Ketika pertama kali mendengar tentang Octopath Traveler, saya hanya tahu bahwa ini adalah series game JRPG dengan visual unik bergaya HD-2D yang memadukan pixel art dengan efek semi 3D modern. Saya juga tahu bahwa seri ini cukup populer dengan dua game utama yang sudah dirilis sebelumnya. Namun, saya belum pernah menyentuh satupun dari game-game tersebut.
Jadi ketika kesempatan untuk mencoba dalam review Octopath Traveler 0 datang, saya memutuskan untuk terjun langsung tanpa bekal pengetahuan mendalam tentang franchise ini. Dan ternyata? Keputusan itu menjadi salah satu pengalaman gaming terbaik yang pernah saya alami akhir-akhir ini.
Octopath Traveler 0, sedikit berbeda dengan kedua game sebelumnya. Game ini mengambil basis dari Octopath Traveler: Champions of the Continent yang adalah mobiles games. Dari dasar itu nantinya dikembangkan jadi game full single player dalam seri utamanya. Bagi saya yang baru pertama kali mencicipi franchise ini, game ini menawarkan pintu masuk yang sempurna ke dunia Orsterra yang penuh dengan intrik, kegelapan, dan petualangan epik.
Kebetulan pada artikel kali ini, ReArchivu mendapatkan kesempatan spesial dari Square Enix & Bandai Namco untuk mencoba Octopath Traveler 0 di platform PlayStation 5. Jadi bagaimana pengalamannya ? mari kita simak langsung saja dalam artikel kali ini!
Table of Contents
First Impression – Create Your Own Hero

Pengalaman saya bermain game ini dibuka dengan title menu yang musiknya luar biasa catchy. Bahkan sebelum mulai bermain, theme song-nya sudah memberikan kesan pertama yang kuat tentang kualitas soundtrack yang akan saya dengar nanti.
Sebagai pemain yang belum pernah menyentuh seri ini sebelumnya, saya cukup terkejut ketika game ini justru dimulai dengan sesi pembuatan karakter (Create A Character). Sepengetahuan saya, seri Octopath biasanya dikenal sebagai cerita antologi dengan karakter-karakter yang sudah ditentukan. Namun, Octopath Traveler 0 mengambil ide yang berbeda: di sini kita menciptakan dan memainkan karakter kita sendiri.
Sistem kustomisasi yang dihadirkan terbilang sederhana dan mudah dipahami, namun sudah cukup untuk membuat karakter yang terasa personal. Kita tidak hanya mengatur tampilan visual saja, di sini saya membuat karakter bergaya komik Manhua dengan rambut panjang, tetapi juga diberi kebebasan menentukan playstyle lewat pemilihan starter skill, seperti DPS, Healer, atau Debuffer. Karena biasanya tokoh utama adalah DPS, saya pun memilih peran DPS tanpa pikir panjang.
Story – Gelap, Dewasa, dan Secercah Harapan

Cerita Octopath Traveler 0 berlatar di benua Orsterra, sebuah tempat di mana dahulu kala ada Dark God yang membolak-balikkan dunia, tetapi berhasil disegel oleh “Hero”. Ratusan tahun berlalu, kedamaian kembali. Sampai suatu saat, kegelapan kembali mulai menyerang, namun sekarang, dalam bentuk keserakahan manusia.
Naratif yang Terstruktur dengan Baik

