Awal bulan ini, Hypergryph mengadakan sesi media untuk Arknights: Endfield, game RPG strategi real-time 3D terbaru mereka yang berbasis pada game mobile Arknights. Salah satu sorotan utama dalam game ini adalah skalanya yang sangat besar.
Baca Juga: Ternyata Arknights: Endfield Bukan Game Open World, Ini Penjelasan Resmi dari Developernya
Dan dalam acara tersebut, RUA, salah satu anggota inti tim pengembang, sempat berbicara dengan Automaton mengenai struktur gameplay dari Endfield ini.
Sorotan utamanya adalah struktur dari Endfield yang membuatnya tidak bisa menjadi game yang bisa kalian mainkan secara santai dalam waktu singkat, tetapi ini akan membutuhkan waktu yang lebih panjang dan seperti game premium pada umumnya.
Apalagi sekarang ini juga makin banyak game game free to play yang memfokuskan untuk menciptakan game dengan gameplay yang lebih singkat dan dapat dimainkan secara santai tanpa perlu commit terlalu dalam. RUA ternyata mengakui hal tersebut bahwa Endfield memang di desain dengan gameplay yang lebih kompleks
“…Saya sangat sadar bahwa Endfield bukanlah game yang bisa dimainkan santai selama 10 menit. (tertawa) Tapi saya sebenarnya percaya bahwa masih ada permintaan yang nyata untuk game-game panjang dan hardcore. Di Jepang, konsol sangat umum, dan game mobile umumnya dianggap sebagai permainan yang lebih “kasual”.”

RUA lanjut menjelaskan bahwa memang mereka tidak menciptakan game ini sebagai pengalaman yang cepat dan ringat, karena mereka percaya tetap ada orang orang yang menginginkan game berkualitas tinggi dengan imersitas yang kuat. Itulah yang menjadi landasan desain gameplay dari Endfield
“Namun, kami tidak membuat Endfield sebagai pengalaman yang “cepat dan ringan”. Pemain di seluruh dunia, dan kami sendiri, menginginkan game berkualitas tinggi dengan tingkat imersi yang kuat. Permintaan ini bahkan sangat tinggi di kalangan pemain Tiongkok. Jadi alih-alih mengejar dampak promosi semata, kami percaya bahwa memberikan pengalaman mendalam dan imersif yang benar-benar diinginkan pemain adalah hal yang paling penting.”
RUA juga menjelaskan bahwa walau dirinya tidak membantah ini game yang butuh dedikasi waktu lebih panjang mereka juga tetap memikirkan pemain yang memiliki waktu lebih sedikit dengan melakukan tugas tugas ringan disaat sibuk.
“Meski begitu, walaupun Endfield adalah game yang membutuhkan komitmen waktu untuk maju dalam cerita utamanya, kamu tetap bisa memainkannya dalam sesi singkat. Misalnya, saat naik kereta atau menunggu antrean, kamu bisa mengecek pabrikmu atau melakukan tugas-tugas ringan.”

Pasar game saat ini dipenuhi oleh judul-judul yang berebut waktu pemain. Di antara semua itu, justru game yang “spesial” lah yang berhasil merebut waktu bermain dari game lainnya.
Selain menemukan audiens yang tepat—mereka yang mencari pengalaman bermain mendalam dan hardcore—tantangan Endfield juga terletak pada kemampuannya untuk benar-benar menonjol sebagai game yang “spesial”.
Arknights: Endfield saat ini masih dalam tahap pengembangan dan akan dirilis untuk platform PS5, PC, dan mobile. Beta Test 2 juga telah diumumkan dan akan dimulai pada 28 November.















Discussion about this post