ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Mantan Presiden Nippon Ichi Software Jelaskan Mengapa Industri Game Jepang Kini Cenderung Ciptakan Lebih Sedikit Kreator Hebat Seperti Hideo Kojima

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
March 28, 2026
in Game, Gamebiz, News
Mantan Presiden Nippon Ichi Software Jelaskan Mengapa Industri Game Jepang Kini Cenderung Ciptakan Lebih Sedikit Kreator Hebat Seperti Hideo Kojima

Studio game asal Jepang, SuperNiche, yang dipimpin oleh mantan presiden Nippon Ichi Software, Sohei Niikawa, baru saja merilis judul baru mereka yang bergenre “sushi lane musical action adventure” berjudul Etrange Overlord untuk Nintendo Switch, PS4, PS5, dan PC via Steam.

Dalam rangka merayakan perilisan tersebut, Niikawa berpartisipasi dalam beberapa wawancara dengan media, melansir dari GameSpark di mana ia membahas detail dari judul barunya tersebut sekaligus berbagi pendapat mengenai kondisi industri game saat ini.

Baca Juga

Asal Usul Soulslike ? Pencipta Dark Souls Ungkap Dirinya Tidak Benar Benar Ciptakan Genre Soulslike

Asal Usul Soulslike ? Pencipta Dark Souls Ungkap Dirinya Tidak Benar Benar Ciptakan Genre Soulslike

December 30, 2025
Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor Penjualan Capcom, Dorong Laba Tertinggi dalam Sejarah

Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor Penjualan Capcom, Dorong Laba Tertinggi dalam Sejarah

May 14, 2026
GODDESS OF VICTORY: NIKKE Umumkan Update Musim Panas

GODDESS OF VICTORY: NIKKE Umumkan Update Musim Panas

July 11, 2025
Salah Satu Pendiri Sucker Punch, Studio Ghost of Tsushima, Akan Mengundurkan Diri Setelah 30 Tahun

Salah Satu Pendiri Sucker Punch, Studio Ghost of Tsushima, Akan Mengundurkan Diri Setelah 30 Tahun

December 18, 2025

Ketika ditanya bagaimana perasaannya mengenai berkurangnya pengembang “auteur” yang produktif di kancah industri—seperti Hideo Kojima, Suda51, SWERY, dan Kenji Eno—Niikawa berpendapat bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh sifat “korporat” dari industri video game.

“Sejujurnya itu agak disayangkan. Menggunakan istilah saya sendiri, saya merasa ‘pen-salaryman-an’ (salaryman-ification) para kreator terus berlanjut,” ujarnya. Sebagai konteks, “salaryman” di Jepang merujuk pada pekerja kerah putih yang dipekerjakan di perusahaan besar, yang secara stereotip memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya dan patuh pada organisasi mereka.

Dibandingkan dengan produksi film, anime, manga, dan musik, Niikawa menjelaskan bahwa industri video game memiliki kerangka korporat yang jauh lebih ketat dalam menangani proyek, karena mengandalkan staf yang bekerja sebagai karyawan tetap perusahaan.

Sebagai ilustrasi, ia mencatat bahwa, misalnya, seniman manga tidak “bekerja di bawah” penerbit, dan mereka bersaing berdasarkan basis proyek-ke-proyek. Ini berarti meskipun proyek tersebut akhirnya gagal, mereka dapat dengan mudah beralih ke hal berikutnya sambil tetap mengejar apa yang benar-benar mereka yakini sebagai “hal yang benar.”

Mantan Presiden Nippon Ichi Software Jelaskan Mengapa  Industri Game Jepang Kini Cenderung Ciptakan Lebih Sedikit Kreator Hebat Seperti Hideo Kojima

Di sisi lain, ketika Anda adalah seorang pengembang yang bekerja untuk sebuah perusahaan, berbagai faktor lain seperti kebijakan perusahaan dan pengambilan keputusan, serta profitabilitas, ikut berperan, sehingga membuat “individualitas” lebih sulit untuk muncul.

“Fakta bahwa judul-judul AAA semuanya cenderung mengambil arah kreatif yang serupa, dan fakta bahwa kita terus mendapatkan lebih banyak sekuel mungkin tidak sepenuhnya tidak berhubungan dengan hal ini, saya yakin. Jadi, jika Anda ingin mengambil tantangan yang lebih berani, menjadi indie atau mendirikan perusahaan sendiri mungkin memberikan tingkat kebebasan yang jauh lebih tinggi,” tambah Niikawa.

Meskipun demikian, dengan judul AAA dan indie sebagai dua kutub ekstrem, Niikawa percaya bahwa cara perusahaan menengah dalam mendekati pembuatan judul baru akan menjadi poin krusial bagi masa depan industri game Jepang.

“Tentu saja, saya mengerti bahwa ada keadaan dan kondisi bisnis yang membuat [pelaku bisnis] tidak punya pilihan selain bermain aman. Tetapi jika mereka bermain terlalu aman, ada kemungkinan besar mereka pada akhirnya akan mengalami penurunan.”

Menyebutkan bagaimana kancah global telah menjadi lebih kompetitif, terutama dengan studio-studio di luar Jepang yang menunjukkan peningkatan pesat dalam kemampuan teknis, Niikawa percaya bahwa inilah saatnya bagi pengembang domestik untuk mulai lebih proaktif.

“Jepang memiliki lahan yang subur untuk menciptakan lebih banyak konten baru, dan menurut saya agak disayangkan bahwa industri game cenderung bermain aman. Jadi pendapat jujur saya adalah: mengapa kita tidak habis-habisan saja dan bermain ofensif. Tentu saja, saya tidak mencoba mengatakan bahwa ‘pen-salaryman-an’ itu adalah hal yang buruk. Sangat penting untuk bisa bekerja di lingkungan yang stabil dan juga menjaga kehidupan pribadi serta keluarga. Namun, jika berbicara murni dari perspektif ‘menciptakan sesuatu’, menyeimbangkan keduanya tidaklah mudah.”

Tags: Berita GameNippon Ichi SoftwareSohei NiikawaSuperNiche
Share131Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.