Berbeda dengan seri sebelumnya yang mengusung konsep antologi, di mana cerita berfokus pada kumpulan kisah karakter individu yang berdiri sendiri, Octopath Traveler 0 menggunakan pendekatan story arc yang lebih linear. Semua story quest memiliki korelasi antar quest lain di setiap arc, membuat naratif terasa lebih kohesif dan saling menyambung.
Yang saya sukai dari penulisan cerita ini adalah dialog yang singkat, padat, dan jelas. Tidak ada dialog yang bertele-tele. Setup JRPGnya memang terasa familiar (kita sudah sejuta kali kita lihat formula ini), tapi eksekusi dan penyampaiannya yang membuat game ini terasa berbeda.
Nuansa cerita game ini juga sangat kelam dan suram. Jarang ada akhir yang bahagia di setiap chapter-nya. Selalu ada plot twist atau tragic turn yang menanti, menegaskan bahwa ini bukan kisah “Hero” yang selalu menang, melainkan tentang manusia yang bergulat dengan kegelapan, pengorbanan, dan pilihan moral yang sulit.
Villain Unhinged dengan Eksekusi yang Brutal

Yang membuat saya terkesan adalah eksekusi cerita yang tidak main-main. Game ini jelas bukan JRPG untuk anak-anak. Ada adegan pembunuhan yang brutal, perselingkuhan, hingga dialog yang blak-blakan tanpa disensor. Bahkan ada foot soldier yang dengan santai menceritakan bahwa dia membunuh 11 anak kecil dan mencoba menjustifikasi alasannya yang benar-benar sepele. Bikin risih? Tentu saja — tapi saya suka tema dark fantasy seperti ini.
Cerita disampaikan dengan nada yang dewasa dan tidak takut menampilkan kekerasan. Tiga villain utama game ini, Herminia (Wealth), Auguste (Fame), dan Tytos (Power), semuanya kejam, keji, dan busuk.
Namun yang menarik, seiring permainan berlangsung, kita akan dipaksa untuk memahami motif mereka. Kebanyakan dari mereka memiliki tragedi di masa lalu yang membentuk mereka menjadi villain. Hal ini bagus, karena membuat naratif game tidak hitam-putih, dan kadang kita bahkan bisa berempati dengan mereka, kepada karakter-karakter yang busuk dan sekeji ini. Ini yang membuat karakterisasi villain di game ini terasa kompleks dan well-written.
Gameplay – Snappy & Fast!

Jika narasi game ini menawarkan kedalaman cerita yang kelam, maka sisi gameplay-nya justru menawarkan pengalaman bermain yang cepat, responsif, dan sangat menghargai waktu pemain. Octopath Traveler 0 berhasil memadukan mekanik turn-based klasik dengan sentuhan modern yang snappy, serta menyuntikkan elemen simulasi lewat fitur membangun kota. Hasilnya adalah siklus permainan yang adiktif, di mana setiap detiknya terasa memuaskan tanpa ada momen yang terbuang sia-sia
Combat System yang Adiktif

Sistem pertarungan di Octopath Traveler 0 menurut saya sangat seru dan adiktif. Inti mekaniknya berputar pada Break Shield, di mana setiap musuh memiliki angka shield counter yang harus dipecahkan terlebih dahulu.
Caranya adalah dengan menyerang weakness musuh menggunakan tipe senjata atau elemen yang sesuai. Sebagai contoh, jika musuh memiliki angka 7, kita harus menyerang 7 kali dengan tipe serangan yang tepat. Setelah pelindung pecah, musuh akan terkena efek Stun dan menerima damage lebih banyak, momen inilah saat yang tepat untuk menyerang habis-habisan.
Karakter kita di sini terasa sangat istimewa. Ia sangat versatile karena bisa menggunakan berbagai jenis senjata dan job, yang membuatnya fleksibel dalam segala situasi. Perlu dicatat, MC tidak bisa dikeluarkan dari party.
Combat juga serasa semakin menyenangkan berkat adanya sistem Boost Point (BP). Fitur ini memungkinkan kita memperkuat efek skill, menambah jumlah hit serangan, atau melipatgandakan heal. Kita bisa menumpuk penggunaan hingga 3 BP sekaligus untuk efek maksimal.
Yang paling saya suka, BP bersifat individual untuk setiap karakter, bukan shared resource satu party. Artinya, setiap anggota tim bisa menabung BP mereka sendiri dan menggunakannya tanpa perlu khawatir merebut jatah resource party member lain.
Secara teknis, tempo pertarungan terasa cepat (fast-paced) dengan animasi yang snappy tanpa delay yang mengganggu. Meski tingkat kesulitannya sejauh ini terasa cukup mudah, game ini tetap menyediakan tantangan ekstra lewat Elite Boss di overworld dan beberapa Boss yang memang terasa seperti Boss…
Strategi pertarungan tidak hanya terjadi saat bertarung, tapi juga dalam persiapan. Kita bisa merekrut NPC sebagai helper untuk membantu dalam pertarungan, baik melalui cara Hire atau Recruit. Kita bisa menggunakan assist mereka saat bertarung, mereka juga membawa skill yang berbeda-beda.
Selain itu, kehadiran sistem memasak juga tak kalah penting. Makanan memberikan buff status yang durasinya dihitung berdasarkan jumlah turn. Efek ini bahkan bisa terbawa (carry over) ke pertarungan-pertarungan berikutnya hingga habis, membuat fase persiapan sebelum boss fight terasa sangat krusial.
PATH Action: Interaksi Penuh RNG

