Penantian panjang untuk Hollow Knight: Silksong akhirnya berakhir kemarin malam, euphoria pun tentunya mengikuti berakhirnya penantian panjang tersebut. Bagaimana tidak ? para fans setidaknya telah menunggu setidaknya 6 tahun, apalagi ini adalah salah satu seri game indie yang paling dicintai banyak orang.
Jadi wajar saja jika euphoria game ini besar sekali, sebagian orang bahkan membandingkan game ini dengan GTA VI dan menyebutnya sebagai “GTA VI nya game indie.”
Baca Juga: “Silksong Effect” Mengguncang Kalender Rilis Game Indie
Saking besarnya euphoria tersebut hal ini bahkan sampai berdampak kepada digital store di semua platform mulai dari Steam, XBOX Gamepass, hingga Nintendo Eshop yang servernya sampai kewalahan menghadapi para gamers yang mengantri membeli dan memainkan Hollow Knight: Silksong.

Tidak hanya itu saja, baru satu jam sejak perilisannya Hollow Knight: Silksong di Steam kembali langsung memecahkan rekor dengan pemain bersamaan hingga 400K pemain, dan kemudian akhirnya ditutup dengan 535,213 pemain bersamaan pada 3 jam setelah perilisannya.

Menjadikannya game indie dengan rekor pemain bersamaan tercepat di Steam saat ini, dan bahkan jumlah pemain bersamaan yang menyaingi game online populer Valve seperti DOTA 2 dan Counter Strike 2.

Harga gamenya yang murah tentunya turut berkontribusi besar pada kesuksesan perilisan game ini, untuk region Indonesia sendiri game ini dijual seharga IDR 165,999 saja.
Angka pemain bersamaan ini pun juga diperkirakan akan terus naik dalam beberapa waktu kedepan hingga hari Minggu akhir pekan ini yang akan terus kami pantau. Hollow Knight: Silksong saat ini sudah dirilis dan dapat dimainkan melalui platform PS4, PS5, XBOX One, XBOX Series, Switch 1&2, dan PC via Steam/GOG.
Tentang Hollow Knight: Silksong
Hollow Knight: Silksong adalah sekuel langsung dari Hollow Knight (2017), salah satu game metroidvania indie paling sukses dan berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Dikembangkan oleh Team Cherry, Silksong awalnya direncanakan hanya sebagai DLC, tetapi kemudian berkembang menjadi proyek game penuh yang jauh lebih besar.
Dalam Silksong, pemain tidak lagi mengendalikan Knight, melainkan Hornet, salah satu karakter penting dari game pertama. Berbeda dengan Knight yang bergerak lebih lambat dan kaku, Hornet memiliki gaya bertarung yang lebih cepat, lincah, dan menggunakan jarum panjang sebagai senjata. Ia juga memiliki kemampuan akrobatik seperti melompat tinggi, bergerak cepat, serta menyerang sambil bermanuver di udara—membuat gameplay terasa lebih agresif dan dinamis.















Discussion about this post