ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Komposer Danganronpa Kritik Musik Game Modern yang Terlalu Berdiri Sendiri dan Tidak Selaras dengan Gameplay

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
January 28, 2026
in Game, JRPG, Music, News

Masafumi Takada, komposer untuk The Hundred Line: Last Defense Academy dan Danganronpa, baru baru ini membahas perubahan yang belakangan ini ia rasakan dalam dunia musik game.

Baca Juga: Game Yang Dulu Dibenci Sekarang Dicintai, Inilah Game Dengan Redemption Arc Terbaik Sepanjang Sejarah

Hal itu disampaikan dalam wawancara dengan AUTOMATON Japan, menurut Takada, saat ini musik semakin sering diperlakukan sebagai elemen yang berdiri sendiri, bukan lagi bagian yang menyatu dengan gameplay dan pembangunan dunia (worldbuilding), sehingga menimbulkan ketidaksinkronan dalam sebuah game.

Baca Juga

Koei Tecmo Umumkan Kerja Sama Dengan Perusahaan AI Untuk Kembangkan Chatbot AI

Koei Tecmo Umumkan Kerja Sama Dengan Perusahaan AI Untuk Kembangkan Chatbot AI

March 5, 2026
Sutradara Devil May Cry Keluar Dari Capcom Setelah 30 Tahun

Sutradara Devil May Cry Keluar Dari Capcom Setelah 30 Tahun

August 27, 2025
Breath of Fire IV Tuju GOG

Breath of Fire IV Tuju GOG

April 28, 2025
Seniman Goddess of Victory Nikke Telah Menghabiskan Total 20 Jam Di Bawah Air Untuk Melukis Mural Anniversary

Seniman Goddess of Victory Nikke Telah Menghabiskan Total 20 Jam Di Bawah Air Untuk Melukis Mural Anniversary

April 23, 2025

Takada sendiri merupakan komposer veteran yang telah menggarap musik untuk berbagai judul, mulai dari The Silver Case karya Suda 51, Earth Defense Force, Digimon Story, hingga Super Smash Bros.. Dikenal lewat penggunaan synthesizer yang khas, karya terbarunya adalah soundtrack orisinal berskala besar untuk The Hundred Line: Last Defense Academy besutan Too Kyo Games.

Dalam proses pembuatan OST tersebut, Takada menekankan bahwa ia sangat memperhatikan agar musiknya benar-benar berfungsi sebagai bagian dari atmosfer dan kerangka dunia The Hundred Line yang menyeramkan. Sejalan dengan itu, ia juga mengamati bahwa semakin banyak game di mana musiknya terasa tidak selaras dengan keseluruhan pengalaman bermain.

“Belakangan ini, ada satu hal yang agak mengganggu saya. Walaupun musik game sering kali sangat kaya dan berkualitas tinggi, semakin sering saya menemui kasus di mana musik tersebut tidak benar-benar menyatu dengan pengalaman gameplay-nya. Jujur saja, terkadang terasa seperti mereka hanya membuat musik yang bagus, bukan benar-benar membuat sebuah game.”

Ia melanjutkan:

“Kalau melihat ulasan game, kadang ada komentar seperti ‘musiknya bagus’, dan itu sebenarnya bukan pujian untuk musiknya. Itu berarti musiknya justru lebih menonjol dibandingkan gamenya sendiri. Dengan kata lain, bukan sebuah game yang kohesif yang tercipta, melainkan pengalaman bermain dan musiknya tidak selaras. Saya ingin orang-orang memikirkan hal ini. Karena itulah, ketika saya membuat musik, saya selalu mempertimbangkan semua aspek tersebut agar keseluruhan pengalaman bermain game tetap menghibur.”

Alih-alih mengkritik kualitas soundtrack game, Takada tampaknya ingin menyoroti perubahan dalam sejauh mana proses pembuatan musik terintegrasi dengan aspek pengembangan lain, seperti skenario dan sistem gameplay.

Tags: Berita GameMasafumi TakadaThe Hundred Line
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.