Lima tahun yang lalu, ketika pandemi menjadi topik hangat di mana-mana, untuk pertama kalinya saya memainkan game Nihon Falcom melalui rekomendasi seorang teman saat saya berusaha mencari hiburan di tengah jenuhnya pandemi. Game itu adalah Trails in the Sky FC di Steam, yang pada saat itu hanya saya lihat sebelah mata karena penampilannya yang hanya mirip game anime klise pada umumnya. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendengar nama Nihon Falcom atau seri Trails itu sendiri, ketika kalian mengikuti skena game JRPG itu sendiri misalnya, tidak jarang mendengar kedua nama ini entah melalui sebuah list di internet atau topik lainnya dan serang kali diagungkan sebagai sebuah hidden gems yang niche.
Ekspektasi itu sebenarnya tidak sepenuhnya salah, game ini memang game anime klise yang menceritakan tentang dua saudara angkat yang sedang beranjak remaja dan masihlah naif. Trails in the Sky adalah tipikal anime shounen fantasi yang bisa kalian temukan dimanapun yang didalamnya menghadirkan kisah persahabatan, petualangan, cinta, dan sebagai tambahan game ini juga dibalut tema politik yang cukup kental.
Memang bukan game yang sempurna namun siapa yang menyangka ternyata game anime klise tersebut justru berujung memberikan sebuah pengalaman yang sangat berbekas di dalam benak, hingga tak butuh waktu yang lama untuk saya dapat melihat bahwa game ini memang sebuah hidden gems yang sayangnya tertutup kepopuleran game lain.
Oleh karena itu ketika mendengar pengumuman tentang Trails in the Sky 1st Chapter Remake untuk pertama kalinya, ini menjadi sebuah kejutan yang memanggil kenangan manis untuk saya pribadi. Sejak itu game ini terus berada dalam radar saya sebagai salah satu game yang paling saya tunggu perilisannya.
Pada kesempatan kali ini ReArchivu telah mendapatkan kesempatan spesial dari Nihon Falcom dan GungHo Online Entertainment America untuk memainkan Trails in the Sky 1st Chapter.
Jadi bagaimana pengalaman yang dihadirkan dalam remake sebuah game JRPG klasik ini ? Akankah mereka membuat alur cerita benar-benar 1:1 dengan naskah aslinya atau malah menambahkan perubahan struktural yang signifikan ? lalu perubahan apa saja yang dihadirkan melalui remake ini ? dan apakah game ini mampu menjadi pintu masuk untuk pendatang baru memainkan seri Trails pertama kalinya ? Simak jawabannya pada Review Trails in the Sky 1st Chapter oleh ReArchivu kali ini.
Table of Contents
Cerita & Synopsis – Awal Dari Sebuah Petualangan Yang Manis

Cerita dalam Trails in the Sky akan mengikuti kisah sepasang saudara angkat bernama Estelle Bright dan Joshua Bright dalam petualangan masa muda mereka yang manis. Game ini juga nantinya akan menjadi awal dari keseluruhan cerita dalam seri Trails yang masih berjalan hingga saat ini.
Terdorong untuk menjadi anggota Bracer seperti ayah mereka, Estelle dan Joshua akan menjelajahi negeri Liberl untuk berlatih menjadi Bracer senior, anggota organisasi multinasional non-pemerintah yang bertugas menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil. Selama perjalanan mereka pun nantinya mereka akan bertemu macam macam teman dan orang baru.

Namun siapa yang menyangka perjalanan singkat tersebut malah berujung kepada sebuah awal terkuaknya dari konspirasi besar yang akan mengacaukan seisi kerajaan tersebut, dan awal dari sebuah konspirasi yang lebih besar dalam dunia Trails series. Oleh karena itu Estelle, dan teman temannya harus berjuang untuk mencegah konspirasi besar tersebut.
Lantas akankah Estelle dan Joshua mengungkap konspirasi tersebut ? konspirasi besar apa yang akan terungkap di akhir cerita ? Untuk mengetahuinya kalian harus memainkan gamenya sendiri ya agar terhindar dari spoiler!
Secara premis dari cerita Trails in the Sky, sejujurnya tidak ada yang terlalu unik. Ini adalah sebuah cerita tipikal anime shounen yang dibumbui intrik politik di dalamnya, selebihnya hal hal klasik yang bisa kalian bayangkan seperti anak muda yang naif dan ingin bertualang, “kekuatan pertemenan”, dialog cerita yang terkadang “cheesy” dan membuat kalian mengalami second hand embarassment, dan bumbu romansa yang manis pun semuanya turut hadir menemani kalian di game ini. Namun walaupun sedikit klise, hal tersebut bukanlah hal yang buruk karena pada akhirnya yang menentukan sebuah cerita itu bagus ataupun tidak bukan hanya datang dari betapa unik ceritanya, tetapi juga bergantung pada cara penyampaian ceritanya itu sendiri.

