Sudah sekitar seminggu sejak developer asal Tiongkok Hypergryph merilis action RPG free-to-play yang telah lama dinantikan, Arknights Endfield. Seperti yang kerap terjadi pada game live service saat peluncuran, sebagian pemain mulai menemui berbagai masalah yang menghambat mereka dalam mengembangkan kerajaan industri di dalam game.
Baca Juga: Semua Kode Redeem Arknights Endfield Terbaru Januari 2026
Selain bug serius yang juga bermunculan—seperti kasus pemain yang ditagih melalui PayPal untuk transaksi mikro yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan—ada satu bug yang cukup menggelitik dan kini menjadi sorotan di kalangan pengguna X di Jepang. Bug tersebut membuat game berjalan dengan semua karakter tampil berkulit biru.
Setelah menghabiskan beberapa jam menjelajahi Talos-II dan membangun pabrik otomatis, pengguna X bernama Hatomugi (@hatomugi_x) akhirnya mulai menyadari bahwa kemungkinan besar karakter-karakter di dalam game memang tidak seharusnya berkulit biru.
Namun, mengingat cerita Endfield memiliki nuansa space opera yang kuat, melihat Endministrator dan Perlica berkulit biru di bagian tutorial awal sebenarnya terasa masuk akal saja—bahkan bisa membuat pemain berpikir, “mungkin ini terinspirasi dari sesuatu seperti Interstella 5555.”
Terjemahan:
Sejak pertama kali memainkan game ini, semua karakternya entah kenapa berkulit biru, dan aku langsung berpikir, “Ohh~ ini seperti para iblis dari Shinra Bansho Chocolate.” Tapi kalau dipikir-pikir lagi, tidak ada satu pun visual promosi game ini yang menampilkan karakter berkulit biru, jadi jelas ada sesuatu yang aneh banget terjadi di sini. (Meski jujur saja, aku agak suka juga.)
Saat mulai bermain, Hatomugi sama sekali tidak merasa ada yang janggal. Baru ketika sampai di adegan Perlica menyerahkan sebuah apel (yang juga berwarna biru) kepada Endministrator, ia mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres.
Meski begitu, ia sempat mengabaikannya, karena jika semua karakter berwarna biru, tidak ada alasan apel di dunia Endfield tidak bisa berwarna biru juga. Ternyata, bug “biru” ini memang tidak hanya memengaruhi warna kulit karakter.
Jika dilihat dari perbedaan skema warna antara karakter normal dan versi berkulit biru—baik pada ilustrasi 2D maupun model 3D, termasuk pakaian, senjata, dan aksesori—besar kemungkinan telah terjadi semacam pergeseran hue secara menyeluruh.
Lebih jauh lagi, pada tangkapan layar yang dibagikan terlihat bahwa elemen UI yang biasanya berwarna kuning di menu operator juga berubah menjadi biru. Tangkapan layar gameplay lain dari Hatomugi memperlihatkan hal serupa pada menu teman, di mana ikon Endministrator ikut berubah menjadi kebiruan.
Sepertinya ini juga bukan pertama kalinya bug semacam ini muncul di Endfield sejak perilisannya tujuh hari lalu. Terpicu oleh unggahan yang kini viral tersebut, pengguna X asal Jepang lainnya melaporkan mengalami bug “kulit biru” yang sama, dan menduga penyebabnya berkaitan dengan pembaruan driver grafis Intel yang mereka lakukan sebelum menginstal game. Bug tersebut dilaporkan hilang setelah driver dikembalikan ke versi sebelumnya.
Beberapa hari lalu, pengguna Reddit real3512 juga mengalami masalah yang sama dengan kondisi yang cukup mirip dengan Hatomugi. Upaya menginstal ulang game dan memeriksa integritas file tidak membuahkan hasil, namun bug tersebut akhirnya berhasil diatasi dengan mengganti rendering engine ke DirectX 11.
Langkah ini dapat dilakukan dengan mencentang opsi “Launch with DirectX 11” di bawah tombol Play pada Launcher.















Discussion about this post