Punya uang segunung ternyata tidak otomatis membuat manajemen keuangan jadi mudah. Itulah pengakuan jujur dari John “Bucky” Buckley, Head of Publishing Pocketpair, sang kreator di balik fenomena Palworld.
Dalam wawancaranya dengan GamesRadar+, Bucky mengungkapkan kondisi “dapur” mereka yang unik setelah Palworld meledak di pasaran. “Kami masih buruk dalam membelanjakan uang, dan kami juga masih buruk dalam menabungnya,” akunya sambil tertawa.
Keuntungan Jadi “Anak Sultan”: Berani Ambil Risiko
Meski mengaku kurang jago atur kas, Bucky merasa beruntung karena kesuksesan Palworld memberikan mereka satu kemewahan yang tidak dimiliki developer lain: Kebebasan mengambil risiko.
Saat banyak studio besar harus bermain aman demi laporan keuangan, Pocketpair justru bisa bereksperimen dengan proyek-proyek yang mungkin dianggap terlalu berbahaya bagi orang lain. Namun, Bucky juga sadar bahwa mereka harus tetap menginjak rem agar tidak kebablasan.
Fokus Menuju Palworld 1.0 dan Proyek “Aneh” Lainnya
Tahun 2026 ini menjadi tahun yang sangat sibuk bagi Pocketpair. Selain sedang mematangkan Palworld versi 1.0 yang dijadwalkan rilis tahun ini, mereka juga mulai mengepakkan sayap sebagai publisher.
Pocketpair saat ini sedang mengawal beberapa game petualangan dengan tema yang unik (dan sedikit menyeramkan), seperti:
- Dead Take
- Cassette Boy
- Never Grave
Tidak hanya itu, mereka juga sedang bersiap merilis lini action figure dan mainan mewah untuk para penggemar setia mereka.
“Bukan Mau Jadi Kerajaan Media, Cuma Ingin Tetap Seru”
Meski lini bisnisnya semakin luas, Bucky menegaskan bahwa Pocketpair tidak punya ambisi untuk menjadi “kerajaan media” yang haus kekuasaan. Fokus mereka sederhana: belajar bagaimana mendanai game yang tepat dan memastikan ekosistem survival tetap hidup.
“Awalnya saya agak khawatir karena dunia penerbitan (publishing) ini terasa sangat asing bagi kami. Tapi sepertinya, kami telah memilih ‘kuda’ yang tepat untuk didukung sejak awal,” tutup Bucky dengan optimis.















Discussion about this post