Dintengah hiruk pikuk dari game-game yang dirilis pada bulan ini, ada game indie yang cukup menarik perhatian saya karena memiliki tema cukup unik, game tersebut berjudul Undusted: Letters from the Past. Sebuah game indie dari developer asal Korea bernama 5minlab Corp. dan di publish oleh Toge Productions, game ini mengajak kalian untuk membersihkan barang-barang berdebu menjadi bersih kembali dengan sisipan cerita naratif tentang keluarga.
Pada artikel kali ini ReArchivu mendapatkan kesempatan spesial dari Toge Production untuk memainkan Undusted: Letters from the Past, jadi bagaimana pengalamannya kali ini? Simak jawabannya pada review Undusted: Letters from the Past oleh ReArchivu kali ini!
Table of Contents
Sebuah Cerita Tentang Keluarga

Undusted: Letters from the Past bercerita tentang Andora, seorang gadis yang kembali kerumah masa kecil dia setelah kepergian mendiang ibunya, Dalam rumah tersebut yang kini telah berantakkan, Andora ditugaskan untuk membersihkan barang-barang yang ada di dalam rumahnya. Setiap bendayang dibersihkan oleh Andora memiliki ceritanya tersendiri dari bahagia, sedih hingga mengharukan. Kurang lebih begitu premis yang ingin disampaikan oleh Undusted: Letters from the Past

Secara penyampaian cerita ini game beneran singkat, sebelum membersihkan benda-benda yang akan dibersihkan, gamenya selalu memberikan cerita dan konteks yang berhubungan dengan benda yang sedang dibersihkan, misalnya foto keluarga Androra, yang sebelum dan sesudah membersihkan foto tersebut akan ada sedikit cerita pendek tentang benda tersebut dan sesudah membersihkan. Secara keseluruhan ceritanya cukup singkat tapi setidaknya dalam dialog-dialog tidak seberapa tersebut ada momen-momen cukup mengharukan bagi saya.
Bersih-Bersih

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dari sisi gameplay. Di setiap level, kita hanya diberi satu benda yang harus dibersihkan, seperti foto keluarga, mesin ketik, kamera, tinta, atau liontin. Untuk membersihkannya, biasanya tersedia dua alat utama yaitu spons busa dan sikat pembersih. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, di mana spons digunakan untuk membersihkan area dengan jangkauan yang lebih luas sedangkan sikat digunakan untuk menjangkau sela-sela kecil yang tidak bisa disentuh oleh spons. Seiring berjalannya permainan, kita juga akan mendapatkan alat baru seperti kain lap untuk membersihkan permukaan kaca serta vakum yang berfungsi menyedot debu agar proses pembersihan menjadi lebih cepat dan efisien.
Kalian akan melihat sebuah progress bar yang menunjukkan seberapa jauh proses pembersihan yang telah dilakukan. Setiap leveldapat diselesaikan ketika progress mencapai 99%, namun bagi yang ingin hasil sempurna bisa menuntaskannya hingga 100%. Selain itu, setiap kali progress mencapai persentase tertentu, akan terbuka sebuah hint yang menunjukkan bagian-bagian yang masih belum dibersihkan, sehingga membuat proses pembersihan lebih cepat. Namun, semakin lama permainan berjalan, rasa monoton mulai terasa. Untungnya, beberapa benda yang bisa dibersihkan memiliki elemen interaktif yang cukup menyegarkan, seperti kamera yang tombol shatternya bisa ditekan, mesin ketik dengan keyboard yang bisa dipencet, hingga pemutar musik dengan tempat kaset yang dapat dibuka. Elemen-elemen kecil ini membantu mengurangi rasa jenuh dan membuat pengalaman bermain terasa lebih hidup.
Lokalisasi Bahasa Indonesia yang OK Banget

Hal yang paling saya suka adalah lokalisasinya, walaupun gamenya sendiri merupakan developer asal Korea tapi lokalisasi Bahasa Indonesia sangat teramat bagus, saya sendiri berhasil menamatkan game ini dalam Bahasa Indonesia dan tidak merasa aneh terhadap bahasa Indonesianya yang nantinya terlalu kaku karena baku. Dan saya bisa bilang, saya sangat menikmati game ini dalam Bahasa Indonesia.
Visual dan Musik yang Cozy

Kita masuk ke bagian “main dish”. Menurut saya, daya tarik utama dari game ini terletak pada visual dan musiknya. Meskipun konsep yang diusung sangat sederhana yaitu membersihkan benda namun semuanya dikemas dengan sangat menarik. Visualnya memiliki gaya seperti lukisan cat air dengan nuansa lembut, dipadukan dengan potret karakter yang imut. Sementara itu, musiknya terasa sangat cozy dan menenangkan. Alunan nada yang lembut berpadu dengan visual yang indah, menciptakan suasana yang damai dan membuat pengalaman bermain terasa menenangkan. Buat saya visual dan musik tidak ada yang perlu di komentari, karena keduanya benar-benar sesuai untuk game ini.
PC Port
Game dengan visual yang tergolong sederhana ini tidak menuntut spesifikasi tinggi. Dari tampilannya saja sudah bisa ditebak bahwa kalian tidak memerlukan PC dengan performa kuat untuk memainkannya. Saya rasa, kalian bisa menikmati game ini tanpa perlu khawatir mengenai spesifkasinya. Menurut halaman Steam, untuk memainkan Undusted: Letters from the Past kalian hanya perlu prosessor 1.8 Ghz dan ram 2GB saja.
Final Verdict

Kekurangan terbesar menurut saya hanya di durasi,pengalaman saya pribadi hanya perlu sekitar 100 menit untuk menamatkan game ini namun mengingat game ini dibanderol sangat murah yaitu Rp.90.999, menurut saya tidak ada salahnya kalian untuk mencoba game ini, mengingat game ini cukup cozy dan cocok untuk menghabiskan waktu luang kalian jika tidak tau mau ngapain dan ingin game simpel yang tidak perlu banyak mikir serta memiliki cerita yang menarik untuk diikuti maka Undusted: Letters from the Past adalah jawaban yang tepat untuk kalian.
Game Details
| Item | Undusted: Letters from the Past |
| Played on | PC via Steam |
| Developer | 5minlab Corp. |
| Publisher | Toge Productions |
| Platform | PC |
| Harga | Rp 90 999 |

Great
Walaupun game ini sedikit monoton dan memiliki waktu singkat untuk menamatkan game ini tapi dengan visual, cerita dan musik yang ditawar serta melihat harganya kurang dari 100 ribu, menurut penulis Undusted: Letters from the Past bisa menjadi pertimbangan untuk membeli game ini.
The Review
Undusted: Letters from the Past
PROS
- Musik dan Visual yang Cozy
- Lokalisasi Bahasa Indonesia yang Bagus
- Beberapa benda ada yang interaktif
CONS
- Monoton
- Durasi Game Yang Terlalu Singkat










Discussion about this post