebih jauh lagi, collectible yang tersebar tidak terasa cukup rewarding. Sebagian besar hanya berupa mata uang in-game, perlengkapan untuk profil online, atau fragmen memori karakter. Alhasil, eksplorasi terasa membosankan dan minim interaksi bermakna dengan dunia Demon Slayer.
Mini Games Yang Cocok Buat Kamu Mau Santai Sejenak Dari Story Mode

Mini games pada game ini hadir sebagai selingan dari story mode, sekaligus memberikan variasi gameplay di luar pertarungan. Beberapa mini games yang hadir. Misalnya, latihan memotong batu bersama Urokodaki, berlari sambil menghindari rintangan di Hutan Gunung Natagumo, hingga tantangan membawa kotak Nezuko tanpa terjatuh. Ada juga mini games ringan seperti adu cepat makan mie atau latihan pernafasan yang menuntut kecepatan tangan dan ketepatan timing.
Kehadiran mini games ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menghadiahkan berbagai bonus, mulai dari poin khusus hingga item yang bisa digunakan untuk membuka kostum, ilustrasi galeri, atau konten tambahan lain.
Mode & Replayability

Selain story mode, dan vs mode terdapat juga Training Paths dan Path of a Demon Slayer yang menambah playtime dan tantangan baru. Mode ini mendorong pemain untuk mengasah strategi sekaligus memperpanjang replay value. Namun, beberapa mini-game dan aktivitas sampingan yang ada pada story mode terasa sekadar pelengkap tanpa memberikan kedalaman berarti pada gameplay utama.
Path of a Demon Slayer

Pada mode ini, pemain akan diajak bernostalgia melalui flashback yang menampilkan enam event penting dari Demon Slayer: Hinokami Chronicles pertama. Mode ini dilengkapi dua tingkat kesulitan, yaitu Normal dan Hard, sehingga bisa disesuaikan dengan preferensi pemain.
Bagi yang belum sempat memainkan seri pertama namun langsung terjun ke sekuelnya, mode ini terasa sangat membantu karena menyajikan ringkasan cerita sekaligus pengalaman gameplay dari game sebelumnya.
Training Paths Mode

Mode ini hadir sebagai fitur latihan baru yang lebih terstruktur. Pemain bisa mengikuti jalur pelatihan khusus untuk setiap karakter dengan ending setiap jalurnya adalah melawan boss para Hashira, kalian akan menentukan jalur apa yang kalian ambil untuk sampai melawan boss, disetiap jalur kalian akan bertemu musuh, meningkatkan health bar, menambahkan buff, sampai mendapatkan debuff. Fitur ini membuat latihan terasa lebih menantang sekaligus bermanfaat, terutama bagi pemain yang ingin menguasai teknik sebelum bertarung secara kompetitif.
Mode VS

Pada mode ini, pemain bebas menentukan lawan yang ingin dihadapi, baik melawan Player 2 maupun komputer. Selain pertarungan standar, mode Versus juga menyediakan opsi Endurance Match, di mana pemain ditantang melawan serangkaian musuh secara beruntun. Uniknya, health bar tidak akan direset, sehingga setiap kemenangan terasa lebih menegangkan karena pemain harus bertahan dengan kondisi yang tersisa.
Mode Online

Jika kalian ingin menguji kemampuan dengan melawan pemain lain secara online, game ini menyediakan dua pilihan mode: Casual dan Ranking. Pada mode Casual, kalian bisa sekadar bersenang-senang melawan player lain tanpa perlu memikirkan hasil akhir. Sementara itu, mode Ranking ditujukan untuk pemain yang ingin tantangan lebih serius. Di sini, kalian akan dipertemukan dengan lawan-lawan yang jauh lebih ahli, sekaligus bermain untuk meningkatkan atau mempertahankan rank kalian.
Visual & Audio

Dari sisi presentasi, Demon Slayer Kimtesu no Yaiba: Hinokami Chronicles 2 patut diacungi jempol. Karakter terlihat ekspresif, cutscene berjalan mulus namun dikunci pada 30 FPS, dan animasi jurus ultimate begitu mulus transisinya. Visualisasi inilah yang jadi nilai jual utama game ini.
Game ini juga menghadirkan voice over dalam bahasa inggris dan bahasa jepang yang membuat pengalaman lebih terasa autentik dan imersif. Begitu juga dengan sound designnya, setiap jurus dan tebasan terasa satisfying dalam bertarung. Namun sangat disayangkan untuk soundtrack pada game ini tidak ada yang meninggalkan kesan sama sekali.
Port Quality (PC)

PC yang kami gunakan untuk menjalankan game ini adalah sebagai berikut:
- Ryzen 7 5700X
- RX 6600 8GB Vram
- RAM 16GB 3200Mhz DDR4
- SSD 1TB
- HDD 4TB
- Windows 11 Pro
Saya menggunakan settingan grafik ultra dan menginstallnya di HDD masih bisa stabil menjalankan game ini di 60FPS, game ini tidak memiliki kendala dalam permainan, baik saat mode open word yang ada pada story mode, maupun pada saat pertarungan. Game ini juga tidak memiliki Compiling Saders pada awal permainan yang sudah mulai umum kita temui pada game PC zaman sekarang.
Final Verdict

Demon Slayer Kimtesu no Yaiba: Hinokami Chronicles 2 adalah game adaptasi anime yang menawan dari sisi visual dan ramah bagi pemula, namun kurang berani menghadirkan ide baru. Bagi penggemar berat Demon Slayer, game ini bisa menjadi pengalaman seru meski hanya sebentar. Namun untuk gamer yang mencari fighting game dengan konten yang berlimpah dan daya tahan jangka panjang, game ini mungkin belum cukup memuaskan.
Apakah kami bisa merekomendasikan game ini? Bagi kalian yang merupakan penggemar Demon Slayer maupun pencinta action arena fighter, game ini jelas wajib dicoba. Pertarungan sinematis, visual yang memukau, dan kesetiaan adaptasi terhadap materi sumber membuatnya jadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Namun, bagi kalian yang hanya tertarik memainkan story mode, perlu dipertimbangkan kembali. Dengan harga sekitar Rp699.000, konten cerita hanya menawarkan hiburan sekitar 6–8 jam. Untuk kisaran harga tersebut, ada banyak game lain yang mampu memberikan pengalaman lebih panjang dan bervariasi. Atau mungkin kalian bisa membelinya saat sedang diskon.
Score
Good
- Visual yang indah, dan setia dengan source materialnya
- Gameplay cepat, mudah dipahami, tapi tetap menantang
- Sound design dan voice over yang sempurna
Bad
- Eksplorasi terasa dangkal
- Story mode masih linear dan repetitif
- Minimnya konten baru

Good
Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2 adalah sekuel yang solid, menawarkan peningkatan visual, roster lebih luas, serta sistem pertarungan yang makin matang. Walaupun mode cerita masih terasa linear, pengalaman bertarung yang cepat dan penuh aksi tetap membuat game ini sulit dilewatkan.
Game Details
| Item | Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba: The Hinokami Chronicles 2 |
| Played on | PC via Steam |
| Developer | CyberConnect2 |
| Publisher | SEGA |
| Platform | PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, Switch, PC |
| Harga | Rp. 699 000 |















Discussion about this post