Melalui wawancaranya dengan Lex Fridman, Dan Houser mengungkap bahwa proyek game Agent sempat melewati banyak versi pengembangan, tetapi mereka tidak bisa menemukan bentuk yang sesuai dengan gaya permainan dunia terbuka khas Rockstar Games.
Pengembangan Agent memiliki 5 konsep yang berbeda
Menurutnya, Agent sempat memiliki sekitar lima konsep berbeda. Ia akhirnya menyadari bahwa ide cerita yang cocok untuk film Hollywood justru sangat sulit untuk diterapkan ke dalam bentuk video game.
“Kami telah mengerjakan berbagai versi game dunia terbuka bertema mata-mata, namun tidak satu pun berhasil diwujudkan,” ujar Houser, yang kemudian memastikan bahwa proyek yang dimaksud memang Agent.
Agent pertama kali diumumkan Rockstar Games pada tahun 2009 sebagai game eksklusif PlayStation 3 dengan latar Perang Dingin di era 1970-an. Namun, Houser mengungkap bahwa konsep itu hanyalah salah satu dari beberapa versi yang mereka coba, karena versi lain bahkan sempat dirancang berlatar masa modern.
Houser menambahkan bahwa proyek tersebut tidak pernah sampai pada tahap pembuatan cerita yang matang.
“Kami baru berada di tahap awal pengembangan dunia dan sistem permainannya, tetapi tak satu pun versi menemukan arah yang jelas. Sekarang aku pikir aku tahu alasannya,” katanya.
Menurut Houser, tema spionase, intrik politik, dan misi pembunuhan khas film agen rahasia tidak cocok digabungkan dengan format dunia terbuka. Cerita agen rahasia biasanya berjalan cepat dan padat, sedangkan game dunia terbuka memberi pemain banyak waktu dan kebebasan untuk berkeliling serta melakukan hal lain di luar misi utama.
“Film-film agen rahasia memiliki alur cepat, berpindah dari satu misi penyelamatan ke misi berikutnya. Sementara dalam game dunia terbuka, sebagian besar waktu pemain justru dihabiskan untuk bersantai dan menjelajah,” jelas Houser. “Kebebasan seperti itu cocok untuk karakter kriminal, karena mereka bebas bertindak tanpa aturan. Tapi bagi seorang agen rahasia yang selalu diburu waktu, konsep itu sulit diterapkan. Karena itu, aku mulai meragukan apakah mungkin membuat game dunia terbuka bertema mata-mata yang benar-benar berhasil.”
Baca Juga: Amazon Kembali Batalkan Proyek Game Lord of the Rings MMO Mereka Untuk Kedua Kalinya
Concept Art Agent Yang Sempat Bocor 2017





Dan Houser meninggalkan Rockstar pada 2020 setelah mengembangkan game seperti Grand Theft Auto seri 3–5, Red Dead Redemption 1 dan 2, Bully, serta Max Payne 3.

Pada 2024, ia mendirikan Absurd Ventures di California bersama mantan rekan Rockstar, Lazlow Jones dan Michael Unsworth. Perusahaan tersebut berfokus pada proyek transmedia seperti buku, komik, video game, dan animasi dalam satu semesta baru bernama Absurdaverse.















Discussion about this post