Melalui acara The Game Awards berapa hari lalu, Bandai Namco Entertainment bersama Bandai Namco Aces (PROJECT ACES) secara resmi mengumumkan Ace Combat 8: Wings of Theve, seri terbaru dari waralaba simulasi pertempuran udara legendaris Ace Combat. Game ini akan meluncur pada tahun 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam.
Dikembangkan oleh PROJECT ACES, tim di balik kesuksesan seri Ace Combat sebelumnya, judul terbaru ini menjanjikan pengalaman pertempuran udara berkecepatan tinggi dengan skala sinematik yang lebih ambisius.
Tentang Ace Combat 8: Wings of Theve

Ace Combat 8 menghadirkan pertempuran udara penuh adrenalin, di mana pemain akan berperan sebagai pilot elit yang bertempur di langit luas dengan visual memukau. Mode kampanye menampilkan lingkungan awan berlapis yang dinamis, menciptakan kesan “living skies” yang terasa hidup dan realistis.
Dengan gaya gameplay arcade cepat khas Ace Combat, pemain dapat mengerahkan berbagai persenjataan canggih untuk mendominasi medan tempur dalam dogfight intens dan misi berskala besar.
Tak hanya berfokus pada pertempuran di udara, Ace Combat 8 juga menyuguhkan narasi mendalam melalui adegan sinematik dari sudut pandang orang pertama. Pemain akan merasakan tekanan kepemimpinan, beratnya setiap keputusan, serta ikatan yang terjalin di tengah peperangan.
Di sela-sela misi, pemain dapat berinteraksi dan membangun hubungan dengan anggota skuadron, menghadapi berbagai tantangan, serta membuktikan diri sebagai pilot ace sejati.
Plot Ace Combat 8: Wings of Theve

Cerita Ace Combat 8: Wings of Theve berlatar Juli 2029, saat Federation of Central Usea (FCU) runtuh akibat invasi kilat oleh Republic of Sotoa. Sebagian besar wilayah negara jatuh ke tangan musuh, kekuatan militer tercerai-berai, dan armada laut nyaris musnah.
Pemain memulai kisah sebagai seorang pilot tempur yang terombang-ambing di laut hingga diselamatkan oleh Endurance, sebuah kapal induk tua yang telah usang. Kapal ini membawa para pengungsi dan telah lama mundur dari garis depan, menjadi salah satu sisa terakhir kekuatan FCU.
Di atas kapal tersebut, sang pilot diberi satu nama: “Wings of Theve” yang merupakan sebuah legenda, simbol harapan, dan nama yang terikat pada ibu kota FCU, Theve. Namun, legenda itu sejatinya hanyalah kebohongan yang diciptakan untuk menjaga moral pasukan.
Kini, pemain harus memikul nama tersebut dan kembali mengudara. Bersama tiga rekan baru, perjuangan dimulai untuk merebut kembali tanah air yang telah hilang dan mengubah kebohongan menjadi kenyataan.
Screenshot





















Discussion about this post