JRPG adalah sebuah genre yang memiliki sejarah yang panjang, dan di dalamnya ada banyak sekali game yang telah dirilis untuk genre ini. Sebagian dari judul tersebut menjadi sangat populer dan menjadi sebagian dari seri JRPG terbaik yang pernah ada seperti Final Fantasy yang adalah secara teknis seri JRPG terbesar, atau judul populer moderen seri Persona dan Metaphor: ReFantazio.
Disisi lain banyak juga judul atau seri JRPG yang terlantar karena satu atau dua hal, entah itu kegagalan untuk mencapai target penjualan atau malah masalah pada studionya.
Walau memang belakangan ini banyak juga judul judul JRPG klasik yang mulai coba dibangkitkan satu persatu tapi masih banyak lagi yang belum mendapat kesempatan. Pada artikel kali ini, ReArchivu telah memilih 20 seri JRPG terbaik yang ditelantarkan oleh developernya tapi sangat layak untuk dibangkitkan kembali.
01 of 20Dot Hack Series

Apakah kalian familiar dengan Sword Art Online ? Jauh sebelum Sword Art Online, seri .hack// (dibaca Dot Hack//) sudah lebih dulu memperkenalkan konsep isekai dimana orang orang terjebak dalam video game dan malah bisa dibilang inilah seri pelopor konsep tersebut. Diciptakan oleh CyberConnect2 dan dipublish oleh Bandai, game ini pertama kali dirilis pada tahun 2005 untuk platform PS2.
Game pertamanya di PS 2 adalah game berjumlah 4 episode yaitu .hack//Infection, .hack//Mutation, .hack//Outbreak, dan .hack//Quarantine atau yang lebih sering disebut sebagai IMOQ oleh fans. Menceritakan tentang sebuah dunia game mmorpg fiksi berbasis VR populer bernama “The World,” dimana bahkan saking populernya game ini memiliki hingga 20 juta pemain. Tetapi dibalik popularitas game tersebut, ada misteri gelap yang terjadi dimana beberapa pemainnya mengalami koma secara misterius di dunia nyata ketika bermain game. Tetapi sang developer dari The World malah menyalahkan cyberterrorism sebagai penyebab dari insiden koma tersebut. Pada game ini kita akan berperan sebagai seorang player bernama Kite yang bertujuan ingin memecahkan misteri tersebut, seiring cerita berlanjut Kite nantinya akan bertemu pemain lain yang akan membantunya memecahkan misteri tersebut yaitu BlackRose dan Balmung.
Inilah yang nanti akan menjadi awal perjalanan Kite memecahkan misteri yang berujung mengungkap rahasia terciptanya The World. Tidak hanya game saja, seri Dot Hack juga memiliki anime, dan manga dan semuanya berada dalam universe yang sama namun timeline berbeda. Seri Dot Hack sendiri kerap kali dipuji mengenai beragam aspek dalam gamenya misal cerita yang penuh suspense, world building yang kuat dalam memperlihatkan sebuah pengalaman bermain mmorpg yang terinspirasi dari Phantasy Star Online, musik, dan lainnya. Tetapi sayangnya perlu diakui gameplay utama dari seri ini sering terasa kurang, sehingga mungkin akan sedikit sulit dimainkan.
Seri terpopuler dari Dot Hack adalah sekuel dari IMOQ yaitu G.U yang juga memiliki 4 episode.
02 of 20Shadow Hearts Series

Horror dan RPG mungkin 2 genre yang jarang sekali digabungkan, dan game ini adalah gabungan dari kedua genre tersebut JRPG dan Horror Lovecraftian. Cerita pada Shadow Heart berlatar pada tahun 1913 dan mengikuti cerita dari Yuri Hyuga, seorang manusia yang memiliki kekuatan untuk berubah dan menangkap monster dalam misinya melindungi Alice Elliot dari kendali penyhir jahat.
Game ini adalah sebuah turn based rpg yang digabungkan dengan sistim berbasis timing yang disebut “Judgement Ring,” game ini sangat terinspirasi dari karya H. P. Lovecraft dan manga Devilman karya Go Nagai. Sejauh ini sudah ada 4 game dalam serinya, dimana yang pertama berjudul Koudelka dan dirilis untuk PS1, dan sisanya 3 game yang dirilis untuk PS2.
03 of 20Dark Cloud Series

