ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result

Review Silent Hill f – Misteri Bercampur Jadi Satu Dengan Psychological Horror Yang Membuat Kalian Frustasi dan Gila!

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
February 28, 2026
in Review Game, Game, News, PC, Pilihan Editor, PlayStation, Review, Video, Xbox

Silent Hill sebagai game horror selalu lebih dari sekadar tentang “monster dalam kabut.” Di puncaknya, seri ini adalah sebuah game psychological horror yang telah menggali trauma personal yang mendalam, yang kemudian dirangkai menjadi mimpi buruk supernatural yang tak terlupakan bagi banyak orang. Dengan Silent Hill f, franchise ini mengambil langkah paling berani sejauh ini, meninggalkan kota Amerika yang berkabut dan beralih ke Jepang era 1960-an.

Tidak hanya radikal dalam pemilihan latar ceritanya tetapi beragam elemen dalam game ini hingga tim yang ada dibaliknya juga dihadirkan berani. Pilihan yang berani dan beresiko ini, dengan menghadirkan combat yang lebih intens daripada seri lainnya kemudian juga diajaknya penulis Ryukishi07 pada game ini malah terasa seperti pilihan yang terbukti sangat percaya diri dan sukses mencuri perhatian.

Lewat gabungan cerita penuh misteri yang kemudian diseimbangkan dengan atmosfer meresahkan yang menjadi ciri khas franchise ini, dengan narasi yang berakar pada cerita rakyat Jepang. Game ini kemudian kembali menghadirkan sebuah cerita baru yang penuh dilema psikologis yang menjadi ciri khasnya dalam sebuah latar yang benar benar baru.

Pada kesempatan kali ini kami diberikan kesempatan spesial oleh Konami dan NeoBards Entertainment untuk memainkan Silent Hill f. Jadi kira kira bagaimana pengalaman kami memainkan game ini ? Cerita dan mimpi buruk seperti apa yang menanti pada game ini ? Simak jawabannya pada review Silent Hill f oleh ReArchivu kali ini.

Table of Contents

  • Cerita & Synopsis – Misteri Dicampur Dengan Psychological Horror
    • Mengeksplorasi Tema Horror Lewat Rasa Frustasi Ketimbang Rasa Takut
  • Perubahan Fokus Gameplay Yang Cukup Radikal Tapi Sukses Menyumbang Rasa Frustasi
    • Lebih Fokus Ke Action Dengan Pacing Combat Yang Lebih Cepat
    • Puzzle Yang Cukup Menarik dan Cukup Menantang
  • Desain Dunia Yang Lebih Kecil dan Penuh Gang Sempit Yang Claustrophobic
    • Eksplorasi Game Silent Hill Tanpa Radio Adalah Nightmare Fuel Sempurna
  • Visual & Audio – Sedikit Liburan Ke Perdesaan Jepang
  • Port Quality (PC)
  • Final Verdict

Cerita & Synopsis – Misteri Dicampur Dengan Psychological Horror

Berbeda daripada game Silent Hill lainnya yang berlatar di Amerika, pada Silent Hill f kalian akan diajak mengeksplorasi sebuah latar yang sepenuhnya baru bagi seri ini. Game ini akan berlatar pada sebuah desa kecil di Jepang pada tahun 1960 bernama Ebisugaoka mengikuti cerita Hinako Shizimu dan teman temannya.

Kehidupannya, yang sama-sama biasa namun mengerikan, berubah menjadi kacau setelah mengalami pertengkaran hebat yang biasa terjadi dengan ayahnya. Saat melarikan diri dari rumahnya yang menyesakkan dan bersantai bersama teman-teman sekelasnya, kabut yang mengancam menyelimuti pemandangan.

Begitu kabut menyelimuti, monster-monster dari dunia lain tiba-tiba berkeliaran di kota, dan hampir setiap warga lenyap. Yang membuat keadaan semakin tidak normal adalah Hinako yang tampaknya terhanyut ke tempat lain ketika ia jatuh pingsan ke sebuah kuil gelap yang nampaknya berada pada alam lain yang berbeda dengan desa yang Ia tinggali selama ini.

