COLOPL, yang baru-baru ini mengumumkan perilisan Tsukuyomi karya KAZUMA KANEKO untuk Switch, melaporkan pada 4 Februari bahwa perusahaan telah melepas 104 karyawan tetap yang menyetujui program pembelian pesangon (buyout).
Menariknya, jumlah karyawan yang mengajukan pengunduran diri sukarela ini jauh melampaui target pengurangan pegawai yang awalnya ditetapkan perusahaan.
Pada November 2025, COLOPL mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja setelah mencatat kerugian berkelanjutan pada bisnis game intinya. Meskipun judul terbitan Square Enix, Dragon Quest Walk, masih menunjukkan performa yang kuat di Jepang, rilisan yang lebih baru seperti Tsukuyomi: The Divine Hunter dan Isekai ∞ Isekai gagal memenuhi target pendapatan. Secara kebetulan, telah diumumkan bahwa kedua game tersebut dijadwalkan mengakhiri layanannya pada April tahun ini.
Awalnya COLOPL berencana melepas 70 karyawan, namun pada akhirnya perusahaan menerima 104 pendaftar untuk program pengunduran diri sukarela tersebut. Para karyawan yang setuju meninggalkan perusahaan resmi mengundurkan diri per 31 Januari 2026, dan menerima dukungan penempatan kerja (outplacement) serta paket pesangon khusus dari COLOPL.
Sebagai dampak dari langkah ini dan biaya terkait lainnya, perusahaan mencatat kerugian luar biasa sebesar 273 juta yen, atau sekitar 1,72 juta dolar AS.















Discussion about this post