Dark Cloud adalah sebuah seri action rpg yang dirilis untuk platform PS2 oleh Sony Computer Entertainment Japan Studio dan diciptakan oleh Level -5. Game JRPG unik ini menggabungkan action combat dengan elemen gameplay city building, yang menceritakan kisah sekelompok petualang yang bertujuan untuk mengalahkan Jin Kegelapan, yang menyerang dan mengahncurkan banyak desa.
Pada game ini kita akan mengikuti cerita dari seorang pemuda bernama Toan, seorang bocah yang diberikan batu ajaib bernama Atlamillia oleh raja peri bernama Simba, yang memberikannya kekuatan untuk membangun kembali desa desa yang dihancurkan. Gabungan gameplay ini bersama dengan cerita yang menarik menjadikan game ini sangat layak untuk dimainkan. Game ini memiliki 2 game di serinya, dengan game keduanya berjudul Dark Chronicle di Jepang, tetapi di Barat disebut Dark Cloud 2.
04 of 20Sakura Wars Series

Sakura Wars atau yang juga dikenal sebagai Sakura Taisen, ada seri rpg yang menggabungkan beberapa genre menjadi 1 game. Game besutan SEGA ini menggabungan tactical rpg, life simulation, dan dating sim. SEGA sendiri mendeskripsikan game ini sebagai “dramatic adventure,” dan julukan ini dipakai di semua serinya.
Ceritanya berlatar pada era Taisho, dimana biasanya kita akan mengikuti cerita dari seorang anggota militer yang ditugaskan untuk bergabung dengan grup teater yang diblaik layar adalah organis militer rahasia yang isinya adalah sekelompok perempuan yang memiliki kekuatan untuk mengontrol mecha bertenaga uap untuk melawan ancaman dari iblis. Gamenya sendiri punya suasana yang santai dengan gabungan drama kehidupan sehari hari dan romansa dengan combat yang dramatis menjadikannya sebuah pengalaman yang cukup unik.
Seri ini sejauh ini memiliki 5 judul utama yang sudah dirilis hanya saja kebanyakan masih dirilis di Jepang saja dan 1 spin off yang dirilis dalam bahasa Inggris pada konsol PS2, kemudian mendapatkan soft reboot yang dirilis pada tahun 2019 untuk PS 4 sebagai Shin Sakura Taisen yang dikerjakan bersama Tite Kubo sebagai desainer karakter dan dirilis secara global. Tetapi sayangnya Shin Sakura Taisen memiliki performa penjualan yang kurang baik, dan juga secara keseluruhan gamenya terasa sedikit kurang daripada pendahulunya, sehingga akhirnya game ini kembali berakhir tidak dilanjutkan hingga sekarang.
Selain game, seri ini juga telah diangkat kedalam macam macam media seperti manga dan anime.
05 of 20Popolocrois Monogatari Series

Popolocrois adalah game garapan Sony Computer Entertainment Japan Studio lainnya pada list ini. Game ini dirilis untuk platform PS1 dan adalah sebuah fantasy rpg yang mirip seperti buku dongeng anak anak, game ini heartwarming dan menceritakan tentang petualangan pangeran Pietro seorang pangeran dari kerajaan PoPoLoCrois dalam misinya untuk menyelamatkan keluarganya, dunia, dan semuanya.
Game ini punya beberapa seri termasuk spin off dan sudah di port ke beberapa platform Playstation lain selain PS1 seperti PS2 dan PSP. Tetapi sayangnya sebagian besar game game di serinya masih eksklusif di Jepang saja dan kalau mau mainin gamenya dalam bahasa Inggris harus memainkannya di PSP. Selain game, seri ini juga telah diangkat kedalam macam macam media seperti manga dan anime.
06 of 20Tengai Makyou Series

