Pengembang Resident Evil Requiem, Capcom, mengamati perbedaan menarik dalam preferensi sudut pandang (POV) di antara pemain dari Jepang dan Barat. Saat demo dipamerkan di Tokyo Game Show (TGS) 2025, mayoritas pengunjung Jepang memilih bermain dengan perspektif third-person. Sementara itu, pada acara Gamescom di Jerman, pemain Barat lebih cenderung memakai first-person dalam versi demo yang sama.
Melalui Denfaminicogamer, Koshi Nakanishi, sutradara game, menduga bahwa perbedaan ini berkaitan dengan latar belakang budaya dan sejarah gaming di masing-masing wilayah. Dia menjelaskan bahwa banyak pemain barat tumbuh besar dengan game FPS (first person) di PC seperti Doom, sedangkan pemain Jepang lebih terbiasa dengan RPG konsol third person seperti Dragon Quest yang dianggap membentuk preferensi mereka sejak awal.
Nakanishi juga menyebutkan bahwa dinamika ini tidaklah kaku: generasi muda Jepang mulai terbiasa dengan game first person seperti Minecraft dan Apex Legends. Ia menyatakan minatnya untuk melihat bagaimana preferensi ini berubah seiring waktu dan bertambahnya pengalaman bermain di berbagai genre dan platform.
Resident Evil Requiem Punya Sudut Pandang yang Bisa Diubah & Implikasi

Salah satu fitur yang ditonjolkan dalam Resident Evil Requiem adalah kemampuan bagi pemain untuk berganti-ganti antara first-person dan third-person. Peralihan ini tak hanya meningkatkan fleksibilitas preferensi pemain, tapi juga memengaruhi bagaimana pengalaman horor dirasakan — misalnya, seberapa mencekam atau immersifnya suasana di tiap sudut pandang.
Lebih jauh, demo di TGS 2025 juga menunjukkan bahwa versi Switch 2 dari game ini berjalan mulus, yang menjadi kabar baik bagi mereka yang khawatir tentang performa di hardware portabel
Resident Evil Requiem dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026 untuk platform PC (Steam), PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch 2.
Tentang Resident Evil Requiem
Resident Evil Requiem adalah entri utama kesembilan dari seri Resident Evil garapan Capcom yang dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC, dan Nintendo Switch 2. Game ini menggunakan RE Engine dengan genre survival horror, menghadirkan suasana mencekam khas seri ini dengan elemen eksplorasi, teka-teki, serta manajemen sumber daya.
Tokoh utama yang diperkenalkan adalah Grace Ashcroft, seorang analis teknis FBI yang memiliki keterkaitan dengan Alyssa Ashcroft dari Resident Evil Outbreak. Kisahnya dimulai ketika Grace menyelidiki serangkaian kematian misterius di sebuah hotel terbengkalai, lalu berlanjut hingga kembali ke Raccoon City, kota ikonik yang hancur akibat bencana biologis. Dari sisi gameplay, pemain bisa memilih perspektif orang pertama maupun ketiga, sehingga lebih fleksibel bagi mereka yang merasa mode first-person terlalu intens sebagaimana di Resident Evil 7.















Discussion about this post