Desainer Yu Mizokami telah mengungkapkan bahwa Village in the Shade akan berfokus pada ketakutan terhadap manusia dan rahasia.
Berbicara dengan Automaton, manajer pengembangan Mio Katsumata dan Mizokami membahas konsep unik Village in the Shade serta tantangan dalam menyeimbangkan genre “farming” dan “horror“.
Menurut Katsumata, sekitar 80 persen dari game ini adalah “farming simulator“, dan Nippon Ichi Software berfokus pada “keanehan” Kagatsu Village serta cerita yang berputar di sekitarnya.
“Bahkan dalam payung ‘horor’ yang luas, ada berbagai macam karya yang berbeda,” timpal Mizokami. “Game kami menawarkan jenis ketakutan yang sedikit berbeda dibandingkan, misalnya, jenis horor yang menampilkan jump scare atau darah yang berceceran di mana-mana.”
Mizokami melanjutkan, “Sebaliknya, game ini berfokus pada ketakutan terhadap manusia dan ketakutan akan rahasia, jadi saya harap Anda akan menantikan aspek-aspek tersebut.”
Bukan Horor Berdarah-darah, Village in the Shade akan Fokus pada Ketakutan Terhadap Manusia
Katsumata menambahkan bahwa bagian eksplorasi malam hari di Village in the Shade terasa cukup mirip dengan waralaba Yomawari; namun, perbedaannya adalah setiap malam, roh-roh yang berbeda muncul di Kagatsu Village.
“Jadi, sementara pemain menikmati kehidupan santai yang nyaman di desa, peristiwa yang mengingatkan mereka bahwa ‘ini bukan sekadar simulator pertanian, ini adalah Village in the Shade‘ akan muncul secara tak terduga dari waktu ke waktu,” ungkap Mizokami.
“Saya percaya apa yang membuat game ini unik adalah kami berhasil mencapai keseimbangan yang baik antara ‘ketegangan dan kelegaan’, di mana suasana tegang mengejutkan Anda tepat ketika Anda mulai bersantai.”
Katsumata juga mengonfirmasi bahwa Village in the Shade akan menampilkan “Peaceful Life Mode” bagi mereka yang lebih suka memainkan game ini tanpa terlibat dengan elemen horor.
Village in the Shade akan rilis di PS5, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC (Steam) pada 29 Juli 2026.















Discussion about this post