ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Game Jadul Ini Lebih Sulit Dari Soulslike, Berani Coba ?

Michael MatthewbyMichael Matthew
January 16, 2026
in Game, Game Retro, Nintendo, PC, Pilihan Editor, PlayStation, ReArchivu List
Game Jadul Ini Lebih Sulit Dari Soulslike, Berani Coba ?

Istilah Soulslike yang kita kenal selama ini adalah salah satu genre modern yang diperkenalkan oleh Hidetaka Miyazaki yang sudah merilis berbagai game Soulsborne milik FromSoftware seperti Demon Souls (2009), Dark Souls series, dan yang terbaru adalah Elden Ring.

Tapi, kalau kalian denger kata Soulslike/ Soulsborne ini, pasti kebanyakan gamers akan langsung mengatakan bahwa genre game tersebut adalah salah satu genre tersulit yang untuk dikuasai. Padahal kalau kita flashback kembali ke era Retro Gaming, banyak sekali game yang ternyata lebih sulit dari dari pada genre Soulslike/ Soulsborne. Di era NES, SNES, hingga awal konsol 16-bit, kesulitan bukan sekadar tantangan—melainkan identitas. Tanpa checkpoint ramah, tanpa autosave, dan dengan kontrol yang sering kali kaku, game-game retro memaksa pemain belajar lewat kegagalan berulang, bukan lewat tutorial panjang. Tapi game Retro ini ternyata lebih brutal dibanding genre Soulslike modern.

Baca Juga

Rekomendasi Game RPG Yang Cocok Untuk Pemula: Dari JRPG, Action RPG, Hingga Open World

Rekomendasi Game RPG Yang Cocok Untuk Pemula: Dari JRPG, Action RPG, Hingga Open World

December 4, 2025
JRPG Dengan Tema Dewasa dan Gelap yang Berani Angkat Isu Serius dan Mengguncang Emosi

JRPG Dengan Tema Dewasa dan Gelap yang Berani Angkat Isu Serius dan Mengguncang Emosi

December 18, 2025
JRPG Terbaik Sepanjang Masa Yang Mendefinisikan Generasinya dan Masih Berpengaruh Hari Ini

JRPG Terbaik Sepanjang Masa Yang Mendefinisikan Generasinya dan Masih Berpengaruh Hari Ini

March 13, 2026
31 Game Baru Bulan Juni 2025

31 Game Baru Bulan Juni 2025

June 5, 2025

Pada artikel kali ini kami ingin membahas game game jadul yang lebih sulit dari Soulslike, apa saja gamenya ? simak pada artikel ReArchivu kali ini!


15. ECCO The Dolphin

Platform: SEGA Mega Drive / Genesis, PC

Ecco the Dolphin mungkin terdengar asing bagi banyak orang, hal yang wajar mengingat game ini berasal dari konsol lawas SEGA Mega Drive. Padahal, Ecco the Dolphin merupakan salah satu game action-adventure paling ikonik dan dianggap sebagai jajaran terbaik di masanya. Pemain mengendalikan seekor lumba-lumba bernama Ecco yang harus menghadapi ancaman makhluk ekstraterestrial yang menculik kawanan laut. Sebagai mamalia, Ecco membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, dan mekanik pernapasan inilah yang menjadi sumber utama tingkat kesulitannya. Pemain dipaksa terus mengatur waktu antara menjelajah lautan yang semakin dalam dan mencari titik permukaan atau sumber udara, di mana semakin jauh eksplorasi dilakukan, semakin terbatas pula kesempatan untuk mendapatkan oksigen.

14. Battletoads

Platform: NES, Super NES, Game Boy

Merupakan game Arcade Action yang dikembangakan oleh Rare, adalah contoh ekstrem game retro bisa menyiksa para pemain dibanding Soulslike. Bukan tanpa alasan, game ini dibangun dengan desain level berbasis refleks instan dan hafalan. Level seperti Turbo Tunnel memaksa pemain untuk bereaksi dalam hitungan sepersekian detik terhadap rintangan yang datang.

Ketidak konsiten tempo antar level pada game ini juga menjadi faktor utama, Battletoads bisa berpindah dari beat ’em up 2D ke level balapan kecepatan tinggi, platforming presisi, hingga pseudo-3D dalam satu game. Setiap jenis gameplay memiliki aturan dan tuntutan mekanik yang berbeda, sehingga pemain harus dipaksa beradaptasi tanpa masa transisi.

