Baru baru ini, SIE menggelar PlayStation Partner Awards tahunan untuk wilayah Jepang/Asia, di mana Monster Hunter Wilds dari Capcom memenangkan Grand Award (diberikan kepada lima judul PS terlaris buatan Asia dalam setahun terakhir).
Usai acara penghargaan, sutradara Wilds Yuya Tokuda dan produser Ryozo Tsujimoto melakukan wawancara dengan media, dan sebuah detail dari pernyataan mereka memicu sedikit kemarahan yang keliru di kalangan penggemar Jepang.
Ketika menjawab pertanyaan tentang bagaimana ia menyeimbangkan “menarik pemain baru” dan “memuaskan pemain veteran” saat mengembangkan Monster Hunter Wilds, Tokuda mengatakan bahwa timnya menganalisis data mengenai di mana para pemain sebelumnya mengalami kesulitan.
Akar dari kemarahan ini berasal dari caranya menyebut Monster Hunter World (2018) sebagai “judul sebelumnya” atau “game pendahulu” (前作 / zensaku), padahal Monster Hunter Rise: Sunbreak hadir di antara World dan Wilds pada 2021.

Sebuah tangkapan layar wawancara yang menyoroti frasa “judul sebelumnya, Monster Hunter World” diunggah ke X, mendapat lebih dari 3.2 ribu likes dan banyak komentar kecewa.
Unggahan serupa yang mengkritik pilihan kata Tokuda juga mendapatkan perhatian besar. Para pengguna Jepang menafsirkan perkataan Tokuda sebagai upaya mengecilkan keberadaan Rise, yang dikembangkan oleh tim “portable” Capcom (di balik Portable 3rd, Generations, Rise/Sunbreak), bukan tim konsol high-end (World, Iceborne, Wilds).
Hal ini dianggap mencerminkan semacam “politik internal” atau perbedaan kasta antar lini pengembangan.
Namun di sisi lain, banyak yang menilai kemarahan tersebut tidak berdasar, karena Tokuda jelas merujuk pada game yang ia sendiri kerjakan sebelumnya. Ini penting, mengingat konteks asli wawancara mengungkap bahwa ia sedang membahas bagaimana timnya menganalisis pekerjaan mereka sendiri di masa lalu (konteks yang hilang dalam unggahan X yang memicu kontroversi).

Selain itu, beberapa orang juga menekankan bahwa pengembangan Monster Hunter Wilds dimulai sebelum Sunbreak dirilis, yang mungkin menjadi salah satu alasan Tokuda menggunakan frasa tersebut.
Jika dilihat secara keseluruhan, tidak tampak adanya niat buruk di balik pernyataan itu. Meski begitu, sebagian penggemar tetap bersikeras bahwa Tokuda seharusnya lebih mempertimbangkan sudut pandang pemain dan memilih kata-kata yang lebih hati-hati agar tidak memicu kecemasan tentang arah seri tersebut.














Discussion about this post