Yang satu ini adalah sebuah seri game JRPG yang sayangnya tidak pernah keluar dari Jepang. Game ini adalah sebuah game RPG yang dikembangkan oleh Hudson Soft, studio yang sama yang menciptakan Bomberman dan kini adalah bagian dari Konami.
Seri utamanya terdiri dari game terpisah di negeri “Jipang” (Jepang feodal fiktif yang menggunakan nama yang diberikan oleh pedagang Italia, Marco Polo), masing-masing mengikuti kisah keturunan “Klan Api” dan para pemain pendukung dalam pertempuran melawan berbagai penjahat yang seringkali lucu.
Kisah-kisah dalam permainan ini, meskipun sebagian besar bernuansa “fantasi”, terinspirasi oleh dan merupakan parodi dari kesalahpahaman tentang budaya Jepang oleh masyarakat Barat.
07 of 20Shining Force / Shining Series

Pada era perang konsol yang dimulai oleh SEGA dan Nintendo, SEGA sebagai underdog melakukan banyak sekali manuver agresif untuk menantang kekuasaan dari Nintendo. Sehingga hal itu berarti harus menjadi lebih baik dari Nintendo dari segala sisi termasuk game dan grafis. Salah satu seri rpg terbaik Nintendo pada kala itu adalah tactical rpg bernama Fire Emblem, dan untuk menantang game tersebut akhirnya SEGA berujung menciptakan tactical rpg serupa bernama Shining Force.
Tetapi Shining Force bukanlah sekedar klon dari Fire Emblem, Shining Force adalah seri yang lebih baik dari segala aspek kecuali penjualan terutama dari gameplay dan latar. Seri Shining sendiri tidak selalu sebuah tactical rpg, game pertamanya Shining in the Darkness adalah sebuah game first person dungeon crawler rpg dan selain itu memiliki banyak sekali spin off dari genre berbeda. Shining Force adalah seri Shining yang paling populer sejauh ini, berbeda dengan Fire Emblem cerita dari Shining Force juga tidak fokus kepada tema politik melainkan cerita fantasi klasik yang menceritakan kebajikan melawan kejahatan.
Sebagai sebuah tactical rpg, seri Shining sering dipuji karena gameplaynya dan juga eksplorasinya yang menggabungkan elemen JRPG tradisional kedalamnya. Secara aspek RPG lainnya pun tak kalah dalam, namun berhasil dikemas dengan sangat baik sehingga menghasilkan gameplay yang ramah bahkan untuk pemain non RPG.
08 of 20Wild Arms Series

Yang ini adalah RPG yang menggabungkan pistol, sihir, naga, dan elemen fantasi lainnya ke dalam satu game. Game ini mengambil inspirasi dari manga berjudul Trigun sedangkan musik dari game ini juga banyak sekali terinspirasi dari film Barat klasik. Gamenya sendiri adalah sebuah turn based rpg klasik, yang digabungkan dengan unsur unsur tematis seperti yang dijelaskan di awal.
Pengunaan elemen senjata api sendiri sangat kuat pada game ini yang diterapkan dalam sebuah sistim yang disebut “ARMs,” yang dalam dunianya adalah sebuah teknologi kuno yang sering diatributkan dengan era sebelumnya yang lebih kental dengan masa peperangan. Game ini juga banyak sekali mengangkat tema tema environmentalism, membicarakan pengaruh peperangan terhadap dunia dan stigma sosial dari penggunaan senjata untuk membawa kehancuran dan merenggut nyawa orang lain.
Oleh karena itu dengan environmentalism sebagai tema utama game ini juga banyak sekali mengangkat premis seperti restorasi lingkungan yang telah tercemar oleh peperangan atau fenomena alami.
Sejauh ini Wild Arms telah memiliki hingga 7 judul utama yang dirilis untuk PS1, PS2, dan PSP.
09 of 20Etrian Odyssey Series

Di zaman sekarang mungkin tidak banyak yang masih menyukai first person dungeon crawler rpg dikarenakan beberapa hal, misalnya seperti kontrolnya yang cenderung lebih susah karena sudut pandang yang terbatas ataupun sistim gameplay yang biasanya lebih kaku karena biasanya masih menggunakan sistim tradisional yang di formulasikan oleh DND dan Wizardry.
Tetapi walau begitu untuk pecinta JRPG dengan desain yang lucu, Etrian Odyssey sangat layak untuk di coba. Game ini pada dasarnya adalah first person dungeon crawler rpg tradisional yang dimana kalian masih membuat karakter kalian secara manual bahkan harus menggambar map kalian secara manual pada mapper yamh telah disediakan. Game ini juga menekankan beragam roles berbeda dari karakter kalian. Sehingga penyusunan party menjadi sangat penting dalam game ini, walau ceritanya sangat minimal sekali di game ini tetapi gameplaynya sangatlah bagus untuk genrenya.
Game ini saat ini telah memiliki 10 judul utama, dan sempat mendapat rilisan ulang untuk beberapa judul awal di PC dan platform moderen lainnya tetapi sayangnya belum mendapatkan rilisan judul yang benar benar baru sampai saat ini.
10 of 20Magna Carta Series