13. Zelda II: The Adventure of Link

Platform: NES, Game Boy Advance

Game buatan Nintendo ternyata memberikan kesulitan untuk para gamers di tahun 80-an. Sistem pertarungan dengan berbasis presisi arah ini menjadi salah satu sumber kesulitan game ini. Zelda II: The Adventure of Link mengharuskan pemain untuk melakukan serangan dan bertahan dan kalian harus membidik tinggi atau rendah secara manual, membaca pola musuh yang agresif dan cepat. Beberapa musuh memiliki perisai yang mampu memblokir serangan pemain, memaksa duel satu lawan satu yang menuntu timing super sempurna.

Sistem respawn pada game ini cukup kejam, ketika Link mati ia akan dikirim kembali ke North Palace yang mengharuskan kalian untuk mengulangi lagi perjalanan yang panjang. Manajemen resource menjadi peran besar juga karena magic dan health sangat terbatas, sementara spell penting seperti Shield, Jump, atau Life menghabiskan resource besar. Kesalahan penggunaan magic dapat membuat dungeon hampir mustahil diselesaikan.

12. Tomb Raider III: Adventures of Lara Croft

Platform: Playstation, PC

Kita masuk ke Tomb Raider klasik yaitu Tomb Raider III: Adventures of Lara Croft, selain Lara Croft bisa meluluhkan hati para pemain, tapi bisa juga membuat hati para pemain emosi. Kesulitan game ini bisa kita lihat dari eskalasi desain level yang sengaja membuat pemain tertipu, banyak puzzle dan jalur progres tidak mengikuti logika visual yang konsisten. Platforming presisi menjadi tingkat kesulitan, bahkan bisa diperparah oleh ruang vertikal dan sudut kamera yang lebih ekstrem. Hal ini juga didukung oleh kontrol Lara yang kaku dan timing yang tepat.

11. Nightmare Creatures (1997)

Platform: PlayStation, Nintendo 64, PC

Nightmare Creatures menghadirkan kesulitan lewat kontrol kaku dan sistem pertarungan yang belum matang. Musuh agresif, damage tinggi, dan arena sempit membuat setiap pertarungan terasa berbahaya. Kamera yang tidak konsisten sering memperparah situasi, membuat pemain mati bukan karena salah strategi, tetapi karena kehilangan orientasi. Adrenaline Bar ini adalah mekanik yang paling menyiksa. Kalian memiliki bar adrenalin yang terus berkurang. Jika bar ini habis, darahmu akan berkurang perlahan sampai mati. Kamu dipaksa untuk terus bertarung tanpa henti, tidak ada waktu untuk bermain aman atau bersembunyi.

10. System Shock (1994)

Platform: PC (MS-DOS)

System Shock adalah game yang sulit karena menolak memberi pegangan apa pun kepada pemain. Berbeda dengan game modern yang minimalis, layar System Shock penuh dengan indikator, tombol, dan jendela (HUD) yang harus dikelola secara manual. Masuk ke dunia digital di game ini sangat memusingkan dengan navigasi 360 derajat yang bisa membuat pemain mual dan kehilangan arah seketika. Tidak ada bantuan arah sama sekali.

9. Ghost ‘n Goblins

Platform: Arcade, NES, Commodore 64, Amstrad CPC, ZX Spectrum, MSX, PlayStation (via Capcom Generations), Playstation Portable (Capcom Classics Collection)

Ghost ‘n Goblins merupakan sebuah Action Platformer milik Capcom yang dirilis pada tahun 1985. Game ini bukan sekedar tentang musuh yang kuat atau sebagainya, tetapi sebgai lahirnya dari kombinasi desai mekanik yang kejam, keterbatasan kontrol, dan filofi game era arcade yang memang dirancang untuk menghukum para pemain tanpa ampun.

Game ini sangat sulit dikarenakan beberapa faktor seperti sistem nyawa dan damage yang ekstrem. Karakter kita bernama Arthur hanya bisa menerima dua kali serangan sebelum mati dengan pukulan pertama yang melucuti armornya, dan kedua adalah pukulan kematian. Dari segi kontrol dan pergerekan juga terkenal kaku, lompatan Arthur memiliki arc tetap tanpa kontrol di udara, sehingga pemain harus benar-benar memperhitungkan jarak dan timing.

