CFO Sony Group Corporation, Lin Tao, mengungkapkan bahwa perusahaan akan tetap melanjutkan penghentian produksi game fisik PlayStation “dengan hati-hati”.
Daftar Isi
PS5 Terjual 95.3 Juta Unit, Tidak ada Kenaikan Harga Lebih Lanjut Lagi?

Dalam laporan keuangan Q1 FY 2026, Sony Group Corporation mengumumkan bahwa PS5 telah terjual sebanyak 95,3 juta unit di seluruh dunia. Sebanyak 1,6 juta unit PS5 terjual selama Q1 FY 2026, turun 0,9 juta unit dari Q1 FY 2025.
Berikut beberapa statistik tambahan:
- Terdapat 125 juta pengguna aktif bulanan di PlayStation Network per 30 Juni 2026, meningkat dua juta dari Q1 FY 2025.
- Software PS5 dan PS4 secara gabungan terjual sebanyak 66,1 juta kopi selama Q1 FY 2026, meningkat 0,2 juta dari Q1 FY 2025. Enam juta kopi merupakan game first-party, turun 0,19 juta dari Q1 FY 2025. 82 persen dari penjualan software adalah unduhan digital software game lengkap, turun satu persen dari Q1 FY 2025.
Menurut Sony Group Corporation, mereka telah “mengamankan jumlah memori yang diperlukan untuk memenuhi volume penjualan yang diproyeksikan untuk FY 2026, dan tidak ada perubahan pada rencana kami agar profitabilitas hardware untuk FY 2026 tetap serupa dengan FY 2025″.
Direktur riset dan wawasan di Niko Partners, Daniel Ahmad, mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut menyiratkan tidak akan ada kenaikan harga PS5 lebih lanjut pada tahun 2026.
Ahmad juga mencatat bahwa Sony Group Corporation memperkirakan penurunan keuntungan game first-party PlayStation pada FY 2026 karena penyesuaian “roadmap”. Ini menyiratkan bahwa sebuah game first-party PlayStation telah “ditunda”.
MARVEL Tōkon: Fighting Souls akan rilis di PS5 dan PC (Steam, Epic Games Store) pada 6 Agustus 2026.
Marvel’s Wolverine akan rilis di PS5 pada 15 September 2026.
God of War Laufey akan rilis di PS5 pada 16 Februari 2027.
Sesi Tanya Jawab
Terlepas Dikritik Habis-habisan, Sony Tetap Lanjutkan Penghentian Produksi Game Fisik PlayStation
Dalam sesi tanya jawab dengan investor dan media, CFO Sony Group Corporation, Lin Tao, ditanya tentang keputusan untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation pada Januari 2028.
“Kami mengumumkan bahwa mulai Januari 2028 dan seterusnya, kami tidak akan lagi memproduksi disk—jadi satu setengah tahun ke depan,” ungkap Tao.
“Ada berbagai alasan mengapa kami membuat keputusan ini; yang terbesar adalah digitalisasi konten secara keseluruhan telah berkembang—itulah faktor utamanya. Bukan hanya PlayStation, tetapi juga untuk semua jenis konten, digitalisasi sedang berkembang.”
Tao melanjutkan, “Jadi ketika kami memikirkan masa depan, dan kami telah mempertimbangkannya dengan matang, dan kami dengan hati-hati mempertimbangkan hal ini, kami sampai pada kesimpulan ini, dan kami akan dengan hati-hati melanjutkannya.”
“Dan terkait keputusan ini, kami telah menerima berbagai pendapat—orang-orang memiliki pandangan yang kuat—dan kami memahami bahwa komunitas telah menyampaikan pandangan-pandangan tersebut kepada kami.”
Tao menambahkan, “Game dicintai oleh banyak orang. Ini adalah bentuk hiburan yang disukai banyak orang, dan dalam banyak kasus, game terhubung dengan kenangan indah orang-orang. Jadi kami memahami emosi tersebut. Kami ingin mempertimbangkan hal itu.”
“Dan di masa depan ekosistem digital, bagaimana kami melibatkan para gamer adalah sesuatu yang ingin terus kami eksplorasi. Terima kasih banyak.”
Sony Klaim Keputusan Penghentian Produksi Game Fisik Belum Berdampak pada Bisnis PlayStation
Tao ditanya lebih lanjut apakah keputusan tersebut berdampak pada bisnis PlayStation.
“Saat ini, kami belum melihat dampak apa pun pada bisnis kami,” jawab Tao. “Namun, ke depannya, mengenai penjualan konten, sebagian besar sudah didigitalisasi.”
Tao melanjutkan, “Oleh karena itu, sebagai akibat dari penghentian penjualan disk, kami tidak melihat akan ada dampak negatif pada bisnis kami. Namun, seperti yang sudah saya katakan, para pengguna, para pemain, memiliki keterikatan, dan kita harus memikirkan bagaimana menanggapi umpan balik tersebut.”
Sony Klaim Amerika Utara Bisa Jual Game Fisik Lewat Kode Unduhan
Di sisi lain, Tao menyatakan bahwa perusahaan telah berdiskusi dengan para pengecer untuk mencari solusi yang akan memuaskan kedua belah pihak.
“Selama 30 tahun terakhir, kami telah menjual PlayStation dan mitra ritel selalu penting bagi kami,” ujar Tao. “Dengan selesainya produksi disk, kami mengomunikasikan hal ini sejak dini, sehingga kami memiliki cukup waktu untuk mendengarkan berbagai suara mitra.”
Tao melanjutkan, “Di Amerika Utara, hal ini sudah terjadi, tetapi tanpa disk dalam kemasan, ada kode yang disertakan; begitulah cara mereka menjual di Amerika Utara. Ada karakteristik regional untuk setiap mitra regional, jadi kami akan mencoba melakukan dialog menyeluruh agar kami dapat mencapai situasi yang saling menguntungkan.”
Bukan Disk, Sony Klaim Pembeda PS5 dan PC Adalah Kontennya
Menariknya, Tao ditanya bagaimana cara membedakan PS5 dan PC ketika produksi game fisik PlayStation berhenti.
“Kami tidak merasa bahwa disk adalah faktor pembeda dari PC,” kata Tao. “Kekuatan kami adalah konten yang dikurasi. Itu salah satu kekuatan kami. Lingkungan game-nya stabil. Itu adalah kekuatan lain. Dan dibandingkan dengan PC gaming kelas atas, produk kami lebih terjangkau.”
Tao melanjutkan, “Jadi kami tidak merasa bahwa disk itu sendiri merupakan faktor pembeda yang kuat. Jadi ke depannya, kami dapat hidup berdampingan secara damai dengan game PC.”















Discussion about this post