Mantan wakil presiden lisensi Konami, Christopher Bergstresser, baru-baru ini mengungkapkan kisah menarik kepada Time Extension tentang rumor lama yang menyebut Hideo Kojima hampir mengerjakan proyek game The Matrix.
Menurut Bergstresser, pembicaraan tersebut ternyata berlangsung sangat singkat—bahkan hanya sampai satu kalimat—karena pihak Konami langsung menolak ide itu tanpa pertimbangan lebih lanjut.

Ia menjelaskan bahwa Wachowskis, duo sutradara di balik film The Matrix, merupakan penggemar berat karya-karya Kojima dan ingin bertemu dengannya ketika film tersebut akan diputar perdana di Jepang. Namun, ketika pembicaraan mengarah pada kemungkinan Kojima mengembangkan adaptasi game The Matrix, Kazumi Kitaue—yang kala itu menjabat sebagai salah satu eksekutif Konami dan kemudian menjadi CEO Konami Digital Entertainment—langsung menolak.
“Wachowskis benar-benar mengagumi Kojima,” ujar Bergstresser. “Saat itu, Kazumi Kitaue, Hideo Kojima, Aki Saito (yang masih bekerja dengan Kojima sampai sekarang), dan saya sedang berada di kantor pusat Konami. Kami mendapat telepon dari Wachowskis yang ingin bertemu langsung dengan Kojima, jadi kami mengundang mereka datang.”
“Mereka datang bersama artis konsepnya, lalu secara langsung berkata kepada Kojima: ‘Kami ingin kamu yang membuat game The Matrix. Apakah kamu bisa melakukannya?’” lanjutnya. “Aki menerjemahkan pertanyaan itu ke bahasa Jepang untuk Tuan Kitaue, dan beliau langsung menjawab singkat: ‘Tidak.’ Meski begitu, kami tetap menghadiri pemutaran perdana The Matrix di Jepang dan pesta setelahnya.”
Akhirnya, proyek game The Matrix jatuh ke tangan Shiny Entertainment—studio yang dikenal lewat Earthworm Jim, MDK, dan Messiah—yang merilis Enter the Matrix pada tahun 2003.
Game tersebut mencatat kesuksesan besar secara penjualan, menembus angka lima juta kopi hanya dalam setahun. Namun, secara kritik, Enter the Matrix tidak terlalu disukai dan kini banyak dianggap sebagai adaptasi film ke game yang mengecewakan, meskipun menampilkan lebih dari satu jam cuplikan orisinal yang ditulis serta disutradarai langsung oleh Wachowskis.
Pada tahun 2021, Epic Games merilis The Matrix Awakens, sebuah demo teknologi untuk memamerkan kemampuan Unreal Engine 5—menandai satu-satunya “kebangkitan” dunia Matrix di ranah video game dalam dua dekade terakhir.
Baca Juga: Naoki Hamaguchi Tegaskan Tim Final Fantasy 7 Rebirth Harus Lebih Baik dari AI dalam Berkarya
Tanggapan Hideo Kojima Melalui Sosial Media
Melalui akun X Pribadi Kojima sendiri, ia membantah bahwa dirinya hadir dalam momen yang digambarkan oleh Bergstresser, di mana Wachowskis disebut-sebut mengajukan tawaran langsung kepada Konami.
“Saya cukup terkejut ketika melihat di media sosial bahwa dikabarkan para saudari Wachowski pernah “menawari saya proyek game The Matrix!” pada tahun 1999. Selama 26 tahun ini, tidak pernah sekalipun ada yang memberi tahu saya bahwa percakapan semacam itu pernah terjadi.
Saat itu, kami sebenarnya saling mengagumi satu sama lain dan sempat saling bertukar email. The Matrix memang belum dirilis di Jepang, tetapi saya sudah menontonnya di bioskop di Amerika Serikat dan juga di acara pemutaran khusus. Ketika Wachowskis datang ke Jepang untuk keperluan promosi, saya rasa kami sempat bertemu tiga kali.
Pagi harinya, kami melakukan wawancara dengan Famitsu di Shinjuku — saat itu Geof Darrow ikut bergabung dalam sesi pembicaraan. Siang harinya, mereka diundang ke kantor pusat Divisi CS KONAMI. Pada waktu itu, saya menjabat sebagai Wakil Presiden KCE Japan, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh KONAMI.
Ketika saya tiba di kantor pusat, pertemuan mereka dengan Tuan Kitaue, kepala Divisi CS, baru saja selesai. Saya kemudian bergabung setelahnya, dan kami mengobrol selama sekitar satu jam tanpa penerjemah (Aki bahkan tidak ada di sana). Saya pikir John Gaeta, supervisor efek visual, juga hadir saat itu.
Malam harinya, saya menghadiri pemutaran perdana film dan pesta setelahnya, di mana saya juga sempat bertemu dengan Joel Silver. Namun bahkan saat itu pun, tidak ada pembicaraan sama sekali mengenai tawaran proyek.
Pada masa itu, saya sudah sangat sibuk dengan Metal Gear Solid 2, jadi kemungkinan besar saya memang tidak bisa langsung menerima tawaran seperti itu. Namun, andai saja seseorang memberi tahu saya, mungkin masih ada cara untuk mewujudkannya.”















Discussion about this post