ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Kreator God of War Anggap Langkah Sony Matikan Rilis Game Fisik Sebagai Keputusan Logis

David Jaffe, kreator seri God of War memaklumi keputusan Sony mengenai game fisik, "kebutuhan mayoritas vs. minoritas".

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
August 6, 2026
in Game, Gamebiz, News, PlayStation
Kreator God of War Anggap Langkah Sony Matikan Rilis Game Fisik Sebagai Keputusan Logis

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik untuk rilis game PlayStation terbaru pada tahun 2028 sebagian besar memang ditanggapi dengan sangat buruk. Namun, kreator seri God of War justru berpendapat bahwa langkah tersebut terasa masuk akal jika kita mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan mayoritas pengguna.

Ada banyak alasan mengapa orang-orang sangat menentang keputusan untuk “membunuh” game fisik dan beralih sepenuhnya ke masa depan serba digital. Mulai dari masalah preservasi game dan isu hak kepemilikan, hingga dampaknya terhadap pasar game bekas—serta fakta sederhana bahwa kopi fisik sebuah game biasanya menjadi lebih murah dalam jangka panjang dibandingkan versi digitalnya.

Baca Juga

Kojima Ubah “Death Stranding 2” Karena Terlalu Disukai Penggemar

Kojima Ubah “Death Stranding 2” Karena Terlalu Disukai Penggemar

June 19, 2025 - Updated on July 26, 2025
Days of Play 2026 Kembali Hadir: Banjir Diskon Game, Aksesori PlayStation, dan Konten Eksklusif PS Plus!

Days of Play 2026 Kembali Hadir: Banjir Diskon Game, Aksesori PlayStation, dan Konten Eksklusif PS Plus!

June 1, 2026
Software Update PS5 Terbaru Hadirkan Banyak Fitur Menarik

Software Update PS5 Terbaru Hadirkan Banyak Fitur Menarik

April 28, 2025 - Updated on August 6, 2025
PlayStation 5 Tembus 84,2 Juta Unit Terjual di Seluruh Dunia, Ghost of Yotei Capai 3,3 Juta Kopi dalam 32 Hari

PlayStation 5 Tembus 84,2 Juta Unit Terjual di Seluruh Dunia, Ghost of Yotei Capai 3,3 Juta Kopi dalam 32 Hari

November 11, 2025

Kita telah melihat berbagai rentetan kekhawatiran dari para pemain, developer, maupun publisher. Akan tetapi, sebagian pihak berpendapat bahwa dari sudut pandang kacamata bisnis Sony, langkah ini sangat bisa dimaklumi.

Kebutuhan Mayoritas vs. Minoritas

For most business owners, the customer IS always right. But when you have different customers wanting different things, my guess is the addage also says something like, 'The needs of the many customers outweigh the needs of the fewer customers'. https://t.co/qooGpf7SuP

— David Jaffe (@davidscottjaffe) August 4, 2026

Salah satu pihak yang memaklumi hal ini adalah David Jaffe, kreator seri God of War yang juga menjabat sebagai sutradara untuk dua game pertamanya. Ia setuju dengan pepatah bahwa “bagi sebagian besar pemilik bisnis, pelanggan selalu benar”, tetapi mentalitas tersebut menjadi rumit “ketika Anda memiliki kelompok pelanggan berbeda yang menginginkan hal-hal yang berbeda pula.”

Dalam kasus ini, Jaffe menyarankan ada faktor utama lain yang harus dipertimbangkan:

“Kebutuhan pelanggan yang jumlahnya banyak tentu melampaui kebutuhan pelanggan yang jumlahnya lebih sedikit.”

Angka penjualan semakin menunjukkan bahwa format digital menjadi opsi yang jauh lebih populer saat ini dibandingkan fisik. Sebagai contoh, bulan lalu dilaporkan bahwa hanya ada tujuh game PlayStation yang berhasil terjual di atas 100.000 kopi fisik di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.

