Sega telah mengumumkan pembatalan proyek ambisius ‘Super Game’ mereka, lima tahun setelah pertama kali menyebutkan pengembangan proyek tersebut.
Dalam laporan keuangan terbarunya, Sega secara diam-diam mengonfirmasi pembatalan Super Game melalui sebuah slide yang merinci peninjauan ulang terhadap upaya mereka di sektor live service.
Akibat performa buruk dari Sonic Rumble Party serta akuisisi kreator Angry Birds, Rovio, pada tahun 2023 yang mengecewakan—di mana angka penjualannya menurun drastis—Sega menyatakan akan menurunkan prioritas pada game free-to-play dalam waktu dekat.
Menurut perusahaan, lebih dari 100 pengembang yang sebelumnya mengerjakan judul-judul free-to-play kini telah dipindahkan ke tim pengembangan ‘Full Game’ untuk “berfokus pada IP utama”.

Meski begitu, rencana kebangkitan (revival) dari franchise klasik seperti Crazy Taxi, Jet Set Radio, Golden Axe, dan Streets of Rage dipastikan tetap berjalan dalam tahap produksi.
Diumumkan pada Mei 2021, Sega sempat mengklaim bahwa proyek Super Game akan mencakup beberapa “judul triple-A yang menggabungkan berbagai teknologi komprehensif milik Sega” dan akan “melampaui kerangka tradisional sebuah game”.
Pada November 2021, Sega bahkan sempat mempertimbangkan untuk menginvestasikan hingga ¥100 miliar (sekitar $882 juta saat itu) selama lima tahun demi mewujudkan ambisi Super Game tersebut.

Co-Chief Operating Officer perusahaan, Shuji Utsumi, sempat memberikan pembaruan mengenai Super Game pada akhir 2023. “Seperti namanya, ‘Super Game’ melibatkan konsep sebuah game yang jauh melampaui level game normal,” ujarnya kala itu.
“Saya mendorong para pemangku kepentingan untuk menantikan hasil dari upaya kami, yang mencakup R&D untuk menciptakan sebuah game yang membangun seluruh pandangan dunia (worldview) yang melibatkan seluruh ekosistem gaming, termasuk tidak hanya pemain, tetapi juga para streamer dan penonton mereka.”
Langkah Sega untuk menjauh dari game live service ini terjadi di tengah pasar yang sedang tidak stabil bagi judul-judul besar berformat Games as a Service (GaaS). Sektor ini telah melihat beberapa kegagalan profil tinggi dalam beberapa bulan terakhir karena mayoritas pemain tetap setia pada game raksasa yang sudah ada seperti Fortnite dan Roblox, sementara biaya pengembangan terus membengkak.
Sebagai catatan, pengumuman besar di akhir acara The Game Awards, Highguard, mengumumkan penutupannya hanya beberapa minggu setelah rilis awal tahun ini, sementara Amazon juga menutup beberapa game online mereka.
Sega sendiri sempat mengalami kegagalan game live service profil tinggi lewat Hyenas karya Creative Assembly, yang dibatalkan pada 2023 setelah bertahun-tahun dikembangkan dan memicu peninjauan ulang terhadap operasional Sega di Eropa.















Discussion about this post