ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Review Atelier Resleriana: The White Alchemist & The White Guardian

Review Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian – Angin Segar Penyuka Game Atelier Bergaya Klasik

RiffarrobyRiffarro
March 2, 2026
in Review Game, Game, JRPG, Nintendo, PC, PlayStation, Review

Gust dan Koei Tecmo biasanya cukup rajin untuk merilis game Atelier di setiap tahunnya, namun di 2024 kemarin Atelier sempat ada kekosongan tanpa ada game baru yang dirilis di tahun itu. Di tahun 2025, Atelier melepas dua judul terbaru yaitu Atelier Yumia dan Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian (Selanjutnya Atelier Resleriana RW).

Berbeda dengan Atelier Yumia yang adalah sebuah series baru tanpa terikat dalam sub series seperti judul Atelier lain, Atelier Resleriana RW adalah game yang berada dalam semesta yang sama pada game Atelier Resleriana Forgotten Alchemy and the Polar Night Liberator (yang akan saya sebut sebagai Resleriana gacha) yang dirilis pada tahun 2023 di Jepang dan 2024 di Global (yang sekarang servernya sudah ditutup pada Maret tahun ini) dengan title A25 yang berarti merupakan series utama.

Baca Juga

Atelier Yumia x Tekken 8

Gust Umumkan Kolaborasi Spesial Atelier Yumia x Tekken 8; Puni Heihachi Will Never Be Not Funny LOL!

March 24, 2025
10 Rekomendasi Game RPG Dengan Pilihan Moral

10 Rekomendasi Game RPG Dengan Pilihan Moral

April 15, 2026
Rekomendasi 15 JRPG PS2 Klasik yang Masih Seru Dimainkan Hingga Sekarang

Rekomendasi 15 JRPG PS2 Klasik yang Masih Seru Dimainkan Hingga Sekarang

February 6, 2026
Desain Ryza yang Montok Muncul Lewat Hasil Riset Pasar Secara Intens Oleh Gust

Desain Ryza yang Montok Muncul Lewat Hasil Riset Pasar Secara Intens Oleh Gust

February 24, 2026

Membawa semesta yang sama bahkan dengan mengusung title A25-2 yang berarti menjadikan Atelier Resleriana RW ini terhubung secara langsung dengan Atelier Resleriana gacha membawa angin segar sekaligus kekhawatiran bagi para fans termasuk saya, karena tentunya sebagian besar fans tidak menyukai arahan Resleriana gacha sebagai game yang dinilai hanya cash grab semata menjadi series utama. Ada kekhawatiran jika pemain baru akan tidak bisa relate jika mengikuti cerita Resleriana RW karena tentunya banyak yang enggan bermain Resleriana gacha dan melewatkannya. Saya pun termasuk orang yang tidak pernah memainkan Resleriana Gacha sebelumnya.

Apakah kekhawatiran tersebut benar adanya? Mari kita simak pada review Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian, oleh ReArchivu kali ini. 

Table of Contents

  • Cerita Sepasang Protagonis yang Seperti ‘Pengantin Muda’
    • Kembalinya Dual Protagonist
  • Gameplay
    • Kembali Dengan Turn Based Klasik Setelah Sekian Lama
    • Synthesis System Yang Newbie Friendly
    • Procedurally Generated Dungeon dan Eksplorasi yang Agak Nanggung
    • Town Building yang Sangat Sederhana
  • Visual & Audio – Daur Ulang Aset Game Gacha
    • UI/UX yang Kadang Kurang Intuitif
    • Musik yang Biasa Saja, dan Partial Dubbing
  • Final Verdict
  • Game Details:

Cerita Sepasang Protagonis yang Seperti ‘Pengantin Muda’

Cerita dari Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian dimulai dengan Slade yang sedang menjelajahi reruntuhan di sekitar Hallfein – sebuah kota mati yang kehilangan penduduknya akibat sebuah insiden misterius. Slade kemudian bertemu dengan Rias dan menemukan ruangan misterius di dalam reruntuhan yang diketahui sebagai Atelier Kuno yang kini aktif kembali. Bangkitnya Atelier ini kemudian secara misterius memberikan Rias kemampuan alchemy.

Dengan kemampuan Alchemy Rias bersama dengan Slade bertekad membangun kembali Halffein. Apakah usaha mereka akan berhasil? temukan jawabannya dengan bermain Atelier Resleriana the Red Alchemist and the White Guardian.

Untuk cerita sendiri apakah perlu memainkan Resleriana gachanya? Apakah terhubung dengan versi gachanya? Jawabannya adalah tidak perlu memainkan versi gachanya meskipun secara cerita ini terhubung dan mengambil latar setelah kejadian pada game gachanya.