Salah satu fitur ikonik yang kembali hadir namun dengan pendekatan berbeda adalah Path Action. Berdasarkan yang saya pelajari, seri Octopath sebelumnya mengikat aksi interaksi ini pada karakter atau job tertentu dalam party (misalnya hanya karakter tipe Warrior yang bisa menantang duel). Namun, karena di Octopath Traveler 0 kita bermain sebagai karakter kita sendiri, sistem ini berevolusi menjadi Stat-based.
Interaksi kini dipengaruhi oleh tiga parameter pengaruh (influence) utama: Wealth, Power, dan Fame. Mekanismenya cukup transparan namun menantang; game ini menampilkan angka persentase keberhasilan kita. Jadi, kita bisa menimbang-nimbang dulu risiko sebelum bertindak.
Ada ketegangan tersendiri saat melihat persentase sukses, terutama ketika success rate 99% tapi tetap tetap saja bisa gagal. Kegagalan memiliki konsekuensi: reputasi karakter bisa hancur, membuat warga enggan berinteraksi sampai kita memulihkan nama baik. Pilihan stat awal saya (Fame) terbukti sangat membantu karena memberikan boost keberhasilan saat berinteraksi dengan NPC yang selaras dengan atribut tersebut.
Town Building: Simple tapi Rewarding

Sistem town building di sini tergolong sederhana namun sangat memikat. Aktivitas dasarnya mengingatkan saya pada game simulasi santai: membersihkan lahan dari puing-puing, mengumpulkan material, dan mendirikan bangunan.
Namun, nyawa dari kota ini ada pada penduduknya. Kita bisa merekrut warga untuk tinggal di kota menggunakan fitur Path Action (tentu dengan sistem persentase keberhasilan yang tadi saya bahas). Setiap warga memiliki unique trait yang sangat membantu progres kita, mulai dari memberikan suplai material secara berkala, menyediakan buff tambahan pada makanan, hingga memberikan diskon di toko, dan masih banyak lainnya.
Gameplay loopnya dirancang dengan rapi: rekrut orang -> bangun gedung -> penuhi syarat -> naikkan level kota -> buka gedung baru. Terasa sederhana, tapi sangat memuaskan.
Yang membuat fitur ini lebih spesial adalah kedalaman ceritanya. Para warga ini bukan sekadar NPC biasa; banyak dari mereka memiliki trauma masa lalu dan sedang mencoba bangkit dari tragedi. Hal ini menambah kedalaman world-building dan membuat kita secara emosional lebih peduli pada orang-orang yang kita rekrut, bukan hanya karena stat atau skill mereka saja.
Visual & Audio: Hampir Sempurna