Selain itu desain level dan musuh yang selalu respawn secara agresif dan tidak dapat diprediksi. Beberapa musuh akan muncul terus-menerus hingga pemain bergerak maju, memaksa kalian untuk menyerang sambil berjalan.

8. 7th Saga

Platform: NES

7th Saga adalah JRPG besutan ENIX yang dirilis untuk Super Nintendo, dan menjadi contoh ekstrem dari praktik lokalisasi era lama di mana penyesuaian tidak hanya dilakukan pada bahasa, tetapi juga tingkat kesulitan. Versi Amerika Serikat game ini sengaja dibuat jauh lebih sulit, salah satunya dengan mengurangi peningkatan stat yang diterima karakter saat level up—tanpa diimbangi penyesuaian pada kekuatan musuh. Di luar itu pun, 7th Saga pada dasarnya sudah merupakan game yang terasa ganjil: sistem karakter yang membingungkan, random encounter yang sangat sering, serta mekanik pertarungan yang rumit dan kurang intuitif. Kombinasi semua elemen ini membuat tingkat kesulitannya terasa berlipat ganda, terlebih dengan banyaknya spell instant kill yang bisa membunuh pemain bahkan dari encounter acak sekalipun, menjadikan pengalaman bermainnya penuh frustrasi khas JRPG lawas.

7. Vagrant Story

Platform: Playstation

Vagrant Story sering disalahpahami sebagai RPG biasa, padahal kesulitannya datang dari sistem mekanik yang sangat kompleks dan tidak ramah pemain. Game ini mengharuskan pemain memahami affinity senjata, jenis musuh, damage type, serta timing serangan secara presisi. Apabila kalian tidak mengatur senjata berdasarkan jenis musuh damage yang diberikan akan berbeda-beda seperti contoh, jika kalian menyerang Naga dengan senjata untuk membunuh manusia, damage yang diberikan adalah 0.

6. Alundra (1997)

Platform: PlayStation (PS1)

Alundra adalah game yang sulit karena puzzle design ekstrem, bukan karena pertarungan. Puzzle-puzzle di dalamnya sering kali menuntut logika berlapis, timing presisi, dan eksekusi tanpa kesalahan. Banyak puzzle tidak memberi petunjuk visual yang jelas, membuat trial-and-error menjadi satu-satunya jalan. Pemain lewat kesalahan berpikir. Satu kesalahan kecil bisa memaksa pemain mengulang rangkaian puzzle panjang. Boss di game ini memiliki HP yang sangat tebal dan celah untuk menyerang sangat sempit, menuntut fokus penuh selama 10-15 menit tanpa henti.

5. Fear Effect (2000)

Platform: PlayStation (PS1)

Kesulitan Fear Effect datang dari kombinasi kontrol tank-style, kamera sinematik statis, dan manajemen resource ketat. Sudut kamera yang berubah-ubah sering menyulitkan orientasi pemain saat bertarung, sementara amunisi dan health sangat terbatas. Banyak bagian dalam game ini yang berupa Quick Time Event (QTE) atau pilihan instan. Salah memilih jalur atau telat menekan tombol dalam setengah detik berarti layar Game Over seketika. Ada mekanik stress pada game ini, jika karaktermu terlalu takut (Heart Rate monitor berubah merah), kamu akan lebih cepat mati dan bidikan senjatamu menjadi kacau.

4. Contra (1987)

Platform: Arcade, NES, MSX2, Commodore 64

Contra adalah definisi kesulitan berbasis refleks dan konsistensi. Sistem satu-hit mati, layar penuh proyektil, dan boss dengan pola brutal membuat game ini menuntut eksekusi nyaris sempurna sejak awal. Tidak ada sistem progres, tidak ada mitigasi kesalahan—hanya skill murni.

3. King’s Field I & II

Platform: Playstation

FromSoftware ini ternyata sudah menyulitkan para pemain sebelum mereka merilis genre Soulsborne/ Soulslike. King’s Field sering disebut sebagai nenek moyang Soulslike. Game dengan tempo permainan yang sangat lambat tapi mematikan, dimana game ini menuntut kesabaran dan perhitungan jarak yang cukup presisi. Ditambah game ini sangat minim guide jadi kalian harus mengeksplor area labirin yang gelap.

