Pada 15-16 November 2025, ajang market kreator terbesar di Indonesia, Comic Frontier (Comifuro), kembali digelar secara bi-annual dan kali ini memasuki edisi ke-21, Comifuro 21. Acara berlangsung sangat meriah, memadati lima hall sekaligus (Hall 6-10) yang disulap menjadi pusat perayaan kreativitas pop culture.
Lebih dari 100 kreator turut meramaikan Comifuro 21, datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Ragam karya yang ditawarkan pun begitu luas, mulai dari produk super niche hingga item populer, semuanya dipresentasikan dengan kreativitas tinggi khas komunitas kreator lokal.
Comifuro 21 kembali membuktikan diri sebagai ruang bertemunya penggemar, seniman, dan pelaku industri kreatif dalam skala besar, sekaligus menjadi panggung bagi bakat-bakat baru yang ingin menunjukkan karya mereka kepada publik.
Pada kesempatan kali ini, ReArchivu pun kembali turut hadir dalam acara ini untuk meliput dan turut menikmati acaranya, dimana Saya datang secara full selama 2 hari. Walau pada beberapa moment saya tidak bisa berlama-lama mengelilingi Comifuro 21 kali ini karena kendala kondisi, tetapi pada artikel ini kami telah merangkum aktifitas saya dalam satu artikel. Simak keseruannya pada liputan eksklusif ReArchivu kali ini!
Surga bagi Para Fans Hololive ID

Satu hal yang hampir mustahil untuk dilewatkan adalah dominasi konten Hololive, khususnya Hololive Indonesia. Terdapat booth official Hololive yang menjual berbagai macam merch official Hololive ID sekaligus booth kreator. Dari print art, acrylic stand, badge, photocard, hingga zine, semuanya dipenuhi wajah-wajah familiar seperti Kobo, Kaela, Moona, Zeta, dan anggota lain dari HoloID. Para fans Hololive ID, berada di tengah lautan merchandise Hololive terasa seperti berada di surga kecil.

Energi para pengunjung yang memburu merch edisi terbatas pun menambah semangat event ini. Beberapa booth bahkan selalu ramai sejak pintu dibuka, menunjukkan betapa besarnya pengaruh fanbase HoloID di skena kreatif lokal.
Kesempatan untuk Bertemu Teman Lama dan Baru
Di balik keramaian dan belanja merchandise, momen terbaik dari Comifuro 21 sebenarnya adalah kesempatan untuk bertemu teman-teman jauh. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota, bahkan luar pulau. Sebagai perwakilan ReArchivu, saya bertemu ilustrator yang selama ini hanya saya kenal lewat online, berjumpa teman-temanyang lama tidak bertemu, hingga mendapatkan teman baru.
Pertemuan-pertemuan ini menghadirkan rasa hangat yang tak bisa digantikan jika hanya mengan via online saja. Comifuro 21 menjadi momen di mana fandom, komunitas, dan pertemanan bertemu dalam satu ruang, saling menyapa, dan merayakan hal-hal yang kita cintai bersama.
Gathering Para Komunitas yang Solid dan Meriah

Bukan hanya Hololive, komunitas lain seperti penggemar Uma Musume, Atlus, Mahjong, dan lain-lain juga tampil kuat. Gathering para fans Uma Musume menjadi salah satu titik paling seru yang saya kunjungi saat berada di outdoor hall 8. Di sana, para penggemar berkumpul dengan penuh semangat, memperlihatkan merch, berfoto bersama, hingga berdiskusi tentang waifu dan horse girls favorit mereka. Suasananya santai namun hangat seperti reuni besar sebuah komunitas yang jarang bertemu secara tatap muka.
Bagi saya, ini adalah salah satu bukti bahwa Comifuro bukan sekadar pasar kreatif, tapi juga ruang pertemuan budaya fandom yang mempertemukan komunitas-komunitas penuh dedikasi.
Hari Pertama yang Super Padat: 40.000 Pengunjung Memadati Hall

Comifuro memang selalu ramai, tetapi tahun ini benar-benar berbeda. Panitia mengumumkan bahwa hari pertama Comifuro 21 mencapai sekitar 40.000 pengunjung angka yang biasanya baru tercapai setelah dua hari penuh pada penyelenggaraan sebelumnya. Lebih mengagetkannya lagi banyak fans HoloID yang datang dari luar negeri, seperti Ukrine, US, Australia, dan negara barat lainnya, menandakan bahwa Hololive ID banyak penggemarnya diluar Indonesia juga.
Dari sudut pandang saya sebagai media, angka itu sangat terasa sesaknya ketika menyusuri hall, membuat saya tidak bisa berjalan berlama-lama karena banyaknya pengujung disatu lokasi. Arus manusia tidak pernah berhenti, antrean di depan booth official memanjang, dan suara riuh penuh antusias memenuhi hall sepanjang hari. Meski padat, suasana tetap kondusif dan penuh energi positif. Comifuro membuktikan dirinya sebagai salah satu event kreatif terbesar di Indonesia.
CF, C-nya Confession
Salah satu momen paling menarik dan tak terduga di Comifuro 21 terjadi menjelang penutupan acara. Pada akhir penampilan Dance Cover “Yomigaere”, suasana Activity Stage mendadak berubah emosional ketika salah satu penampil laki-laki tiba-tiba melamar kekasihnya di atas panggung.

Sang kekasih yang saat itu sedang bercosplay sebagai Meiko yang terlihat terkejut namun akhirnya menerima lamaran tersebut. Dalam hitungan detik, seluruh pengunjung yang menyaksikan sontak bersorak heboh, menciptakan salah satu momen paling memorable di Comifuro kali ini.
Ada juga pengunjung lain bernama akun Facebook Pak Paus yang melakuka confess saat event Comifuro berlangsung.

Momen confess unik mereka tersebut menjadi bahan perbincangan banyak pengunjung dan menambah warna pada meriahnya Comifuro 21, Link postingan tersebut bisa kalian di masing-masing profile Facebook mereka. cek disini.
Comic Frontier Selanjutnya
Pada penghujung acara Comifuro 21 di main stage, pihak Comifuro tiba-tiba mengumumkan Comifuro berikutnya (Comifuro 22) yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 Mei 2026 di ICE BSD.

Bagaimana menurut kalian Comifuro 21 kali ini? tulis kesan dan pesan kalian di kolom komentar, dan jangan lupa follow Social Media ReArchivu facebook, X / Twitter, Instagram biar tidak ketinggalan berita seru lainnya. Sampai bertemu di event selanjutnya.














Discussion about this post