Lantas misteri seperti apa yang menunggu Hinako ? Apa yang sebenarnya terjadi pada desa tersebut ? Untuk mengetahuinya tentunya kalian harus memainkan gamenya sendiri agar terhindar dari spoiler.

Sebenarnya kalau bicara cerita, tentunya yang sejak awal menjadi sorotan hangat adalah nama yang berada dibalik game ini yaitu Ryukishi07. Untuk yang kurang familiar beliau adalah penulis dibalik seri visual novel misteri thriller cult classics berjudul When They Cry yang terdiri dari seri Umineko, Higurashi, dan Ciconia. Saya sendiri tidak terlalu mengikuti karya karya Ryukishi07 selain Umineko, tetapi hal ini kemudian mendatangkan perhatian orang orang yang telah familiar dengan karyanya terlebih dahulu karena sering kali naratif yang dihadirkannya terasa sensasional dengan tema thriller khasnya.

Hal ini pun jelas terasa pada Silent Hill f terutama sepanjang awal permainan game ini yang rasanya kental sekali dengan tema misteri ketimbang langsung terjun ke naratif khas seri ini yang biasa lebih fokus mengeksplor sisi psikologis dari karakter utama dalam tema psychological horror. Rasanya untuk saya pribadi bahkan terasa seperti ‘cukup asing’ untuk sebuah game Silent Hill dan hampir tidak terasa seperti Silent Hill awalnya.

Namun seiring kalian terus memainkan game ini, tema misteri tadi yang kental diawal dan terus menimbulkan pertanyaan dikepala pemain akan mulai melebur dengan tema psychological horror khas seri ini dimana pemain akan mulai fokus mengeksplorasi alam bawah sadar dari sang karakter utama. Hasilnya ? Sebuah cerita gila yang tidak hanya menguras kewarasan dari sang karakter utama tapi juga pemainnya yang dibalut plot twist yang tak kalah gila juga.

Mengeksplorasi Tema Horror Lewat Rasa Frustasi Ketimbang Rasa Takut

Ketika membicarakan horror sebagai genre biasanya yang paling mudah terlintas dalam kepala adalah seberapa menakutkannya karya horror tersebut. Namun ketika kita mengeksplorasi genre ini lebih jauh lagi, sebenarnya tidak semua karya horror harus fokus dalam penyampaian rasa takut saja. Karya horror juga harus punya premis dan cerita yang menarik untuk diikuti dalam menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Genre horror secara esensi sebenarnya adalah tema yang berusaha membawakan rasa tidak nyaman pada pemain/penontonnya lewat berbagai emosi emosi negatif seperti ketakutan, gambar gambar mengganggu, frustasi, latar tempat, hingga teror psikologis. Dalam kasus Silent Hill sendiri biasanya tema horror ini disampaikan melalui latar tempat menakutkan yang sunyi dan ditemani kabut hingga teror psikologis dari mengeksplorasi isi pikiran sang karakter utama yang biasanya fuck up.

Tetapi dalam Silent Hill f rasa tidak nyaman ini justri berusaha dibawakan melalui rasa frustasi yang menyelimuti seuruh aspek game ini mulai dari naratif hingga gameplay. Rasa frustasi ini awalnya diperlihatkan lewat misteri yang menyelimuti Ebisugaoka pada awal cerita, karena alih alih game ini menjelaskan apa yang terjadi atau sang karakter berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kota tersebut malahan yang ada respons sang karakter utama justru marah marah. Kemudian di tangan Ryukishi07 rasa frustasi inilah yang menjadi senjata teror psikologis yang sangatlah kuat hingga terus memperdalam naratif yang dihadirkannya.

Puncaknya adalah pada akhir cerita yang dimana kita sebagai pemain dibuat menganga menyaksikan misteri dari cerita terbuka perlahan dengan plot twist yang sangatlah gila.

Untuk saya pribadi Silent Hill f berhasil membawakan pengalaman naratif yang unik dan menarik, tak hanya game ini berhasil menguji sebuah premis dan tema baru tetapi juga berhasil membawakan naratif segar tersebut kedalam tradisi naratif Silent Hill dengan sangatlah baik dengan balutan latar oriental yang cukup segar di mata daripada latar khasnya dalam kota amerika yang mencekam.