Karena meski di awalnya akan ada beberapa lore drop (yang menjelaskan world building dalam semestanya) yang mungkin akan membuat sebagian orang bingung, serta ada sedikit rangkuman soal kejadian pada Resleriana gacha, namun itu semua kemudian hanya numpang lewat saja, sisanya Resleriana RW bisa berdiri sendiri sebagai cerita yang kokoh tanpa bergantung banyak kepada Resleriana gacha. Resna dan Valeria (protagonis Resleriana gacha) juga kembali sebagai cameo tanpa mempengaruhi keseluruhan cerita, sayangnya potensi mereka sebagai playable karakter dikunci sebagai dlc berbayar.

Keseluruhan cerita Atelier Resleriana RW cukup menarik. Konflik yang dihadirkan terbilang serius untuk skala Atelier, seperti membawa kembali nuansa Atelier Iris trilogy dan Mana Khemia duology. Akan ada beberapa plot twist walaupun jujur saya sedikit kecewa dengan salah satu plot twist-nya, yang akan kalian ketahui sendiri nantinya. Tapi mengingat ini cerita dari Atelier modern, rasanya bisa lebih sedikit diterima.

Kembalinya Dual Protagonist

Atelier Resleriana RW memiliki dua orang protagonis yaitu Rias Eidreise dan Slade Clauslyter yang salah satunya bisa kita pilih pada awal permainan sebagai protagonis utama, namun pilihan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap cerita.

Pilihan ini hanya akan memberikan perbedaan sudut pandang dan penentu awal jalannya ceritanya, meskipun begitu tetap patut dipuji karena dual protagonis sudah cukup lama absen dalam seri Atelier.

Gameplay

Jika ada 1 hal yang selalu kembali dari seri Atelier, maka itu tentu saja adalah synthesis yang menjadi inti dari seri ini sendiri. Namun walau begitu Atelier juga dikenal sebagai seri yang terus berinovasi membawakan gimmick dan tema baru dalam tiap instalasinya.

Pada Atelier Resleriana RW, inovasi baru kembali dibawakan dengan dihadirkan lewat city management, namun yang unik justru kembalinya beberapa elemen elemen klasik seri ini.

Kembali Dengan Turn Based Klasik Setelah Sekian Lama

Atelier Resleriana RW kembali pada sistem battle turn base setelah sebelumnya digunakan pada Atelier Sophie 2, dan dilewatkan pada Atelier Yumia yang memiliki battle semi action.  

Sistem battle Rersleriana RW menghadirkan 6 karakter dalam satu party yang akan dibagi menjadi 3 front row dan 3 back row. Front row akan hadir menjadi karakter yang maju paling depan dan akan diberikan pilihan normal attack, skill dan items, sementara back row menjadi support untuk front row dan hanya akan diberikan pilihan untuk skill atau menggunakan items. Baik front row dan back row keduanya bisa diganti dalam battle yang tentunya mengorbankan 1 turn.

Yang unik adalah hadirnya interrupt yang memberikan pilihan menggunakan karakter back row yang dapat digunakan saat turn musuh sedang berlangsung. Sayangnya pilihan interrupt hanya terbatas pada menggunakan item tidak beserta skill. Baik multi action atau interrupt dibutuhkan Technical Point (TP). Menjadikan Atelier game turn based yang sangat interaktif dan tidak pasif.

Fitur ini muncul dengan sebuah indikator saat musuh akan menyerang, ini berguna untuk meminimalisir damage yang diterima, jika timing guard-nya tepat (precision guard) dapat mengisi AP bahkan dapat menangkal debuff yang diberikan musuh.

Lalu seperti kebanyakan game Turn base lainnya akan ada skil yang berfungsi menjadi semacam ultimate skill juga atau pada game ini disebut sebagai Unite burst, kondisi di mana damage yang diterima musuh akan dilipatgandakan dan turn karakter menjadi prioritas, setiap karakter juga dapat melakukan ultimate skill saat unite burst sedang berlangsung. Seperti Rias dengan skill Einzelkampf-nya.

Synthesis System Yang Newbie Friendly

Bukan Atelier namanya jika tidak ada synthesis. Pada Resleriana RW synthesis hadir sederhana dengan sistem colour match, yaitu mencocokkan warna katalis dari bahan-bahan sesuai recipe yang ada. Sistem color match ini sangat mudah dipahami dan ramah untuk orang yang sebelumnya asing dengan sistem crafting dari Atelier

Ada dua tahapan saat melakukan synthesis, yang pertama memilih dari bahan dasarnya yang di mana sebenarnya kita tidak diwajibkan untuk mencocokan warnanya, namun jika ingin tetap mencocokan warnanya maka traits yang dibawa oleh bahan dasarnya akan diwariskan sebagai traits dari item yang di-synthesis.