Tak hanya unggul dalam aspek storytelling, tetapi Trails juga memiliki beragam karakter yang sangat memorable. Yang menjadi favorit untuk saya sendiri adalah seorang bard yang sangat nakal yaitu Olivier Lenheim, penampilannya yang nyentrik dan kepribadiannya yang ceria namun sedikit dungu selalu sukses membuat suasana cerita menjadi jauh lebih menarik lagi. Dalam segi worldbuilding pun Trails tak kalah bagusnya, Trails in the Sky sendiri hanyalah semata 1 bagian dari dunia Zemuria yang luas dimana cerita dari bagian lain Zemuria ini nantinya akan terungkap pada bagian bagian selanjutnya dari dunia Trails.
Sehingga dengan kombinasi penyampaian cerita yang baik, petualangan yang megah, basis worldbuilding yang kuat, dan karakter yang sangat memorable menjadikan sebuah game yang walau memiliki premis yang klise namun sukses dibuatnya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Apalagi game ini juga menjadi titik masuk yang sempurna jika kalian ada pendatang baru di seri ini, sehingga bagi kalian yang ingin mencoba seri Trails pertama kalinya maka inilah judul yang tepat bagi kalian. Sementara jika kalian adalah fans lama yang khawatir akan hadirnya perubahan pada cerita, kalian tidak perlu khawatir karena cerita yang hadir dalam game ini masihlah sama persis dengan versi aslinya.
Gameplay – Masih Klasik Tapi Jadi Lebih Baik Dalam Semua Aspeknya

Perubahan gameplay pada versi remake ini menjadi sesuatu yang cukup menarik pada game ini, banyak yang diubah tetapi masih mempertahankan ciri khas game aslinya. Beberapa mekanisme dipertahankan dan dimodernisasikan, namun ada juga yang diganti dengan iterasi yang lebih baru seperti sistim combatnya yang dirombak total menjadi hybrid turn base yang diperkenalkan pada Trails Through Daybreak dan menjadi sorotan yang cukup menonjol pada game ini.
Jika kalian tidak familiar dengan Trails Through Daybreak, mekanisme hybrid turn based serupa juga dihadirkan pada Metaphor: ReFantazio namun yang dihadirkan pada Metaphor bisa dibilang adalah versi yang lebih disimplifikasi daripada yang dihadirkan pada Trails.
Tapi tak semata hanya update pada combat saja yang patut disorot, banyak perubahan positif lainnya yang dihadirkan sehingga menjadikan Trails in the Sky 1st Chapter adalah semacam cara definitif untuk memainkan game berumur 20 tahun ini.
Party Yang Dinamis

Salah satu hal yang cukup menarik dari bagaimana carai Trails in the Sky mengembangkan karakternya adalah dengan memanifestasikan keunikan tiap karakter dan relasinya melalui gameplay mekanisme itu sendiri. Oleh karena itu nantinya tiap karakter akan memiliki gaya bermain uniknya sendiri sendiri sehingga mereka tidak hanya menonjol melalui penampilan dan kepribadiannya tetapi ini juga tersampaikan dalam gameplay masing masing juga.
Sepanjang perjalanan dalam petualangan kalian, nantinya kalian akan bertemu macam macam karakter baru dalam cerita game ini. Sebagian karakter ini pun nantinya akan menjadi bagian dari party kalian. Tiap karakter akan hadir dengan skill setnya masing masing yang unik, dan tipe senjata yang berbeda beda juga—sehingga pada dasarnya kalian juga dituntut untuk memahami fungsi tiap karakter agar bisa memanfaatkan potensi tiap karakter sepenuhnya.