Perubahan Fokus Gameplay Yang Cukup Radikal Tapi Sukses Menyumbang Rasa Frustasi

Walau untuk saya sendiri cukup tidak yakin pada awalnya ketika mendengar game ini akan menghadirkan gameplay yang lebih fokus pada sisi action ketimbang gameplay yang lebih seimbang pada eksplorasi dan combat seperti seri Silent Hill lainnya, apalagi alasan yang diberikan oleh sang produser sendiri pada waktu itu kurang meyakinkan bagi saya.

Namun yang tidak saya sangka, ternyata peurbahan gameplay paling radikal dalam game ini lewat combatnya justru menghadirkan pengalaman yang malahan menambahkan rasa tegang dan frustasi dalam naratif utamanya.

Lebih Fokus Ke Action Dengan Pacing Combat Yang Lebih Cepat

Berbeda dengan Silent Hill lainnya yang menghadirkan gaya combat dengan pacing yang lebih lambat dan metodologis, pacing combat dalam game ini ditekankan untuk hadir lebih cepat dengan sistim seperti stamina dan counter yang sempat disebut ‘soulslike’ (game ini bukan soulslike) juga oleh sebagian orang. Hal baru yang juga unik dihadirkan di game ini adalah sistim durabilitas senjata yang dimana senjata akan rusak perlahan seiring kalian gunakan. Ditambah lagi intensitas jumlah combat pada game ini cukup banyak sehingga hadirnya sistim stamina dan durabilitas ini justru memberikan reaksi kimia yang cukup unik pada Silent Hill f.

Seperti yang sebelumnya sempat saya sebut berkali kali, game ini berusaha menyampaikan naratif horror melalui emosi negatif khususnya rasa frustasi kepada pemain dan sepanjang Silent Hill f rasa frustasi ini termanifestasi dibawakan tidak hanya melalui naratifnya saja tetapi juga lewat gameplaynya. Walau pacing combat kini lebih cepat tapi tidak serta merta menjadikan combatnya tidak menantang, malahan menjadikannya lebih sulit dalam beberapa hal.

Tak lupa manajemen item yang terbatas juga dihadirkan, dimana dengan inventory yang dibatasi dan jumlah item yang dapat kalian temukan dalam eksplorasi yang terbatas turut menjadi tantangannya sendiri.

Sehingga dengan intensitas combat yang banyak pada game ini kemudian mulai dari pemain yang kini juga harus memperhatikan manajemen staminanya, hingga manajemen durabilitas senjata, dan belum lagi supply lainnya yang terbatas membuat kalian harus berpikir dua kali sebelum setidaknya untuk commit dalam setiap combat yang ada. Apalagi beberapa musuh juga sering kali ditempatkan pada tempat tempat yang tidak kita duga dengan jumpscare khas game horror, membuat pemain harus tetap was was dengan segala hal yang terjadi pada game ini.

Hal inilah yang kemudian justru menimbulkan rasa frustasi juga, supply yang terbatas yang terus menambah beban pikiran apalagi encounter musuh yang banyak dan beberapa yang tidak diduga ini kini membuat pemain harus terus memikirkan setiap langkahnya dalam dilema pilihan yang merepresentasikan keresahan yang dirasakan karakter utama sepanjang game.

Puzzle Yang Cukup Menarik dan Cukup Menantang

Puzzle pastinya menjadi elemen umum yang ada pada game horror, dan puzzle puzzle tersebut kembali dibawakan pada game ini. Sejujurnya untuk saya sendiri, puzzle biasanya menjadi elemen yang paling kurang saya minati dalam sebuah game horror. Dikarenakan sering kali puzzle puzzle ini lebih banyak membingungkan dan sulit dengan cara yang menyebalkan, kurang variatifnya puzzle yang dihadirkan juga menjadi alasan lain kenapa kebanyakan puzzle dalam game horror rasanya sedikit kurang menarik untuk saya pribadi.