Graphics adalah salah satu sorotan utama di Octopath Traveler 0. Gaya visual HD-2D yang menjadi ciri khas seri ini kembali memukau dengan memadukan pixel art klasik dan lingkungan semi-3D, lalu disempurnakan oleh efek pencahayaan modern. Hasilnya? Sangat indah.
Efek pencahayaannya benar-benar juara. Refleksi cahaya terlihat akurat, memberikan kesan seolah-olah fitur Ray Tracing sedang aktif, namun tetap dalam estetika retro. Perpaduan antara karakter 2D dan lingkungan 3D terasa harmonis, terutama saat memasuki area gua atau dungeon di mana lightingnya menciptakan atmosfer yang luar biasa.
Sayangnya, keputusan menggunakan kamera statis (fixed camera) yang tidak bisa diputar terkadang menjadi kendala. Di beberapa lokasi sempit seperti dalam gua, sudut pandang kamera kadang terasa canggung dan membuat pusing. Namun, ini hanyalah hal minor yang tidak memengaruhi pengalaman bermain secara keseluruhan.
Saya juga menemukan sedikit bug visual. Ada momen di mana bayangan karakter terlihat tidak menempel atau terpisah dari karakter pada cutscene atau angle tertentu. Agak sedikit mengganggu pemandangan, tapi untungnya bukan masalah besar yang fatal.
Musik yang Catchy dan Memorable

Musik di Octopath Traveler 0 adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya dengar di JRPG modern. Soundtrack-nya tidak hanya catchy, tetapi juga diproduksi dengan kualitas yang sangat jernih. Bahkan, musik di menu utama saja sudah langsung memikat perhatian saya sejak detik pertama.
Komposisinya sangat variatif; musik pertarungan terdengar epik dan memacu adrenalin, sementara musik di kota dan overworld sangat pas membangun atmosfer permainan. Secara keseluruhan, ini adalah salah satu game dengan kualitas komposisi OST terbaik.
Voiceover Audio Quality yang Mengecewakan

Sayangnya, kualitas teknis pada pengisi suara (voice acting) menjadi satu noda yang cukup mengganggu. Perlu dicatat, keluhan ini bukan pada kemampuan akting para pengisi suaranya—mereka sudah bekerja dengan sangat baik dan penuh emosi—melainkan pada kualitas rekaman yang terdengar “pecah” dan terkompresi.
Jika kalian pernah memainkan Persona 5 Royal versi Nintendo Switch dan merasakan penurunan kualitas audio yang terdengar kurang jernih dibanding versi konsol lainnya, kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan di sini.
Saya tidak yakin apakah ini disengaja demi mengejar nuansa “retro” atau murni keterbatasan teknis. Apa pun alasannya, hal ini cukup disayangkan mengingat musik latar gamenya sendiri sangat jernih. Kabar baiknya, tim pengembang Octopath Traveler 0 sudah menyadari isu ini dan berjanji akan memberikan perbaikan di kemudian hari.
Technical & Quality of Life