Tahap kedua, pemilihan bahan lanjutan. barulah di tahap ini penentuan traits yang ingin diwariskan untuk items yang kita synthesis. Setiap items memiliki traitsnya masing-masing yang hanya bisa diwariskan untuk item tertentu, misalnya half critical hanya bisa diwariskan untuk item berkategori bomb saja. Jika ingin mewariskan half critical warna katalis dari bahan harus saling cocok satu sama lain, jika tidak maka traits tidak akan terbawa.Setelah warna katalis saling cocok maka traits dari bahan yang dipilih akan muncul dalam traits list.

Untuk pemain baru tutorial demi tutorial akan dibantu dan dijelaskan satu persatu, dan jika terlewat kalian masih bisa membacanya pada bagian tab guide di bagian help. Selama bukan achievement hunter kalian tetap bisa bermain secara santai dan casual tanpa memikirkan kompleksitas yang ada.

Selanjutnya juga ada recipe morph. Pada dasarnya setiap recipe di Atelier Resleriana RW berbentuk seperti tree/pohon yang saling bercabang dan akan terbuka seiring berjalannya cerita atau mengeksplorasi tempat-tempat tertentu. Untuk membuka recipe tree, bisa dengan menekan tombol C jika bermain menggunakan keyboard atau L2 jika menggunakan controller.

Bomb di sini bisa berevolusi menjadi tingkatan lain atau bahkan menjadi items yang berbeda. Untuk melakukan recipe morph bisa dilakukan dengan memasukan bahan spesifik yang tertera pada recipe tree, misalnya jika ingin membuka recipe ice bomb kita bisa mulai dengan membuat bomb biasa lalu saat akan memasukan bahan ‘uni’ pilih ‘frost uni’ selama warna dari katalisnya sesuai maka akan muncul pilihan untuk melakukan recipe morph. Tadaa! Bomb akan berubah menjadi Ice bomb.

Procedurally Generated Dungeon dan Eksplorasi yang Agak Nanggung

Eksplorasi untuk gathering dalam game ini dibagi dalam dua jenis, pertama around Hallfein atau eksplorasi di sekitar Hallfein yang biasanya terikat dengan jalan cerita yang sedang berjalan, dan juga dimensional path : semacam dungeon dengan map random generate ala roguelike yang mungkin juga familiar dengan game Pokemon mystery dungeon series.

Keduanya terdapat items dan material yang dibutuhkan untuk synthesis, namun jika mengeksplorasi dimensional path reward items memiliki rank yang lebih tinggi dan juga membawa traits yang langka dan tidak bisa didapatkan jika hanya mengeksplorasi dungeon sekitar Hallfein. Namun saat sedang menjelajah dimensional path kita tidak bisa menyimpan progress permainan sehingga save biasanya dilakukan sebelum memasuki dimensional path.

Di setiap lantai tertentu pada dimensional path juga akan terdapat boss yang menjaga peti dan monumen, dimana peti tersebut biasanya berisi equipment spesifik yang hanya bisa didapatkan di dimensional path. Sementara untuk monumen (sebenarnya ini semacam tempat bagi Slade untuk meletakan bukunya, di mana kita akan mendapatkan legendary recipe. Dan buku Slade yang awalnya berisi halaman kosong akan terisi catatan penting yang hanya bisa diterjemahkan oleh peneliti bernama El yang juga merupakan partner Slade pada awal kisahnya).

Di dimensional path juga adalah tempat kita bisa mengumpulkan fairy yang bisa dijadikan asisten yang akan membantu tugas kita menjaga toko. Para fairy ini bisa direkrut dengan membayar mereka sesuai tingkatan level, skill dan statistiknya masing-masing. Namun perlu dicatat ada batas kita merekrut fairy sehingga tidak semuanya fairy yang ditemukan bisa direkrut. Keuntungan lain fairy ini bisa memberikan buff yang akan meningkatkan kualitas dan kuantitas item dari gathering atau drop dari monster yang dilawan, dan juga sekedar memulihkan heal point, AP, TP bahkan meregenerasi items.

Setiap fairy membawa buff yang acak, namun untuk skillnya sudah ditentukan. So, pastikan jika ingin mererkut fairy kalian lihat lagi statistik dan skillnya.