Tuntutan pemahaman karakter ini juga nantinya akan termanifestasi lewat bagaimana game ini mengatur kapan tiap karakter akan masuk dan keluar dari dalam party, sedikit berbeda dengan kebanyakan JRPG yang dimana ketika satu karakter sudah hadir akan terus berada dalam party kalian—namun game ini akan ada beberapa karakter yang keluar dari party kalian sebagai bagian dari naratif dan bisa saja nantinya ketika memasuki chapter cerita baru karakter ini akan kembali ke dalam party kalian. Ini mirip seperti yang dihadirkan pada game Grandia dimana karakter akan keluar masuk dari party dalam poin cerita tertentu, sehingga ditutuntut untuk menghadirkan susunan party yang dinamis dan menjadi dorongan untuk mengembangkan build tiap karakter berbeda.
Hybrid Turn Based Yang Dinamis dan Tidak Serepetitive Versi Original

Mekanisme combat dalam game ini tentunya menjadi perubahan paling menonjol yang dihadirkan selain peningkatan visualnya yang sangat jelas. Trails in the Sky masih menghadirkan sistem turn based klasik yang hadir pada judul asli game ini, tetapi tidak hanya itu saja kini ditambahkan mode hybrid action & turn based juga sebagai pembaruan utamanya.
Dalam mode turn based pada dasarnya cara bermainnya masih sama dengan versi original game ini, hanya saja opsi untuk move tidak lagi memakan 1 turn full dan berbasis grid. Positioning karakter masih menjadi sangat krusial tetapi tidak dibatasi formasi kaku pada versi aslinya dikarenakan posisi karakter akan menjadi lebih dinamis tergantung cara kalian memposisikan karakter pada open field ketika dalam mode action. Yang terbaru juga ditambahkan Brave Attack yaitu semacam QTE Action ketika memasuki combat dalam posisi advantage atau ketika melakukan critical/stun kepada musuh yang akan memberikan damage tambahan, mekanisme ini sebenarnya adalah QTE biasa namun dengan sedikit twist yang uniknya membuat combat menjadi tetap engaging karena akan menuntut pemainnya tetap menaruh perhatian penuh dalam combat.

Ada juga mode overdrive yang akan dapat dibuka seiring overdrive gauge terisi dalam combat, overdrive ini akan menghasilkan buff instan yang sangatlah kuat ketika dinyalakan dalam combat dan akan menghilangkan semua negatif status dan ailments yang ada pada karakter. Uniknya tiap karakter memiliki efek overdrive yang unik pada masing masing karakter, namun semua memiliki mekanisme dasar untuk menghilangkan negatif status dan ailments secara instan, ini nantinya menjadi cara unik yang dapat digunakan untuk menghapus status negatif pada karakter.

Tiap karakter juga kini memiliki tambahan skill pasif yang dapat aktif sewaktu waktu dalam mode turn based, selebihnya pada dasarnya masih sama dengan versi originalnya. Kemudian dalam mode action pada dasarnya dapat dibilang game ini menghadirkan combat mirip seperti seri Ys namun opsi command yang bisa dilakukan akan disimplifikasi, sebuah seri action rpg yang juga adalah garapan Falcom. Dalam mode action kalian dapat melakukan dodge, attack, berganti karakter, special attack, dan opsi untuk masuk ke dalam mode turn based yang menghadirkan command yang lebih advanced.
Perubahan combat ini sebenarnya bisa dibilang adalah perubahan yang sangat bagus pada gamenya, secara sekilas ini memberikan opsi yang kini lebih dinamis sekaligus strategi baru untuk menghasilkan damage yang lebih besar. Tak hanya itu hybrid turn based ini juga menyajikan opsi gaya bermain alternatif yang sepenuhnya berbeda, misalnya kalian juga bisa saja mengalahkan semua field encounter yang hadir di game ini tanpa memasuki turn based sama sekali, kecuali untuk battle tertentu yang tidak memberikan opsi. Namun untuk saya pribadi dampak utama yang paling terasa dengan hadirnya combat hybrid yang dinamis ini sebenarnya dengan berkurangnya aspek repetitive pada versi originalnya.
Sebagai pemain game RPG, combat turn based adalah sebuah genre yang sangat saya sukai namun terkadang perlu diakui terutama dalam JRPG, combat turn based ini akan terasa semakin repetitif dan melelahkan semakin lama kita bermain karena ujung ujungnya hanya melakukan opsi yang sama saja berkali kali. Tetapi dengan dihadirkannya sedikit variasi kecil seperti opsi hybrid ini justru malah memberikan angin segar kepada permainan karena saya bisa tinggal memilih gaya bermain yang tepat dalam momen momen jenuh. Gaya combat hybrid ini juga mendorong pemain untuk melakukan eksperimen gameplaynya sendiri sendiri sehingga hadirlah combat yang lebih dinamis.
Eksplorasi Dengan Traversal Yang Lebih Modern