2. Ninja Gaiden Classic

Platform: NES

Ya kita bicarakan merupakan Ninja Gaiden klasik garapan Hideo Yoshizawa. Faktor utama game ini sangat sulit dibanding soulslike adalah desain musuh dan sistem respawn yang kejam. Pada Ninja Gaiden klasik, musuh akan memberikan tekanan konstan pada area yang sempit. Pemain juga harus memikirkan tempo permainan, karena game ini sangat cepat dan sedikit kesalahan apa pun seperti terkena proyektil di udara atau terpental musuh, mengakibatkan mati instan.

Kontrol presisi tinggi ini bisa memberikan kita keuntungan atau kerugian. Kontrol Ryu memang sangat responsif, game ini menuntut eksekusi yang nyaris sempurna. Platforming sering dikombinasikan dengan musuh yang respawn secara tiba-tiba, memaksa pemain untuk lompat, serang dan menghindar pada waktu yang sangat sempit.

1. Wizardry IV: The Return of Werdna

Platform: Apple II, NES

Wizardry adalah seri RPG legendaris garapan Sir-Tech yang perannya sangat krusial dalam membentuk fondasi genre role-playing game. Tanpa Wizardry, besar kemungkinan seri-seri besar seperti Final Fantasy, Dragon Quest, Megami Tensei, Phantasy Star, hingga berbagai JRPG dan Western RPG lain tidak akan pernah hadir dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Layaknya Atari yang menjadi pionir konsol gim, Wizardry adalah salah satu pelopor utama perkembangan RPG secara keseluruhan.

Meski tiga game pertamanya sudah terkenal brutal dan sangat “tidak ramah” bagi pemain modern, semua itu terasa seperti mode mudah jika dibandingkan dengan Wizardry IV. Di seri keempat ini, pemain berperan sebagai Werdna—penyihir jahat yang bangkit kembali setelah dikalahkan para hero di game pertama. Tidak ada party yang bisa dikustomisasi; Werdna harus bertahan sendirian dengan memanggil monster sebagai pengganti anggota party. Sistem progresinya pun tidak lazim: level hanya bertambah di titik cerita tertentu, monster summon tidak bisa naik level, tidak bisa dikendalikan secara langsung, dan akan mati permanen jika tumbang. Ditambah lagi, pemain harus melawan party hero lengkap yang bertarung tanpa ampun—dengan ninja ber-instant kill, mage pemusnah massal, thief pencuri item, dan cleric yang mampu membangkitkan rekan mereka. Tanpa EXP dari encounter, setiap pertarungan terasa berat dan penuh risiko, menjadikan Wizardry IV pantas dianggap sebagai salah satu RPG tersulit sepanjang masa.

Kesulitan juga datang dari sistem RPG yang kaku dan tidak transparan. Statistik naik perlahan, efek equipment tidak selalu jelas, dan kesalahan build atau penggunaan item bisa membuat game jauh lebih sulit tanpa cara mudah untuk memperbaikinya.


Jadi bagaimana menurut kalian ? itulah 15 game jadul pilihan ReArchivu yang lebih sulit dari Soulslike pastinya cocok untuk mereka yang mencari tantangan.

Jika kalian suka dengan artikel seperti ini, kalian dapat melihat artikel kami lainnya disini.

Tags: ReArchivu ListRekomendasi Gamesoulslike
Share131Tweet82ShareShare
Michael Matthew

Michael Matthew

I just like video games and am still trying to finish my backlog :)

Baca Selanjutnya

Sutradara Final Fantasy VII Revelation Pertimbangkan DLC Bergaya EPISODE INTERmission
News

Sutradara Final Fantasy VII Revelation Pertimbangkan DLC Bergaya EPISODE INTERmission

byFransiskus Sukardi Ruata
August 2, 2026
0

Naoki Hamaguchi mengungkapkan bahwa seri Final Fantasy VII Remake akan diakhiri dengan Final Fantasy VII Revelation.

Read moreDetails
hololive Dreams Gabungkan Elemen RPG dan Ritme untuk Kejar Audiens yang Lebih Luas

Kejar Audiens yang Lebih Luas, hololive Dreams Gabungkan Elemen RPG dan Ritme!

August 2, 2026
Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

August 1, 2026
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.