Meskipun Resident Evil Veronica merupakan versi remake dari Resident Evil – Code: Veronica yang rilis tahun 2000, Capcom tetap mempertimbangkan alur cerita dari entri-entri terbaru dan proyek remake sebelumnya dalam waralaba ini.
Dalam sesi wawancara pers bersama yang dilansir dari Famitsu, produser Yoshiaki Hirabayashi menjelaskan bagaimana timnya melakukan pendekatan untuk menyeimbangkan antara kesetiaan pada versi orisinal dan pengenalan elemen-elemen baru.
“Kami telah berkesempatan untuk me-remake Resident Evil 2, Resident Evil 3: Nemesis, dan Resident Evil 4. Ada sejarah dan narasi kaya yang membentang hingga Resident Evil 7: Biohazard, Resident Evil Village, dan Resident Evil Requiem. Untuk judul ini pun, kami berencana merestrukturisasi ceritanya agar pemain bisa merasakan dengan jelas bagaimana semua judul ini menjadi bagian dari satu seri yang kohesif,” ujarnya.
Perubahan Berani yang Tetap Menghormati Memori Pemain
Saat ditanya apakah remake Code: Veronica ini akan membawa “perubahan yang lebih berani” seperti Resident Evil 2 versi 2019, Hirabayashi menjawab “ya.” Namun, ia juga memberikan sedikit ketenangan bagi para penggemar lama.
Seperti pada proyek remake sebelumnya, ia menyebut pendekatan tim developer adalah memprioritaskan kenangan para pemain dan membangun sesuatu di atas fondasi tersebut, alih-alih membuat perubahan drastis secara asal-asalan.
Pola pikir serupa juga diterapkan pada remake Resident Evil 2 dan Resident Evil 4. Karena itu, Hirabayashi meminta para fans untuk tenang dan menaruh kepercayaan mereka pada tim pengembang. (Sebagai catatan, remake Resident Evil 3 digarap oleh Capcom dengan bantuan anak perusahaannya, K2 Inc, serta perusahaan eksternal Red Works dan M-Two).
Fokus Cerita: Claire Redfield sebagai Penyintas yang Realistis

Berbeda dengan remake Resident Evil 4 yang berfokus pada kisah Leon S. Kennedy setelah peristiwa Resident Evil 2, Resident Evil Veronica akan mengikuti perjalanan Claire Redfield tiga bulan setelah insiden Raccoon City. Cerita ini juga akan melibatkan Chris Redfield dan Albert Wesker secara mendalam.
Tujuan utama dari judul ini adalah untuk menggambarkan Claire sebagai seorang penyintas yang realistis melalui third person perspective.
Hirabayashi menambahkan bahwa timnya sangat menyadari banyak fans yang menganggap Resident Evil – Code: Veronica setara dengan jajaran game mainlines, dan mereka kini tengah bekerja keras untuk merekonstruksinya.
Meskipun Anda tidak wajib memainkan game orisinalnya untuk bisa menikmati versi remake ini, ia mengakui bahwa pemain akan lebih mengapresiasinya jika sudah familier dengan cerita dari judul-judul Resident Evil lainnya (terutama versi remake dan entri-entri terbaru).















Discussion about this post