Backtracking menjadi masalah yang sangat besar pada versi original game ini, hal ini dikarenakan kalian harus mengunjungi satu persatu tempat dalam game ini secara manual dalam versi originalnya. Ditambah tidak adanya map pada overworld dan dungeon membuat eksplorasi menjadi semakin sulit dilakukan. Untungnya pada versi remake ini mereka telah menambahkan fitur yang sangat berguna untuk memperbaiki isu backtracking ini lewat Fast Travel dan ditambahkannya Mapper pada dungeon dan juga overworld.
Kemudian kedua fitur itu tidak mengurangi imersifitas dalam eksplorasi sama sekali hanya mempermudah, nyatanya eksplorasi pada versi remake ini justru semakin imersif dengan visual yang juga lebih baik. Perpindahan dari satu tempat ke tempat lain tidak lagi memakan loading screen, bahkan ketika keluar masuk dari battle kini tidak ada lagi loading screen, namun memang masih ada beberapa loading screen yang hadir ketika keluar masuk dari gedung.
Macam Macam Fitur Baru, Quality of Life, dan Beberapa Fitur Yang Dihilangkan.

Quality of Life menjadi aspek penting yang dihadirkan dalam game ini, karena bagaimana juga versi asli dari Trails in the Sky adalah sebuah game tua yang mulai terasa outdated walau bukan berarti unplayable. Sehingga adanya peningkaan quality of life walau kecil menjadi sangat penting, dan untungnya itulah yang dihadirkan pada versi remake ini.

Mulai dari mekanisme baru untuk melakukan grinding uang yang dipermudah dengan hadirnya Sepith Mass yang memang khusus untuk ditukarkan menjadi Mira yang adalah currency utama game ini. Kemudian hadirnya fitur seperti completion yang membuat progresi item menjaid lebih cepat dan rewarding sehingga mengurangi unsur repetitif dalam gamenya. Kembalinya turbo mode yang juga sangat membantu agar progresi, grinding, dan animasi yang panjang menjadi lebih cepat dan tidak dragging.
Hingga UI/UX yang diperbarui sangat baik yang kini tampil stylish namun familiar dan mudah di akses. Di luar beberapa hal tersebut masih banyak sekali peningkatan fitur Quality of Life yang juga mempermudah hidup, tapi jika ada sesuatu yang sedikit disayangkan ada juga perubahan yang sedikit mengganjal dan dihilangkannya beberapa fitur lucu yang hadir pada game originalnya seperti: Pesan lucu yang ada di setiap chest, berubahnya mekanisme steal turn, dll.
Fitur baru lainnya yang sangat saya sukai juga adalah kostum yang dihadirkan dalam game ini, walau tetap menghadirkan macam macam DLC kostum yang mahal tapi ada juga beragam kostum yang bisa kalian dapatkan dari progresi gamenya itu sendiri dengan membeli melalui merchant yang hadir di gamenya. Ini fitur minor yang sangat menyenangkan dikarenakan jarang sekali dihadirkan dalam game jaman sekarang yang lebih fokus menjual costume melalui DLC saja.
Namun kembali lagi, ketika dipertimbangkan secara keseluruahn perubahan yang dibawakan umumnya sangatlah positif dan berhasil membuat pengalaman bermain game ini menjadi lebih positif.
Visual & Audio – Tidak Seperti Nihon Falcom Biasanya Namun Dalam Hal Yang Baik

Kualitas visual bukanlah kekuatan utama dari game Nihon Falcom, walau dalam komunitas game JRPG sendiri game Nihon Falcom biasa sering diagungkan oleh fansnya dalam berbagai kualitas lainnya. Namun pada Trails in the Sky 1st Chapter, saya dapat mengatakan game ini hampir tidak seperti game Nihon Falcom sama sekali, tetapi dalam hal yang baik.
Visual Indah Tidak Seperti Game Nihon Falcom Lainnya

