Gust mungkin dikenal dengan seri JRPG nya Atelier yang penuh dengan karakter karakter menonjolnya itu dan mekanisme craftingnya. Selain itu itu Gust juga adalah studio anak perusahaan dari Koei Tecmo.
Ternyata, Gust memutuskan untuk meninggalkan struktur tradisional yang bersifat top-down, dan beralih ke sistem yang lebih terdesentralisasi—yang oleh Hosoi disebut sebagai sistem “mirip republik.” Hal tersebut disampikan Hosoi dalam sebuah kesempatan wawancara dengan AUTOMATON.
“Seiring para anggota tim kami memperluas pengetahuan mereka, kami mencoba menyesuaikan struktur tim dengan cakupan pengembangan kami. Selama ini, biasanya produser yang memimpin penuh proses pengembangan, tetapi sekarang tanggung jawab tersebut sebagian kami distribusikan kepada anggota tim pengembang sendiri. Kami memilih berbagai anggota, termasuk staf junior, lalu membentuk divisi-divisi berbeda untuk menangani tiap aspek pengembangan game,” jelas Hosoi.
Menurutnya, proyek-proyek Gust sebelumnya umumnya diproduksi dalam hierarki top-down, dengan produser sebagai pemimpin utama proses pengembangan. Namun kini, studio tersebut berfungsi “lebih seperti sebuah republik.”
“Saya dan sutradara tetap berbagi visi, tetapi staf yang lebih muda juga menyuarakan pendapat mereka. Lingkungannya kini berubah menjadi tempat di mana setiap orang diberi kesempatan untuk mempresentasikan dan memperjuangkan gagasan mereka sendiri.”

Alih-alih sekadar “menerima perintah,” setelah kerangka umum pengembangan ditetapkan, tiap anggota diharapkan bertanggung jawab atas bagian masing-masing. Menurut Hosoi, perubahan ini sejauh ini memberikan dampak positif terhadap siklus pengembangan, meningkatkan motivasi sekaligus kualitas produk.
Meski struktur top-down memungkinkan produser dan sutradara memiliki otoritas kreatif lebih besar serta mempersatukan tim di bawah satu tujuan, Hosoi menilai sistem berbasis konsensus ala “republik” kini menunjukkan lebih banyak kelebihan daripada kekurangan.
“Kalau dipikir-pikir, dulu kami menciptakan seri Atelier dengan cara semua orang berkumpul, bertukar ide, dan berdebat bersama. Namun setelah Gust menjadi bagian dari Koei Tecmo, divisi kami berkembang jauh lebih besar, dan saya merasa gaya organisasi yang lebih terpusat akan membantu menyatukan tim. Berkat itu, masing-masing anggota memperoleh lebih banyak pengalaman, dan lini pengembangan pun bertambah. Dari situ saya berpikir—mungkin lebih baik kembali melanjutkan pengembangan dengan cara berdiskusi sebagai tim.”
Hosoi juga mengakui bahwa “tidak ada satu jawaban yang benar untuk seri Atelier,” dan bahwa pendapat produser maupun sutradara “bukanlah kebenaran mutlak.” Karena itu, ia ingin mendorong anggota tim lain untuk menyampaikan opini mereka dan mendiskusikannya dalam posisi yang lebih setara. “Sama seperti saat Atelier Ryza dimulai, tim kami kini baru saja melangkah ke fase yang benar-benar baru.”















Discussion about this post