Sebelum menciptakan NIKKE: GODDESS OF VICTORY dan Stellar Blade, Kim Hyung-tae pernah menciptakan sebuah game JRPG untuk konsol PS2 dan PC. Game ini adalah sebuah seri turn based rpg yang mengambil inspirasi sistim combat dari Junction Sytem di Final Fantasy 8, dan elemen lain dari game seperti Shadow Hearts. Sesuai judulnya yang diambil dari nama sebuah pakta perjanjian historis dalam sejarah kerjaan Britania, game ini memiliki banyak sekali unsur tema politik di ceritanya.
Game ini menceritakan sebuah tanah fantasi bernama Efferia yang diwabahi peperangan yang tak berhenti henti, dan mengangkat tema seperti rasisme di dalamnya. Kita akan bermain sebagai seorang pemimpin militer ras manusia bernama Calintz yang akan bertarung melawan ras fantasi bernama Yason yang memiliki ciri fisik mirip manusia tapi ada perbedaan pada warna kulit yang lebih cerah dan punya bentuk kuping yang berbeda.
Hingga saat ini game ini telah memiliki 3 game utama, dan masih belum dilanjutkan sejak era PS2.
11 of 20Phantasy Star (Non Online Series)
Kalau untuk generasi yang lebih muda mungkin ketika mendengar judul ini, yang lebih familiar ada seri Phantasy Star Online yang tidak kalah revolusioner, tetapi jauh sebelum itu game ini adalah seri JRPG yang bersaing dengan 2 judul JRPG raksasa pada era 16 bit menjadikannya seri RPG terbaik SEGA kala itu. Pada era konsol 16 bit ada 3 judul JRPG besar yang yang sangat berpengaruh saat itu, ketiga judul tersebut adalah Final Fantasy dan Dragon Quest yang jauh lebih populer, dan satunya lagi adalah Phantasy Star yang dirilis untuk konsol SEGA yang dibuat oleh SEGA untuk menantang kedigdayaan Dragon Quest pada saat itu.
Tetapi walau begitu Phantasy Star tetaplah judul yang sangat berpengaruh, ini adalah JRPG pertama yang memiliki karakter utama seorang perempuan kuat seperti Samus Aran, dan mengambil latar berbeda daripada latar fantasi abad pertengahan seperti Dragon Quest dengan latar sci fi fantasy. Game pertamanya dirilis pada era konsol 8 bit, dan game ini dipuji karena visual 3Dnya yang menakjubkan yang sangatlah revolusioner pada kala itu, sedangkan secara cerita Phantasy Star juga dipuji karena membawakan narasi yang sangatlah padat pada kala itu dibanding 2 judul saingannya pada konsol Nintendo.
Phantasy Star sendiri sering disebut sebagai seri JRPG paling pertama yang masuk ke pasar Barat disaat Final Fantasy dan Dragon Quest masih dirilis di Jepang saja. Phantasy Star IV juga sering disebut sebagai salah satu JRPG terbaik sepanjang masa dan sering kali disandingkan dengan judul prestisius seperti Final Fantasy VI dan Chrono Trigger.
12 of 20Ar Tonelico / Surge Concerto Series