Berbicara terus terang, transisi Nihon Falcom dari visual 2D menuju 3D terbilang tidaklah mulus. Game game Falcom pada era 3D termasuk yang terbaru kebanyakan terlihat kurang berkarakter dan terkesan tertinggal pada era PS3.
Namun ketika game ini diumumkan, hal paling pertama yang menonjol justru adalah visualnya. Ketimbang visual 3D ala game PS3 yang biasa kalian temukan di game Nihon Falcom, kini visualnya menghadirkan gaya cell shading yang menghadirkan model yang terlihat lebih halus. Desain model para karakter pun dibuat sangat baik, dimana para karkater kini memiliki ekspresi dan animasi yang sangatlah ekspresif. Kualitas visual seperti ini jarang sekali ditemukan pada game Falcom, sehingga menjadi sorotan yang menarik.
Kami harap artstyle visual yang serupa nantinya juga akan dibawa kepada game game Nihon Falcom lainnya dan tidak hanya pada game ini saja.
Ada 3 Opsi Untuk Pilihan OST

Game Nihon Falcom selalu membawakan OST yang asik untuk di dengarkan dalam macam macam gamenya, dan hal itu pun sama dalam game Trails in the Sky. Sehingga kalau ngomongin kualitas musik yang menciptakan dunia yang menarik dan gameplay yang lebih asik tentunya tidak perlu diragukan lagi. Tidak ada OST baru dalam game ini tetapi hanya saja yang cukup menarik ada 3 opsi pilihan untuk OST dalam gamenya, yaitu: Original, Arranged (EVO), dan Standard (Remake) yang dapat kalian pilih sesuai prefrensi kalian. Saya sendiri memainkan game ini dengan OST versi EVO karena memang versi ini yang sejak awal sudah familiar dengan saya sehingga terasa lebih nostalgic.
Untuk kualitas voice acting pun tak kalah bagusnya, seluruh dialog kini direkam ulang dan walau sempat khawatir karena mereka mengganti beberapa pengisi suara untuk dubbing Jepang, tetapi para seiyu tersebut juga tetap berhasil membawakan karakternya dengan sangat baik. Hanya saja mungkin yang sedikit disayangkan adalah tidak semua dialog dalam gamenya memiliki dub.
Port Quality (PC)
Untuk kualitas port sendiri sejujurnya sedikit mengejutkan, namun dalam konotasi yang positif. Selama review ini dilakukan, game ini dijalankan dengan PC berspesifikasi berikut:
- Ryzen 7 5700X
- RTX 3050 6GB
- 32 GB DDR 4 Ram
Ini menjadi kejutan karena sejujurnya pengalaman saya dengan macam macam game Nihon Falcom itu sering kali terhalang dengan kualitas port yang kurang bagus, baik itu port yang nanggung atau sesimpel buruk. Versi original dari game ini sendiri memiliki kualitas port yang sedikit hancur lebur, namun ekspektasi kualitas port yang bagus untungnya terpenuhi dalam game ini.
Saya tidak akan menjelaskan secara sangat mendetail mengenai grafis performa game ini agar tidak menidurkan kalian tetapi game ini berhasil berjalan dengan performa FPS yang stabil pada 50 – 60 FPS dalam settingan ultra 1080P sambil melakukan recording melalui OBS. Sementara untuk isu isu minor lain yang nampaknya terjadi kepada beberapa orang dan mengganggu performa juga sudah diperbaiki melalui patch terbaru pada saat perilisan sehingga dapat berjalan dengan baik. Isu minor ini sendiri sebenarnya tidak pernah terjadi pada saya sendiri selama memainkan gamenya, namun memang ditemukan beberapa laporan.
Kemudian terlepas dari kualitas performanya sendiri, game ini telah memiliki settingan kontrol yang juga cukup komplit. Kontrol untuk keyboard + mouse biasa sering menjadi anak tiri dalam portingan game JRPG di PC, sering kali game JRPG memiliki kontrol yang kaku dan tidak nyaman ketika menggunakan KB+M atau bahkan beberapa game tidak memilikinya sama sekali. Tetapi pada Trails in the Sky 1st Chapter untungnya kontrol KB+M sudah disesuaikan sehingga terasa native pada gamenya, kontrolnya terasa lengkap dan tidak kaku, malah nyatanya saya sendiri mulai beralih dari menggunakan kontroler kepada KB+M setelah 20 jam permainan pada game ini.
Kemudian untuk kontroler sendiri di PC yang biasa menjadi isu adalah icon button prompt yang tidak cocok, misalnya ketika menggunakan Dualsense tapi iconnya malah layout XBOX. Walau begitu kalian tidak perlu khawatir untuk PC, karena layout yang dihadirkan dapat kalian sesuaikan sendiri nantinya dan bahkan mereka memiliki opsi untuk merubah tombol konfirmasi dari layout amerika ke layout Jepang.
Final Verdict

