ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Komentar Sutradara Monster Hunter Wilds Mengundang Kemarahan Fans Jepang Karena Komentar Yang Seolah Menghapus Keberadaan Monster Hunter Rise

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
December 6, 2025
in Game, JRPG, News, PlayStation

Baru baru ini, SIE menggelar PlayStation Partner Awards tahunan untuk wilayah Jepang/Asia, di mana Monster Hunter Wilds dari Capcom memenangkan Grand Award (diberikan kepada lima judul PS terlaris buatan Asia dalam setahun terakhir).

Usai acara penghargaan, sutradara Wilds Yuya Tokuda dan produser Ryozo Tsujimoto melakukan wawancara dengan media, dan sebuah detail dari pernyataan mereka memicu sedikit kemarahan yang keliru di kalangan penggemar Jepang.

Baca Juga

Rekap Nintendo Direct September 2025

Rekap Nintendo Direct September 2025

September 14, 2025
Pemain Jepang Lebih Suka Pandangan “Third-Person”, Pemain Barat Lebih Sering Pilih “First-Person” dalam Resident Evil Requiem

Pemain Jepang Lebih Suka Pandangan “Third-Person”, Pemain Barat Lebih Sering Pilih “First-Person” dalam Resident Evil Requiem

October 1, 2025
Mantan Sutradara The Last of Us Kritik AI Generatif Dalam Video Game: Seperti “Ular yang Memakan Ekornya Sendiri”

Mantan Sutradara The Last of Us Kritik AI Generatif Dalam Video Game: Seperti “Ular yang Memakan Ekornya Sendiri”

December 22, 2025
Game Rogulite Terbaru Dari SWERY & SUDA51 Hotel Barcelona Akan Dirilis September 2025 Ini.

Game Rogulite Terbaru Dari SWERY & SUDA51 Hotel Barcelona Akan Dirilis September 2025 Ini.

July 11, 2025

Ketika menjawab pertanyaan tentang bagaimana ia menyeimbangkan “menarik pemain baru” dan “memuaskan pemain veteran” saat mengembangkan Monster Hunter Wilds, Tokuda mengatakan bahwa timnya menganalisis data mengenai di mana para pemain sebelumnya mengalami kesulitan.

Akar dari kemarahan ini berasal dari caranya menyebut Monster Hunter World (2018) sebagai “judul sebelumnya” atau “game pendahulu” (前作 / zensaku), padahal Monster Hunter Rise: Sunbreak hadir di antara World dan Wilds pada 2021.

Sebuah tangkapan layar wawancara yang menyoroti frasa “judul sebelumnya, Monster Hunter World” diunggah ke X, mendapat lebih dari 3.2 ribu likes dan banyak komentar kecewa.

Unggahan serupa yang mengkritik pilihan kata Tokuda juga mendapatkan perhatian besar. Para pengguna Jepang menafsirkan perkataan Tokuda sebagai upaya mengecilkan keberadaan Rise, yang dikembangkan oleh tim “portable” Capcom (di balik Portable 3rd, Generations, Rise/Sunbreak), bukan tim konsol high-end (World, Iceborne, Wilds).

Hal ini dianggap mencerminkan semacam “politik internal” atau perbedaan kasta antar lini pengembangan.

Namun di sisi lain, banyak yang menilai kemarahan tersebut tidak berdasar, karena Tokuda jelas merujuk pada game yang ia sendiri kerjakan sebelumnya. Ini penting, mengingat konteks asli wawancara mengungkap bahwa ia sedang membahas bagaimana timnya menganalisis pekerjaan mereka sendiri di masa lalu (konteks yang hilang dalam unggahan X yang memicu kontroversi).

Selain itu, beberapa orang juga menekankan bahwa pengembangan Monster Hunter Wilds dimulai sebelum Sunbreak dirilis, yang mungkin menjadi salah satu alasan Tokuda menggunakan frasa tersebut.

Jika dilihat secara keseluruhan, tidak tampak adanya niat buruk di balik pernyataan itu. Meski begitu, sebagian penggemar tetap bersikeras bahwa Tokuda seharusnya lebih mempertimbangkan sudut pandang pemain dan memilih kata-kata yang lebih hati-hati agar tidak memicu kecemasan tentang arah seri tersebut.

Tags: Berita GameCapcomMonster Hunter
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Kepala Sonic Team Klaim Sonic the Hedgehog Dibuat untuk Kalahkan Disney
News

Kepala Sonic Team Klaim Sonic the Hedgehog Dibuat untuk Kalahkan Disney

byFransiskus Sukardi Ruata
August 4, 2026
0

Menurut Takashi Iizuka, SEGA saat itu "ingin memiliki konten yang jauh lebih unggul dari apa yang dilakukan Disney".

Read moreDetails
Mau Ngobrol Sama Ryza Seharian Gust Umumkan Chat AI Ryza RyzaChat

Mau Ngobrol Sama Ryza Seharian? SpiralAI dan Gust Siapkan AI Ryza “RyzaChat”

August 4, 2026
Rumor Microsoft Bakal Bawa Game XBOX 360 ke PC

Rumor: Microsoft Bakal Bawa Game XBOX 360 ke PC

August 4, 2026
Drecom Klaim Adopsi Metode Pembayaran di Luar Google dan Apple Bantu Tingkatkan Margin Keuntungan

Drecom Klaim Adopsi Metode Pembayaran di Luar Google dan Apple Bantu Tingkatkan Margin Keuntungan

August 4, 2026
CEO Marvelous Sebut Honey ∞ Parade Games Bakal Kembali Membuat Game Konsol Lagi!

CEO Marvelous Sebut Honey ∞ Parade Games Bakal Kembali Membuat Game Konsol Lagi!

August 4, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.