Tetapi untungnya puzzle dalam Silent Hill f tiap chapternya hadir cukup variatif dan hadir menantang dalam jumlah yang cukup sehingga tidak turut membuat frustasi. Adanya variasi ini setidaknya mengurangi elemen repetitif dalam game ini sehingga masih menarik untuk dimainkan.

Puzzle favorit saya sendiri adalah ketika harus mencari orang orangan sawah yang menunjukkan jalan yang benar dalam area sawah berkabut yang membingungkan.

Desain Dunia Yang Lebih Kecil dan Penuh Gang Sempit Yang Claustrophobic

Berbeda dengan kota Silent Hill dengan jalan rayanya yang luas dan memberikan ruang eksplorasi yang lebih leluasa, pada Silent Hill f desa Ebisugaoka menghadirkan area eksplorasi yang lebih terbatas dengan gang gang kecil yang terkesan claustrophobic.

Tapi tak hanya dalam urusan sebagian besar area yang lebih sempit juga, Silent Hill f sayangnya tak punya level detail yang sebanding dengan Silent Hill 2 yang kebanyakan gedung gedungnya dapat kita masuki. Jumlah gedung yang bisa kita masuki dan eksplorasi pada game ini jauh lebih sedikit jumlahnya, namun walau begitu sebenarnya pemain tetap disarankan untuk coba eksplorasi sebisa mungkin area yang bisa kalian masuki karena biasanya akan ada banyak supply yang bisa kalian temukan.

Sorotan utama pada eksplorasi tentunya ada pada desainnya yang penuh gang dan jalan setapak yang sempit sehingga membatasi cara kalian bergerak, desain ini nantinya akan menambahkan ketegangan dalam combat dan lagi lagi membawakan rasa tidak nyaman juga bagi sebagian pemain terutama mereka yang memiliki claustrophobia.

Walau cukup disayangkan secara eksplorasi game ini cukup lemah, tetapi desain dunianya secara keseluruhan untungnya tetap menarik dilihat secara estetis.

Eksplorasi Game Silent Hill Tanpa Radio Adalah Nightmare Fuel Sempurna

Satu hal unik yang biasa ada dalam game Silent Hill adalah hadirnya item radio yang berfungsi memberi tahu keberadaan monster yang ada di dekat kalian. Ketika ada monster dalam jarak dekat, biasanya akan muncul suara statis yang menggangu dari radio tersebut yang menandakan keberadaan mahluk mistis.

Namun dalam Silent Hill f item ini ditiadakan sehingga untuk mengetahui ada tidaknya mahluk mistis kalian harus benar benar mendengarkan klu suara dari sekitar kalian seperti jejak kaki, desahan monster, dan lainnya. Yang tidak saya sangka justru tanpa adanya radio ini yang biasanya justru sedikit mengganggu tetapi seperti melindungi kita dari serangan tiba tiba, malahan menjadi nightmare fuell karena jadinya kita tidak tahu keberadaan pasti adanya mahluk mistis ini atau tidak, ditambah terkadang suara mereka tercampur dengan suara langkah kaki dan gerakan karakter kita sendiri.

Visual & Audio – Sedikit Liburan Ke Perdesaan Jepang

Sebagai catatan penting, Silent Hill f memiliki desain audio yang luar biasa. Selain soundtrack yang memukau dan sesuai dengan nadanya, serta rasa takut yang merayap dan abnormal akibat audio yang menandakan datangnya bahaya, penampilan suaranya juga memukau.

Kecuali untuk penampilan tertentu, pengisi suara bahasa Inggrisnya cukup tepat, memperkuat atmosfer, sementara pengisi suara aslinya yang bahasa Jepang juga tak kalah bagusnya.

Walau secara grafis secara keseluruhan tak selevel dengan Silent Hill 2 Remake yang sangat memukau dibuat oleh Bloober Team tetapi direksi visual di seluruh latar dan desain makhluk-makhluk mengerikan juga tak kalah menjadi sorotan menarik, selaras dengan apa yang berusaha mereka jual sejak awal dengan premis “find beauty in terror.”