Seri Trails selama bertahun tahun telah menjadi sebuah game yang memang sangat sulit untuk dimasuki. Bagaimana tidak ? ini adalah sebuah seri game yang telah berumur 2 dekade dengan banyak sekali game di dalamnya yang ceritanya saling terhubung. Sehingga bahkan bukan hanya untuk pendatang baru di genre JRPG saja tapi bahkan mereka yang telah veteran dalam genre ini.
Tetapi akhirnya setelah 20 tahun berlalu entry barrier untuk memulai seri ini mulai sedikit terbuka melalui Trails in the Sky 1st Chapter Remake. Game ini adalah judul pertama dari seri Trails tersebut dan menjadi kesempatan yang sangat sempurna untuk akhirnya memulai keseluruhan cerita dari seri Trails. Tak hanya itu, jika kalian adalah fans veteran yang telah memainkan game ini, maka ini menjadi sebuah kesempatan nostalgia yang sangat sempurna. Mulai dari cerita hingga beragam detail dalam game ini pun sebenarnya masih sama dengan originalnya, jika kalian telah memainkan versi originalnya dan masih ingat detailnya kalian dapat memainkan game ini hanya melalui ingatan saja. Hanya saja memang ditambahkan beragam detail yang mungkin tidak sempat ditambahkan pada versi originalnya 20 tahun lalu.

Untuk saya sendiri, game ini menjadi semacam game yang membangkitkan sebuah kenangan manis ketika memainkan game ini untuk pertama kalinya. Trails in the Sky 1st Chapter bukan hanya memperbarui visual tetapi juga memperbaiki banyak sekali aspek gameplay yang terasa outdated sambil mempertahankan ciri khas dari game ini.
Pada akhirnya jika kalian adalah fans lama, Trails in the Sky 1st Chapter benar benar berhasil membangkitkan sebuah kenangan petualangan yang manis itu. Sedangkan jika kalian adalah pendatang baru maka Trails in the Sky 1st Chapter adalah game JRPG terbaik yang belum pernah kalian mainkan dan inilah kesempatan terbaik kalian. Harapannya tentu agar Nihon Falcom tidak akan berhenti untuk menciptakan remake Trails in the Sky hanya disini saja, tetapi juga akan terus berlanjut hingga keseluruhan trilogi Trails in the Sky.
Game Details:
| Item | Trails in the Sky 1st Chapter |
| Played on | PC |
| Developer | Nihon Falcom |
| Publisher | GungHo Online Entertainment |
| Platform | PS 5, Nintendo Switch, & PC via Steam |
| Harga | RP. 1.022.310 (PC) |

Must-play
Jika kalian adalah fans lama, Trails in the Sky 1st Chapter benar benar berhasil membangkitkan sebuah kenangan petualangan yang manis itu. Sedangkan jika kalian adalah pendatang baru maka Trails in the Sky 1st Chapter adalah game JRPG terbaik yang belum pernah kalian mainkan dan inilah kesempatan terbaik kalian. Game ini menjadi contoh dari sebuah game remake yang tepat sasaran dari sebuah klasik yang dicintai fansnya, mereka tidak mengubah hal hal yang tidak perlu diubah seperti ceritanya tetapi menambahkan detail kecil dalam berbagai aspek agar lebih lengkap.
The Review
Trails in the Sky 1st Chapter
PROS
- Banyak sekali peningktan Quality of Life yang tepat sasaran seperti fast travel, mapper, dan lainnya
- Combat yang kini lebih dinamis dan tidak se-repetitive versi original
- Cerita petualangan manis yang masih sangat layak untuk diikuti, ditambah ini adalah pintu masuk seri trails yang sempurna.
- Ada pilihan 3 pilihan versi ost sesuai prefrensi kalian
- Visual yang indah dan sangat cocok dengan dunia Trails in the sky
- Kualitas port yang bagus di PC dengan button mapping yang sangat bagus, baik untuk Keyboard + Mouse atau Controler
- Semua momen yang berisi kedunguan Olivier
CONS
- Dihilangkannya beberapa fitur lucu dari versi originalnya
- Tidak semua dialog dalam game memiliki dub
- Tidak ada regional pricing



















Discussion about this post