Take-Two Interactive hampir dipastikan bakal meraup aliran dana tunai dalam jumlah yang sangat masif begitu Grand Theft Auto VI resmi meluncur pada 19 November tahun ini.
Lantas, apa rencana mereka dengan semua uang tersebut? Salah satu jawaban potensial yang dilontarkan secara tak terduga kemarin oleh sang CEO, Strauss Zelnick, adalah membeli atau mengakuisisi studio game lain.
Informasi ini datang dari laporan Kotaku, yang membahas sesi investor call menyusul perilisan laporan pendapatan tahun fiskal penuh perusahaan kemarin. Dalam panggilan tersebut, Zelnick ditanya oleh seorang perwakilan dari Baird mengenai apa yang akan dilakukan perusahaan dengan suntikan dana segar yang sudah pasti mereka dapatkan dari GTA 6.
Sang penanya tampaknya secara spesifik ingin tahu apakah uang tersebut akan dikembalikan kepada para pemegang saham, misalnya melalui pembelian kembali saham.
Tiga Rencana Alokasi Modal Take-Two

Zelnick menanggapi pertanyaan tersebut dengan memaparkan tiga potensi penggunaan modal perusahaan di masa mendatang:
Pertama adalah Pertumbuhan Organik: Langkah pertama adalah mendukung pertumbuhan organik, alias memproduksi lebih banyak game. Zelnick menyatakan bahwa Take-Two jelas telah melakukan hal ini dan akan terus melanjutkannya.
Kemudian Pertumbuhan Anorganik: Poin kedua inilah yang menarik perhatian. Zelnick menghabiskan cukup banyak waktu untuk menjelaskan opsi akuisisi perusahaan lain ini. Namun, ia menegaskan bahwa akuisisi tersebut akan bersifat “selektif”, dilakukan secara strategis, dan hanya terjadi jika berdampak positif pada sisi kreatif—menyiratkan bahwa ia tidak tertarik membeli perusahaan apa pun di luar studio yang memproduksi game. Sebagai contoh sukses, ia menunjuk pada akuisisi Zynga dan Gearbox baru-baru ini, di mana ia terdengar sangat puas dengan kedua keputusan tersebut.
Dan terakhir adalah Pengembalian Modal ke Pemegang Saham: Langkah ketiga ini juga merupakan sesuatu yang pernah dilakukan perusahaan sebelumnya dan kemungkinan besar akan dilakukan lagi di masa depan.
“Saya bangga bisa mengatakan bahwa semua akuisisi kami terbukti sukses dan menghasilkan nilai kreatif selama periode hampir dua dekade kami. Itu adalah pencapaian yang luar biasa bagi sebuah korporasi, karena biasanya tidak selalu berjalan mulus seperti itu. Dan saya rasa itu karena kami sangat disiplin. Anda tidak akan melihat kami melakukan kesepakatan secara jor-joran, tetapi dengan asumsi neraca keuangan kami terus membaik, saya rasa Anda bisa membayangkan adanya lebih banyak pertumbuhan anorganik di masa depan. Kami juga sudah menyatakan dalam rilis hari ini bahwa kami memperkirakan akan berada dalam posisi kas bersih pada akhir tahun fiskal ini.” ungkap Zelnick
Siapa Studio yang Berpotensi Diakuisisi?

Meskipun Zelnick tidak memberikan detail lebih spesifik, pernyataan ini mengindikasikan bahwa Take-Two memang sedang memikirkan rencana akuisisi, walaupun target perusahaannya masih menjadi misteri.
Salah satu kandidat potensial yang muncul ke permukaan adalah Remedy Entertainment, mengingat Rockstar saat ini sedang bekerja sama dengan mereka dalam proyek remake dari seri game Max Payne.
Opsi lain yang juga terlintas di kalangan pengamat industri adalah kemungkinan mengambil alih sebagian aset milik EA atau Ubisoft. EA sendiri kabarnya tengah dalam proses untuk diakuisisi oleh pemerintah Arab Saudi, sementara Ubisoft tampaknya tidak akan keberatan untuk menjual satu atau dua studio mereka di saat perusahaan tersebut sedang berjuang keras memulihkan kondisi finansialnya.















Discussion about this post