Port Quality (PC)

Masalah kualitas port kembali masih menjadi tantangan besar untuk game game Konami terutama di PC. Secara performa secara keseluruhan sebenarnya game ini berjalan cukup stabil dengan DLSS dan FSR. Opsi settingan grafis yang dihadirkan juga cukup lengkap, dan dengan settingan medium game ini berjalan cukup stabil dengan 40-55 FPS ketika saya mainkan sambil melakukan rekaman melalui OBS.

Sebagai refrensi PC yang saya gunakan sendiri adalah sebagai berikut:

  • RTX 3050 6GB
  • Ryzen 7 5700X
  • 32GB DDR4

Yang memang secara performa seharusnya sudah sesuai dengan yang saya dapatkan, hanya saja masalahnya terlepas dari performa game ini malah memiliki visual bug yang sangat menggangu selama permainan jika kalian menggunakan DLSS/FSR.

Lebih tepatnya ketika memasuki area Dark Shrine terkadang hadir visual distortion yang sangat menggangu, sehingga hasilnya saya harus terus menerus keluar masuk dalam game mengganti settingan anti aliasing tiap berpindah dari Ebisugaoka dan Dark Shrine.

Final Verdict

Secara keseluruhan Silent Hill f adalah pengalaman baru dalam seri horror klasik Silent Hill, bukan hanya secara latar saja tetapi juga lewat gaya naratif dan pengalaman gameplay yang benar benar baru.

Walau begitu bukan berarti tak ada ciri khas Silent Hill di dalamnya, karena lagi lagi Silent Hill f layaknya Silent Hill lainnya pada intinya adalah tentang eksplorasi alam psikologis dari sang karakter utama. Hanya saja disajikan pada game ini dengan cara yang sedikit berbeda lewat naratif misteri khasnya Ryukishi07 yang ternyata agak gila ketika dibawakan dalam game horror. Alih alih sekedar hadir menakutkan, Silent Hill f juga mencoba membawa emosi lain dalam gamenya yaitu lewat emosi negatif lain seperti rasa frustasi, klaustrophobia yang menimbulkan ketidak nyamanan, yang dampaknya bukan hanya menguras kewarasan sang karakter utama tapi juga pemainnya.

Pada akhirnya Silent Hill f berhasil membawakan sebuah premis yang cukup menarik untuk di eksplorasi, tak hanya berusaha menghadirkan horror hanya lewat rasa takut tapi juga melalui tema lain yang jarang di eksplorasi dalam karya horror.

Game Details:

ItemSilent Hill f
Played onPC
DeveloperNeoBards Entertainment
PublisherKonami
PlatformPS 5, XBOX Series, & PC via Steam
HargaRP. 1.004.000 (PC)

Masterpiece

Silent Hill f menawarkan pengalaman baru dalam seri klasik ini, baik dari sisi latar, narasi, maupun gameplay. Meski begitu, esensi Silent Hill tetap hadir lewat eksplorasi psikologis karakter utama, hanya saja disajikan dengan gaya misteri khas Ryukishi07. Selain rasa takut, game ini juga menekan pemain dengan emosi negatif seperti frustasi dan klaustrofobia, yang menguras kewarasan karakter maupun pemain.

The Review

Silent Hill f

PROS

  • Naratif gila yang sukses membuat pemainnya frustasi bukan hanya karakternya
  • Desain gameplay yang berhasil melebur dengan baik secara keseluruhan dengan tema yang dihadirkan
  • Silent Hill f punya desain audio yang luar biasa
  • Puzzle yang cukup dan tidak terlalu berlebihan
  • Combat yang cukup asik walau kontroversial
  • Illustrasi Kera yang sangat indah

CONS

  • Tidak ada regional pricing
  • Port PC masih berantakan
Tags: KonamiReArchivu New VideoReArchivu VideoSilent Hill
Share134Tweet84ShareShare
Previous Post

Review Sonic Racing: Crossworlds – Game Kart yang Gokil Abis!

Next Post

Perilisan Digimon Story Time Stranger Sukses Besar Dengan Jumlah Pemain Bersamaan Yang Melampaui Semua Game Persona di Steam Ketika Peluncurannya.

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.