ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Review PATAPON 1+2 REPLAY: Bukan Game Untuk Orang Buta Nada

Patrick MarcelbyPatrick Marcel
July 31, 2025
in Game, Nintendo, PC, Pilihan Editor, Platform, PlayStation, Review, Review Game

Japan Studio, sebuah studio milik Sony PlayStation yang berhasil menghasilkan banyak game seru sepanjang studio itu masih berdiri, namun sayangnya beberapa tahun lalu perusahaan tersebut dibubarkan oleh PlayStation sendiri. Pembubaran studio tersebut mungkin memunculkan beberapa pertanyaan oleh saya sendiri seperti “game-game yang telah dibuat oleh Japan Studio akan dibawa kemana?” dan akhirnya kita mendapatkan kejelasan pertanyaan tersebut pada Nintendo Direct beberapa waktu lalu, presentasi tersebut secara mengejutkan menampilkan beberapa IP PlayStation seperti PATAPON 1+2 REPLAY dan Everybody’s Golf: Hot Shots.

Salah satu dari kedua game tersebut yang dirilis bulan ini adalah Patapon 1+2 Replay, game ini secara mengejutkan hadir pada Nintendo Direct dan langsung dirilis secara multiplatform dari PS, Switch dan PC via Steam. Patapon sendiri awalnya dirilis untuk konsol PSP dan berhasil mendapatkan 3 seri yaitu Patapon 1, Patapon 2 dan Patapon 3. Seperti judulnya Patapon 1 + 2 Replay didalamnya akan hanya ada game Patapon 1 dan Patapon 2 dengan peningkatan tentunya.

Baca Juga

Soundtrack “Towa and the Guardians of the Sacred Tree” Karya Hitoshi Sakimoto Kini Tersedia di Platform Streaming

Soundtrack “Towa and the Guardians of the Sacred Tree” Karya Hitoshi Sakimoto Kini Tersedia di Platform Streaming

October 20, 2025
Tanggal Rilis Elden Ring Tarnished Edition Diumumkan

Tanggal Rilis Elden Ring Tarnished Edition Diumumkan

June 5, 2026
Tales of Festival 2026 Diumumkan, Akan Diadakan Pada Juli 2026 di Yokohama

Tales of Festival 2026 Diumumkan, Akan Diadakan Pada Juli 2026 di Yokohama

December 23, 2025
Bandai Namco Daftarkan Merek Dagang Tales of Abyss

Bandai Namco Daftarkan Merek Dagang Tales of Abyss

February 9, 2025

Kebetulan kali ini ReArchivu mendapatkan kesempatan dari Bandai Namco Entertainment Asia untuk memainkan game ini. Jadi bagaimana pengalaman kami dalam review Patapon 1+2 Replay ini?

Table of Contents

  • Menjadi Sosok Penuntun Para Patapon
  • Gamenya ternyata susah
  • Tidak Terlalu Banyak Peningkatan Yang Berarti
  • Port Quality
  • Final Verdict
  • Game Details:

Menjadi Sosok Penuntun Para Patapon

Cerita PATAPON 1+2 REPLAY bisa dibilang cukup sederhana, kita adalah sosok entitas Kami yang bertugas untuk membawa suku Patapon dalam satu tujuan yaitu menuju Earthend, dalam menuju Earthend para Patapon harus berhadapan dengan para suku rival mereka Zigoton, kemudian para Boss dan harus berburu. Plot yang dibawa bisa dibilang cukup sederhana dan begitu juga penyampaiannya, karena poin dari game PATAPON 1+2 REPLAY bukanlah di ceritanya namun berada di gameplaynya, sehingga kalian sangat bisa sekali untuk tidak peduli dengan ceritanya

Gamenya ternyata susah

Sebagai game Japan Studio yang terkenal akan mekanik yang unik, Patapon juga sama menghadirkan berbagai nuansa yang sama dengan game-game milik Japan Studio lainnya, Patapon sendiri mengabungkan element strategi dan rhythm disebuah stage yang cenderung bersifat linear. Kita akan berperan sebagai entitas dewa yang bernama Kami atau bisa kalian ganti nantinya, walaupunya hanya terbatas di 4 huruf. Sebagai Kami kalian harus menuntun para Patapon untuk menyelesaikan tiap misi diberikan. Yang membuat Patapon menjadi game yang unik adalah bagaimana setiap gerakan tiap patapon ditentukan dengan nada-nada, dari maju, defense, menyerang dllnya semua ditentukan oleh nadanya. Sebagai kami kita bertugas untuk memberikan nada-nada spesifik bagaimana para Patapon akan bergerak.