Saya memainkan game ini di PlayStation 5, dan performanya berjalan sangat mulus tanpa adanya frame drop, dengan visual yang terlihat tajam. Meskipun game ini tidak memanfaatkan fitur eksklusif DualSense seperti haptic feedback atau adaptive trigger, hal tersebut bisa dimaklumi mengingat ini bukan game first-party. Secara keseluruhan, port PS5 ini sangat solid dan menjadi salah satu platform yang ideal untuk menikmati Octopath Traveler 0.
Satu hal yang patut dipuji adalah bagaimana game ini sangat menghargai waktu pemain lewat berbagai fitur Quality of Life. Waktu loading sangat cepat, dan transisi antar area—seperti masuk atau keluar gedung—terjadi secara instan dan seamless tanpa jeda loading screen. Hal ini membuat eksplorasi terasa mengalir tanpa merusak imersi.
Fitur percepatan 2x Battle Speed benar-benar menjadi game changer, terutama saat grinding atau menghadapi random encounter. Frekuensi random encounter di game ini memang lumayan sering, apalagi jika karakter kita berlari, peluang bertemunya malah semakin tinggi. Namun, berkat kombinasi battle speed 2x dan tempo pertarungan yang dasarnya sudah cepat, banyaknya pertarungan ini tidak terasa menjengkelkan.
Sistem navigasi juga sangat membantu. Fast travel mudah diakses, dan minimap yang lumayan lengkap dengan ikon chest serta lokasi penting yang jelas—fitur penyelamat bagi saya yang sering tersesat. Quest tracking juga sangat ramah pengguna, jika tujuan ada di dalam gedung, area tersebut akan diberi highlight warna hijau.
Satu-satunya kekurangan kecil adalah tidak adanya ikon khusus di minimap untuk NPC yang bisa diajak berinteraksi (Path Action). Namun, keputusan ini bisa dimengerti agar tampilan peta tidak terlalu ramai dan penuh ikon.
Terakhir, tersedia fitur untuk memutar ulang cutscene kapan saja. Ini fitur yang sangat berguna jika kalian ingin menonton kembali momen epik atau sekadar mengingat detail cerita yang mungkin terlewat/terlupa.
Final Verdict

Sebagai pendatang baru di franchise ini, saya harus mengakui bahwa Octopath Traveler 0 memberikan pengalaman yang luar biasa. Game ini sukses menarik saya berkat premis cerita yang kuat, sistem pertarungan yang adiktif, serta visual HD-2D yang memanjakan mata.
Narasi cerita yang dewasa, kelam, dan didukung oleh villain yang kompleks membuat cerita terasa segar dan jauh dari kesan klise. Perpaduan antara mekanik turn-based combat yang responsif dengan sistem pembangunan kota juga memberikan variasi gameplay yang menyegarkan. Meskipun ada sedikit kekurangan pada kualitas audio voice acting yang terdengar terkompresi dan beberapa bug visual minor, kepuasan bermain yang saya rasakan jauh menutupi kekurangan tersebut.
Bagi kalian yang seperti saya, belum pernah menyentuh seri ini sebelumnya, Octopath Traveler 0 adalah entry point yang sempurna bagi saya. Kalian juga sama sekali tidak membutuhkan pengetahuan tentang game-game sebelumnya untuk bisa menikmati game ini.
Terlepas dari kekurangan kecilnya, ini adalah judul yang saya kategorikan wajib dimainkan, terutama jika kalian adalah penggemar JRPG turn-based yang merindukan pembawaan cerita dengan tema dewasa.
Game Details:
| Item | Octopath Traveler 0 |
| Played on | Playstation 5 |
| Developer | Square Enix and DOKIDOKI GROOVE WORKS, |
| Publisher | Square Enix |
| Platform | PS 5, XBOX Series, Switch 1&2, & PC via Steam |
| Harga | Rp. 729.000 (PS 5) |

Must-play
Octopath Traveler 0 adalah entry yang solid bagi para penggemar genre ini. Dengan visual HD-2D yang memukau, pertempuran yang seru, serta narasi yang menggugah, game ini berhasil memberikan pengalaman memuaskan, bahkan bagi pendatang baru seperti saya. Meskipun terdapat sedikit kekurangan teknis, kelebihan game ini jauh melampaui kelemahannya.
The Review
Octopath Traveler 0
PROS
- Visual HD-2D yang sangat indah dan estetik.
- Sistem pertarungan (combat) yang adiktif dan cepat.
- Cerita dark fantasy yang dewasa dengan penulisan karakter villain yang kompleks.
- Variasi gameplay, simulasi pembangunan kota, serta interaksi NPC yang unik
- Musik latar (soundtrack) yang catchy dan sangat berkesan.
CONS
- Kualitas rekaman voice acting terdengar terkompresi (kurang jernih)






Discussion about this post