Selain Atelier, Gust juga dikenal lewat judul JRPG lainya yang lahir pada era PS2. Game itu adalah Ar Tonelico atau Ar, sebuah game turn based rpg berlatar sci fi fantasy yang ceritanya itu pakai banyak banget unsur unsur tematis yang berhubungan dengan musik.
Gamenya berlatar pada sebuah planet bernama Ar Ciel yang pada zaman dahulu kala sempat mengalami sebuah bencana besar yang disebabkan oleh manusia. Gamenya itu kental banget dengan berbagai elemen sci fi dan fantasy yang cukup seimbang, salah satu aspek terbaik pada seri ini selain combatnya turn basednya yang sangat cepat adalah dunianya yang kaya akan berbagai macam lore dan luas. Sihir pada game ini akan memiliki hubungan yang sangat erat dengan musik yang dinyanyikan para karakter perempuan utama di game ini yang adalah anggota dari ras fiksi bernama Reyvateil, mekanisme ini disebut sebagai Song Synthesis dan mungkin agak mirip dengan mekanisme Grathmelding atau Synthesis di seri Atelier.
Yang unik adalah seri ini memiliki sebuah mekanisme yang disebut dive system, atau pada dasarnya mirip seperti social links tetapi seluruh proses pada dive system ini nantinya hanya akan terjadi dalam alam bawah sadar karakter perempuan utama pilihan kita. Mekanisme ini sendiri dideskripsikan sebagai girl synthesis rpg oleh Gust.
Seri ini memiliki 3 game utama yang dirilis untuk PS2 dan PS3, dan seri setelahnya dilanjutkan oleh seri Surge Concerto yang bisa dibilang adalah semacam spiritual suksesor dari seri ini melalui game seperti Ciel Nosurge dan Ar Nosurge.
13 of 20Drakengard Series

Jika kalian familiar dengan seri NieR, kalian harus tau bahwa seri ini sebenarnya dalah sebuah spin off dari game yang sebelumnya diciptakan oleh Yoko Taro yaitu Drakengard. Seperti NieR, dengan gaya khas Yoko Taro, game ini juga memliki naratif yang nyeleneh dan membawakan cerita yang membuat kalian bertanya tanya akan moralitas. Pada game ini kalian akan mengikuti cerita dari Caim seorang pangeran yang diasingkan dari tahtanya dalam latar peperangan religius antara 2 faksi yang disebut Union dan Empire.
Layaknya NieR Replicant, Drakengard juga membawakan narasi yang menantang penyampaian cerita tradisional dimana protagonis adalah seorang pahlawan, karena pada game ini protagonis kita adalah seorang yang tidak bermoral. Game ini juga adalah sebuah action rpg, tetapi tidak hanya itu saja game ini juga memiliki campuran genre hybrid di dalamnya seperti pada NieR dimana produser pada game ini Takamasa Shiba dan Takuya Iwasaki menggabungkan pertempuran action penuh musuh seperti Dynasty Warrior dengan pertempuran aerial seperti pada Ace Combat.
Sayangnya seri ini kurang populer dan game terakhirnya adalah Drakengard 3 yang dirilis untuk PS3 sebelum akhirnya tidak dilanjutkan sampai saat ini.
14 of 20Xenosaga Series

Kalau kalian familiar dengan seri Xenoblade yang dirilis pada konsol Nintendo, game ini pada dasarnya adalah pendahulunya dan juga bisa dibilang sebagai spiritual successor dari Xenogears yang dirilis untuk PS1.
Seri ini banyak mengandung unsur unsur tematis dari Alkitab, dan elemen filosofis dari tulisan Carl Jung dan Nietzche yang terlihat jelas dari judul ketiga gamenya yang diambil dari karya Nietzche; kemudian itu semua digabungkan dalam sebuah latar sci fi. Sehingga oleh karena semua gabungan dan inspirasi tersebut, narasi pada game ini menjadi sangatlah kuat dan bisa dibilang adalah keunikannya yang paling menonjol. Game ini dirilis dalam bentuk episodic dengan 3 game utama di dalamnya.
Sebenarnya pada awalnya game ini direncanakan untuk dibuat menjadi 6 episode, tetapi karena penjualan yang kurang memuaskan akhirnya jumlah episode itu dipotong dan dijadikan 3 saja sehingga menghasilkan sebuah ending yang terasa sedikit terburu buru dan mengganjal.
Harapan kami jika seri ini bisa dibangkitkan kembali akan sangat bagus jika di reboot dengan episode yang sepenuhnya selesai.
15 of 20Breath of Fire Series