Seperti Pata-Pata-Pata-Pon untuk berjalan, Pon-Pon-Pata-Pon untuk menyerang, Chaka-Chaka-Pata-Pon untuk bertahan dan masih banyak lainnya yang bisa kalian temukan selama perjalanan bermain game ini. Sebagai pecinta game rhythm, awalnya saya cukup meremehkan game ini karena awalnya saya mikir gamenya cukup gampang sampai pikiran saya berubah diawal-awal stagenya. Kalian dituntut agar setiap perintah diberikan kepada para patapon sesuai dengan nada, ketukan dan timing, dan itu membuat sangat frustasi karena misalnya kalian salah sekali maka kalian harus mengulang nadanya secara penuh. Contoh Pata-Pata-Pata-Pon untuk bergerak dan ketika Pata ketiga timingnya antara kecepatan atau kelamaan maka perintah tersebut gagal dan akan mengulang dari awal, walaupun mula-mula mungkin terasa frustasi dan sulit namun makin kesini kalian akan mulai terbiasa. Sedikit tips buat kalian yang mungkin agak buta nada seperti saya, untungnya di PATAPON 1+2 REPLAY ada sedikit bantuan dari visualnya yaitu setiap ketukan, beat atau nadanya akan memunculkan visual kotak putih yang sedikit membantu kalian dalam timingnya.

Progresi dari Patapon ini sebenarnya cukup sederhana karena berdasarkan stage-stage saja, jadi yang kalian perlu lakukan adalah menyelesaikan seluruh stage yang ada untuk progresi gamenya, setiap stage bersifat side-scrolling dan linear. Sebelum memulai setiap stage kita akan diminta untuk memasukkan para Patapon atau para unit kita yang akan bisa masukkan nantinya. Akan ada 3 slot yang bisa kalian isi dengan para unit, para unit tersebut terbagi dari berbagai class seperti Yaripon sebagai pembawa tombak, Tatepon sebagai pembawa tameng, Yumipon yang menembak panah dan masih banyak lagi yang bisa kalian temukan nantinya.

Kemudian gamenya juga membawa sedikit elemen RPG dan kustomisasi, disini kalian bisa memperkuat para unit Patapon dengan mengganti senjata, helm, armor dan lain-lainnya, yang bisa kalian dapatkan dengan cara memainkan ulang beberapa stage seperti boss stage atau farm stage, yang kadang dari sana bisa mendapatkan senjata, helm atau armor dan resource untuk membuat para pasukan Patapon.

Tidak Terlalu Banyak Peningkatan Yang Berarti

Seperti game PSPnya, peningkatan visual yang terasa melalui PATAPON 1+2 REPLAY tentu dengan resolusi nya yang lebih tajam, dengan mempertahankan desain karakter yang sederhana dan palet warna yang sederhana juga, ditambah menurut saya sendiri Patapon memiliki ciri khas sendiri dalam artstylenya yang membuat game ini unik dibandingkan game-game zaman sekarang. Kemudian selain didukung dengan gambar yang lebih mulus PATAPON 1+2 REPLAY sudah mendukung 60 FPS sehingga membuat pengalamannya secara teknis lebih menyenangkan. Selain itu, pada versi ini juga kalian bisa memilih tingkat kesulitan yang kalian inginkan dari Easy, Normal dan High walaupun menurut saya di Easy saja game ini udah cukup sulit. Sayangnya ada sedikit kekurangan yang harus disebutkan yaitu, tidak ada fitur auto save, untuk game keluaran 2025 dan harus save secara manual kadang cukup menganggu karena saya pribadi pernah tidak sengaja keluar gamenya tanpa tau game ini tidak memiliki fitur auto save.

