Larian Studios secara resmi mengonfirmasi akan meninggalkan sistem loot random untuk Divinity yang sebelumnya menghiasi seri Original Sin. Berkaca pada kesuksesan besar Baldur’s Gate 3, pengembang asal Belgia ini akan beralih ke sistem perlengkapan yang dirancang secara manual (handcrafted).

Dalam sesi Reddit AMA baru-baru ini, Head of Design Larian, Nick Pechenin, mengungkapkan bahwa sistem loot acak di masa lalu sering kali membingungkan dan tidak menjamin kualitas item yang didapat pemain. Menariknya, Larian menemukan bahwa menciptakan sistem acak yang kompleks justru memakan waktu yang hampir sama dengan mendesain item secara manual. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap penemuan item dalam game terasa lebih bermakna dan relevan bagi progres pemain.

“Pendekatan [Baldur’s Gate 3] yang membuat setiap item sihir secara handcrafted terbukti berjalan dengan sangat baik, dan itu adalah sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin kami lakukan untuk [Divinity: Original Sin 2],” tulis Head of Design Larian, Nick Pechenin.
“Kami menyadari saat mengerjakan loot acak untuk DOS1 dan DOS2 bahwa loot yang sepenuhnya acak sering kali membingungkan, sehingga kami menambahkan semakin banyak aturan dan pola yang sudah dipersiapkan agar terasa lebih disengaja,” lanjutnya, sebelum menyimpulkan bahwa “pada akhirnya, sistem randomisasi tersebut tidak benar-benar menghemat banyak waktu bagi kami.”
Tentang Divinity
Divinity adalah judul RPG fantasi terbaru dari Larian Studios, pengembang yang juga membuat Baldur’s Gate 3. Ini merupakan kembalinya Larian ke dunia Divinity, waralaba yang mereka bangun sebelum BG3 dan dikenal lewat seri seperti Original Sin dan Divine Divinity.
Game ini diperkenalkan secara resmi di The Game Awards 2025 melalui trailer yang menampilkan nuansa fantasi gelap, brutal, dan penuh lore khas seri Divinity.















Discussion about this post