Breath of Fire adalah seri JRPG terbaik milik Capcom yang pertama kali dirilis untuk Super Famicom. Game terbaiknya adalah Breath of Fire IV yang dirilis untuk PS1 pada akhir masa hidup konsol tersebut, dan adalah salah JRPG 3D tercantik yang dirilis pada platform PS1.
Seri Breath of Fire biasanya mengikuti cerita seorang petualang yang disebut “Ryu” diseluruh gamenya, tetapi nama ini biasanya bisa dirubah. Premis utamanya adalah sang protagonis kita nantinya dapat berubah menjadi berbagai tipe naga berbeda yang ada pada dunianya. Premis inilah yang menjadi inti utama dari seri Breath of Fire yang terus dipakai setelahnya.
Secara cerita, seri ini kerap kali menggunakan latar post apocalyptic dengan penekanan kuat pada perkembangan sang karakter. Gamenya sendiri cenderung linear dengan gameplay turn based yang umum, tetapi penekanan pada plot adalah kekuatan utama dari gamenya.
16 of 20Rogue Galaxy

Kembali dengan game Sony Computer Entertainment Japan Studio lainnya, kali ini adalah Rogue Galaxy. Game ini adalah sebuah space opera dengan tema bajak laut ruang angkasa yang menceritakan petualangan dari seorang pemuda biasa bernama Jaster Rogue, yang suatu hari terjebak dalam suatu kondisi yang membuatnya harus pergi bersama sekelompok bajak laut ruang angkasa. Namun siapa yang menyangka perjalanan ini adalah awal darinya untuk terlibat dalam sebuah konflik besar antar galaksi dan kini masa depan dari seluruh galaksi ada di tangannya.
Gamenya sendiri adalah sebuah action rpg dengan combat yang sangat intuitif dimana kita mengontrol hingga 3 karakter dengan gaya permainan yang berbeda beda. Ketika perilisannya game ini dibuat untuk menantang dominasi Dragon Quest dan Final Fantasy dalam market game RPG, dan pada saat itu menjadi sebuah game terbesar yang pernah dikembangkan oleh Level-5. Walau akhirnya mendapat banyak sekali review positif dan bahka memenangkan beberapa penghargaan tetapi sayangnya ekspektasi penjualan game ini tidak sesuai ekspektasi dari Sony dan Level-5.
17 of 20Valkyrie Profile Series

Valkyrie Profile adalah game JRPG yang dikembangkan oleh tri-Ace dan dipublish oleh Enix (sekarang Square Enix). Seperti yang ada pada clue di judulnya, game ini membawa banyak unsur dari mitologi nordic dan pada game ini kalian akan berperan sebagai seorang Valkyrie yang akan memilih seorang kesatria yang telah mati dalam pertempuran untuk memandunya ke dunia setelah kematian.
Seperti deskripsi yang baru saja dijelaskan, game ini nantinya akan membawakan berbagai macam cerita yang berhubungan dengan tema kehidupan dan kematian. Hal ini juga diperkuat melalui warnanya yang kalem dan suasana melankolis sepanjang game ini. Tetapi selain cerita game ini juga turut bersinar dalam aspek gameplaynya yang cukup revolusioner, dimana ketimbang bermain seperti rpg tradisional, eksplorasi game ini akan lebih terasa seperti game platformer. Sementara dari sisi combat juga membawakan gameplay turn based yang cukup unik dimana kedua pihak dalam pertempuran akan bertempur secara bergantian, dengan seluruh kelompok berbagi satu giliran dan dapat menyerang secara bersamaan selama giliran tersebut. Setiap musuh diberi giliran sendiri dan tidak boleh menggabungkan serangan satu sama lain.
Jadinya walau turn based tetapi sedikit terasa seperti game action dimana kedua pihak sama sama aktif.
18 of 20Valkyria Chronicle Series