Town Building yang Sangat Sederhana

Salah satu fitur yang diiklankan oleh Gust saat promosi Resleriana RW. Namun sebenarnya town building di sini tidaklah rumit ataupun tidak sebebas seperti game sim building. Bisa dibilang hanya sebagai pelengkap karena cerita Resleriana RW sendiri tentang membangun kembali kota. Untuk merestorasi kota cukup melakukan setoran items tertentu kepada Camila, item ini bisa berupa item khusus yang hanya bisa didapat melalui synthesis dan item yang dikumpulkan saat eksplorasi, tergantung rank-nya.

Percayalah ketika late game town building ini terasa sangat mudah, tidak perlu overthinking karena pembagian kategorinya. Pembagian kategori hanya untuk membuka items dan recipe tertentu pada toko yang tersebar di Hallfein.

Visual & Audio – Daur Ulang Aset Game Gacha

Untuk Visual sendiri Atelier Resleriana RW sejatinya masih memakai asset yang sama seperti game Atelier Resleriana versi gachanya. Masih memakai engine Unity, bukan Katana engine seperti judul-judul Atelier sebelumnya. Untuk saya pribadi model 3D karakter Atelier Resleriana RW seperti kehilangan charm nya, karena model 3D karakter yang dibentuk unity tidak semenarik apa yang diciptakan oleh Katana Engine.

Contoh model Ryza pada Atelier Ryza
Contoh model Ryza pada Atelier Resleriana (Gacha) yang dipakai kembali pada game ini

Meskipun ‘asset’nya Ryza masih terlihat jelas namun ciri khas model Katana Engine sudah cukup melekat pada Ryza, Ryza dengan Katana Engine terlihat lebih menggemaskan, setidaknya untuk saya pribadi. Untuk keseluruhan model karakter juga sebenarnya tidak buruk, seperti Rias dan Sophie tetap tampil menarik dengan model dari Unity. 

Untuk bangunan dan lain-lain tidak ada masalah. Terlihat sesuai tempatnya dan tidak blurry atau cuma terlihat seperti ‘png yang ditempel’.

Namun untuk desain monster ini seperti menjadi masalah umum kebanyakan JRPG, desain yang sama namun hanya berbeda warna dengan nama yang juga berbeda. Menjadi monoton dan tidak ada kesan untuk setiap monsternya baik keroco ataupun musuh besar seperti boss, kecuali untuk final boss yang terlihat lebih baik.

UI/UX yang Kadang Kurang Intuitif

Untuk User Interface (UI) Atelier Resleriana RW terlihat sederhana, mungkin beberapa orang akan menganggap kesan ‘murahan’ atau seperti UI game mobile, ya sejatinya memang benar karena seperti yang saya bahas pada model 3D Atelier Resleriana RW, untuk UI Resleriana RW  juga masih memakai asset yang sama seperti game mobilenya/Resleriana versi gacha. Seperti misalnya skill tree karakter, dibuat sesederhana mungkin dan terlihat linear jika dibandingkan skill tree pada JRPG lainnya yang dibuat lebih niat.

Untuk UI saat battle sendiri tidak ada masalah, untuk setiap tombol = satu command sudah menjadi hal umum di JRPG modern, tidak lagi membuka menu lalu memilih command.

Lalu untuk bagian UX, di sini ada masalah yang mungkin tidak terlalu penting untuk beberapa orang. Saat memilih tab di menu utama dilakukan dengan LB dan RB jika menggunakan controller dan memilih sub menu menggunakan LT dan RR. Namun alih-alih membantu desain seperti ini malah membuat kagok, ketika ingin mengganti sub menu malah salah tekan (misalnya ingin menggeser sub menu seharusnya menekan RT malah menekan RB), jujur sampai saat sampai saya menamatkan gamenya pun saya masih sering melakukan kesalahan ini. Seharusnya cukup gunakan d-pad kanan dan kiri saja jika hanya untuk menggeser sub menu.

Apalagi jika banyak dihadapkan menu yang memiliki banyak pilihan seperti menu equipment, seringkali salah tekan. Jika ada hal lain yang ingin dipuji dari UI/UX nya adalah bagaimana pilihan shortcut menu dengan menekan tombol LB + analog kanan, ini cukup mempermudah dan mempercepat pilihan.

Musik yang Biasa Saja, dan Partial Dubbing

Tidak banyak yang bisa dibahas tetapi lagu Opening yang dinyanyikan oleh reche cukup menarik dan meninggalkan kesan. Selain itu tidak banyak yang memorable selain musik opening, musik saat melawan Lara dan Geron, musik final boss, dan musik ending. Untungnya seperti tradisi seri Atelier, pada Atelier Resleriana RW ini kembali membawa musik dari seri-seri terdahulunya dan bisa diganti kapanpun. Walaupun tidak semuanya, karena ada BGM lain yang dijual terpisah sebagai DLC.