Masalah Margin Keuntungan

Mantan Direktur Pengembangan Bisnis Square Enix, Jacob Navok, juga menyoroti perbedaan margin keuntungan yang didapatkan oleh pemegang platform (seperti PlayStation) dan publisher game ketika menjual kopi game fisik dengan harga yang sama persis dengan versi digital. Hal ini dipengaruhi oleh hilangnya potensi uang dari biaya produksi kaset, kopi game yang dicuri di toko, diska yang cacat, dan banyak lagi.

“Jika pelanggan-pelanggan ini benar-benar menghargai format fisik sebesar yang mereka gembar-gemborkan… mereka pasti bersedia membayar lebih mahal! Masalahnya, para pemain ingin serba untung. Mereka menolak membuktikan omongannya dengan dompet mereka. Sebaliknya, mereka justru ingin Sony yang menanggung kerugian biayanya.” ujar Navok

Meskipun perbedaan metrik keuntungan tersebut adalah poin yang masuk akal, argumen bagian kedua Navok jelas memunculkan pertanyaan. Lagipula, jika orang-orang sebenarnya tidak dikenakan biaya yang lebih tinggi untuk game fisik mereka, tentu saja mereka tidak akan membayar lebih. Konsumen tidak menentukan harga sendiri, jadi rasanya sulit untuk menyebut mereka egois dalam konteks tersebut.

Kita tidak bisa tahu berapa banyak orang yang bersedia membayar lebih mahal tanpa melihatnya terjadi secara langsung. Seiring dengan harga teknologi yang semakin meroket, bukan hal yang mustahil jika akan terjadi penurunan penjualan, tetapi saya yakin banyak kolektor dan pencinta media fisik yang akan tetap bersedia membayar ekstra.

Namun pada akhirnya, kita kembali lagi ke poin Jaffe—mayoritas versus minoritas. Apakah Sony bersedia terus bersusah payah demi sebagian kecil pelanggannya yang berdedikasi namun jumlahnya terus menyusut?

Mengingat minggu lalu perusahaan ini justru bersikukuh mempertahankan keputusannya untuk mematikan format fisik—mengakui adanya “pandangan keras” dari pemain tetapi menyatakan bahwa mereka “tidak melihat adanya dampak negatif terhadap bisnis kami”—tampaknya kita (sayangnya) sudah mendapatkan jawabannya.

Tags: David JaffePlayStationSony Group Corporation
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Penjualan Nintendo Switch 2 Tembus 23,68 Juta Unit; Tomodachi Life: Living the Dream Terjual 8 Juta Kopi
Gamebiz

Penjualan Nintendo Switch 2 Tembus 23,68 Juta Unit; Tomodachi Life: Living the Dream Terjual 8 Juta Kopi

byFransiskus Sukardi Ruata
August 6, 2026
0

Nintendo juga membagikan angka penjualan terbaru untuk game first-party mereka.

Read moreDetails
50% Pemain Resident Evil Requiem dan PRAGMATA Berada di Usia 20 Tahun!

50% Pemain Resident Evil Requiem dan PRAGMATA Berada di Usia 20 Tahun!

August 6, 2026
Kepala Sonic Team Tertarik Membuat RPG Sonic Lagi Jika Dapat Kesempatan

Kepala Sonic Team Tertarik Membuat RPG Sonic Lagi Jika Dapat Kesempatan

August 6, 2026
Project RX akan Tawarkan Pengalaman yang Berbeda dari Blue Archive

Project RX akan Tawarkan “Pengalaman yang Berbeda” dari Blue Archive

August 5, 2026
Danganronpa 2×2 Ditunda Karena Penulisnya Ingin Main Grand Theft Auto VI

Danganronpa 2×2 Ditunda Karena Penulisnya Ingin Main Grand Theft Auto VI

August 4, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 28, 2026 - Updated on July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.