Masih seputar valkyrie tetapi kali ini berbeda seri dan tema, game ini datang dari SEGA yang adalah sebuah tactical rpg yang cukup unik dan tidak hanya itu game ini mengajak seorang illustrator yang cukup terkenal yaitu Raita Honjou yang terkenal melalui seri Fate dan gaya illustrasi yang cukup erotis.
Berbeda dengan kebanyakan game tactical rpg lainnya, game ini tidak berbasis grid untuk menggerakkan karakter kita melainkan kalian nantinya dapat menggerakkan karakter ini sesuka hati kalian dalam arena namun nantinya akan dibatasi energi dalam satu turn sehingga kalian harus memperhitungkan pergerakan kalian. Sehingga dengan resep gameplay unik tersebut, hasilnya adalah sebuah gameplay tactical yang memiliki tempo sangat cepat dan sangatlah immersif. Mekanisme ini dideskripsikan oleh SEGA sebagai BLiTZ (Battle of Live Tactical Zones).
Sedangkan dari sisi cerita, game ini terinspirasi dari perang dunia pertama dan berlatar pada sebuah benua fiksi bernama Europa yang mengalami perang untuk memperebutkan sumber daya. Kita akan mengikuti cerita dari Welkin Gunther yang kehilangan kampung halamannya karena peperangan dan oleh karena itu akhirnya bergabung ke dalam militer untuk menyelamatkan negaranya. Ceritanya menawarkan sebuah cerita peperangan yang dramatis dan emosional dengan pembawaan yang ringan untuk diikuti dan karakter yang kuat.
Aspek lain yang menonjol pada game ini adalah visualnya yang seperti lukisan dan dijalankan dengan engine buatan SEGA yang bernama Sega’s CANVAS graphics engine. Gamenya memiliki 4 game yang saling terhubung melalui latar dan kejadian sama, dan sebuah spin off yang menjadi action rpg.
19 of 20Devil Survivor Series

Tatical rpg terakhir pada list ini adalah Devil Survivor, game tactical rpg garapan ATLUS dan salah satu spin off pada seri Megami Tensei. Yang menonjol adalah desain karakternya yang diillustrasikan oleh Illustrator dari seri Durarara yaitu Suzuhito Yasuda atau yang akrab disebut Suzupin. Devil Survivor menghadirkan semua elemen yang bisa kalian ekspektasikan dari sebuah game Megami Tensei dan menggabungkannya dengan gameplay tactical rpg. Misalnya seperti demon summoning, elemental affinity based weakness, dan cerita khas Shin Megami Tensei yang menghadirkan pilihan allignment antara Neutral, Law, atau Chaos.
Saat ini Devil Survivor telah memiliki 2 game utama pada serinya dan 2 rilisan ulang dengan konten tambahan dari kedua game utamanya yang dirilis untuk konsol seri NDS dan 3DS.
20 of 20Skies of Arcadia

Jika ada judul RPG yang sangatlah layak untuk dibangkitkan kembali dengan reputasi yang juga tak kalah legendaris, tentunya tak ada game lain yang lebih layak mendapatkannya selain game ini yaitu Skies of Arcadia.
Bagi sebagian orang mungkin tidak pernah mendengar, tetapi Skies of Arcadia sendiri adalah game JRPG legendaris yang diklaim kritis, game ini juga di produseri oleh mendiang Rieko Kodama salah satu kreator dari seri original Phantasy Star. Game ini pertama kali dirilis untuk SEGA Dreamcast pada 5 Oktober 2000 untuk region Jepang dan dikenal sebagai Eternal Arcadia di Jepang, yang hingga saat ini masih terkubur di konsol Dreamcast milik SEGA dan Gamecube milik Nintendo. Pada saat perilisannya game ini mendapat skor metacritic 93/100 pada kala itu, sedangkan di Jepang Famitsu memberikan game ini skor 33/40.
Ditambah mengingat tahun ini Franchise Skies of Arcadia akan genap berumur 25 tahun, kami rasa akan sangat tepat untuk merayakannya dengan kembali menghidupkan game ini dengan merilis ulang untuk platform modern sehingga bagi mereka yang tumbuh dengan game ini akan dapat menikmatinya kembali, sedangkan bagi mereka yang belum pernah merasakannya akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba sebuah judul klasik peninggalan mendiang Rieko Kodama ini.
Jadi itulah 20 seri atau game JRPG terbaik yang sayangnya terlantar namun masih sangat layak untuk dibangkitkan kembali. Bagaimana menurut kalian ? jika kalian memiliki pendapat sendiri atau ada game lain yang belum tersebut kalian bisa meninggalkan komentar dibawah ya!











Discussion about this post