Untuk presentasi sulih suara/dubbing secara kualitas tidak ada masalah, beberapa karakter lama seperti Sophie dan Wilbell misalnya masih stay secara karakter. Kedua protagonis : Rias dan Slade berhasil diperankan dengan baik oleh para dubber di baliknya, bahkan untuk Rias berhasil menjadi karakter yang sangat menarik secara personality walaupun saya memilih Slade sebagai protagonis utamanya. 

Sayangnya, tidak semua karakter mendapatkan dub. Karakter ‘sampingan’ yang hanya memberikan side quest tidak diberikan dubber/pengisi suaranya saat conversation berlangsung. Padahal dalam versi gachanya mereka dapat jatah dubbernya masing-masing.

Yang lebih disayangkan lagi hal tersebut terjadi padahal pilihan dubbing sudah dibatasi hanya dubber Jepang, sementara untuk Inggris tidak tersedia, padahal sudah banyak diminta oleh fans. 

Final Verdict

Atelier Resleriana Red Alchemist and White Guardian adalah Atelier yang cocok dimainkan untuk pemain baru ataupun fans Atelier tanpa harus memainkan Atelier Resleriana versi gachanya. Baik dari segi cerita yang ringan ataupun gameplay yang mudah diikuti. Tidak perlu takut jika tidak memainkan game gachanya, Resleriana RW punya pondasi ceritanya sendiri.

Untuk Protagonis, saya merekomendasikan untuk memilih Rias sebagai protagonis utama. Karena Rias berakhir menjadi karakter yang menarik secara perkembangannya dan personality-nya. Sementara Slade kurang memberikan kesan dan tidak semenarik protagonis laki-laki lain seperti Vayne atau Logy. Di sisi lain kehadiran karakter seri Atelier terdahulu menjadi fanservice tersendiri untuk fans veteran. Interaksi dan character event yang diberikan cukup banyak walau tidak semuanya kebagian jatah dan sekedar numpang lewat.

Terlepas dari banyaknya kekurangan, Atelier Resleriana RW menjadi salah satu seri Favorit penulis. Belum sekelas Atelier Escha & Logy atau Mana Khemia 1, tetapi tetap solid sebagai wajah baru Atelier. Seharusnya jika Gust tidak menjadikan Atelier Resleriana gacha sebagai subjudul A25, maka Atelier Resleriana RW yang lebih pantas untuk menyandangnya.

Game Details:

ItemAtelier Resleriana The Red Alchemist and The White Guardian
Played onPC
DeveloperGust
PublisherKoei Tecmo
PlatformNintendo Switch, PS 5, PC via Steam
HargaRp.810.000 (PC)

Great

Game Atelier yang menggabungkan nuansa Atelier klasik dengan gaya Atelier modern. Cerita yang serius namun tetap laid-back secara keseluruhan. Walaupun kurang cocok antara harga yang dibanderol dengan gamenya secara keseluruhan, ditambah tidak adanya regional pricing dari Koei Tecmo. Namun tetap solid sebagai game Atelier.

The Review

Atelier Resleriana: The Red Alchemist & The White Guardian

PROS

  • Sistem Alchemy yang fun dan ramah pemula
  • Hadirnya returning character penuh fanservis dari seri sebelumnya yang dieksekusi dengan baik sehingga menghadirkan interaksi yang menarik
  • Dikembalikannya random character event dengan jumlah yang memuaskan
  • Cerita yang menghadirkan konflik yang lebih menarik tapi tetap santai
  • Dikembalikannya sistem combat turn based klasik dengan sentuhan moderen
  • Synthesis sistem yang intuitif dan mudah dipahami, dengan town building yang sangat menarik.

CONS

  • BGM yang kurang berkesan dibandingkan Atelier lainnya
  • Partial dubbing, tidak ada dubbing Inggris, dan beberapa returning karakter yang dibuat sepenuhnya bisu (tanpa dub)
  • Daur ulang aset mobile yang terkesan murahan
  • Desain monster yang repetitif
Tags: AtelierAtelier ReslerianaGustrekomendasi game RPG terbaik
Share132Tweet83ShareShare
Previous Post

26 Game Baru di Bulan Februari 2026

Next Post

DRAGON BALL: Sparking! ZERO Umumkan DLC Besar dan Mode Klasik “Misi 100”

Riffarro

Riffarro

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.