Port Quality

Karena ini game PSP dan grafis dari game originalnya terbilang cukup simpel, dan kebetulan saya main di PC via Steam, bisa dibilang PATAPON 1+2 REPLAY bisa mencapai 60 fps dengan mudah dengan spefikasi saya sedikit mubazir untuk game ini yaitu RTX4060 dan Ryzan 5 5600. Jadi secara spesifikasi kalian bisa berekspektasi jika game ini tidak perlu PC yang buas untuk memainkanya dan saya rasa juga sama hal di platform game ini bisa berjalan dengan lancar tanpa masa teknis yang berarti.

Final Verdict

Pada akhirnya, PATAPON 1+2 REPLAY merupakan cara terbaik untuk menikmati seri Patapon di era sekarang, walaupun ada sedikit kekurangan yang disebutkan diatas ditambah game ini juga tidak memasukkan Patapon 3 kedalam remaster kali ini, sehingga membuatnya serasa nanggung terutama Patapon 3 menjadi game terakhir dari seri Patapon di PSP. Namun patut di apresiasi bagaimana Bandai Namco dan Sony PlayStation bekerjasama dalam membawa game ini ke pasar lebih modern. Semoga dengan dirilisnya PATAPON 1+2 REPLAY memberikan angin segar agar lebih banyak game Japan Studio dibawa ke pasar lebih modern.

Score

Good

  • Masih berdasarkan versi PSP
  • Grafis lebih tajam
  • Musik yang menyenangkan
  • Gameplay yang seru
  • Bisa ubah tingkat kesulitan

Bad

  • Tidak Termasuk Patapon 3
  • Tidak ada Autosave

Great

Sebagai orang yang baru pertama kali main Patapon, menurut saya PATAPON 1+2 REPLAY bisa dibilang game cukup seru dan menarik untuk dimainkan, ditambah game ini memiliki musik yang meriah dan karakter-karakter yang lucu walaupun hanya digambarkan secara sederhana.Walaupun masih ada sedikit kekurangan dan gamenya cukup sulit bagi saya pribadi, tapi PATAPON 1+2 REPLAY tetap bisa memberikan pengalamanya yang menyenangkan . Semoga PATAPON 1+2 REPLAY bisa disukses di pasaran dan membuat Bandai Namco Entertaiment mau membawa game Japan Studio lainnya ke market dan platform lebih modern.

Game Details:

ItemPATAPON 1+2 REPLAY
Played onPC via Steam
DeveloperSAS CO.,LTD.
PublisherBandai Namco Entertainment Inc.
PlatformPS5, XBOX Series, PC
HargaRp. 399.000 (Steam)
Tags: Bandai NamcoPATAPON 1+2 REPLAYReview
Share132Tweet82ShareShare
Patrick Marcel

Patrick Marcel

Seorang manusia biasa yang suka dengan JRPG terutama untuk Persona, Kingdom Hearts, Dragon Quest, Tales Series dan masih banyak lainnya. Biasanya menghabiskan waktunya dengan mencoba hal-hal baru dan kali ini dia sedang mencoba 3D Modeling for inquiry and press contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Sutradara Final Fantasy VII Revelation Pertimbangkan DLC Bergaya EPISODE INTERmission
News

Sutradara Final Fantasy VII Revelation Pertimbangkan DLC Bergaya EPISODE INTERmission

byFransiskus Sukardi Ruata
August 2, 2026
0

Naoki Hamaguchi mengungkapkan bahwa seri Final Fantasy VII Remake akan diakhiri dengan Final Fantasy VII Revelation.

Read moreDetails
hololive Dreams Gabungkan Elemen RPG dan Ritme untuk Kejar Audiens yang Lebih Luas

Kejar Audiens yang Lebih Luas, hololive Dreams Gabungkan Elemen RPG dan Ritme!

August 2, 2026
Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

August 1, 2026
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.