ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Studio Game Jepang Diam Diam Juga Terus Alami “Pengurangan Personil” Dibalik Layar Walau Jarang Umumkan PHK Masal

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
March 4, 2026
in Game, Gamebiz, News
Studio Game Jepang Diam Diam Juga Terus Alami "Pengurangan Personil" Dibalik Layar Walau Jarang Umumkan PHK Masal

Menyusul laporan terbaru mengenai PHK dan penutupan studio yang terjadi di berbagai belahan dunia, sejumlah pengembang studio game Jepang mulai membahas bagaimana persoalan industri secara global—seperti meningkatnya biaya produksi—turut memengaruhi situasi domestik.

Meski Jepang tidak mengalami gelombang PHK massal secara langsung seperti di AS, para pelaku industri tampaknya sepakat bahwa hal itu sebagian besar disebabkan oleh undang-undang ketenagakerjaan Jepang yang membuat pemecatan karyawan menjadi sangat sulit. Di sisi lain, perampingan tetap terjadi, hanya saja dalam bentuk yang “tidak terlihat.”

Baca Juga

No Content Available

Topik ini mencuat setelah produser game dari Sega dan Mixi, Taira Nakamura, menulis di akun X miliknya,

“Salah satu alasan perusahaan Jepang terlihat jarang melakukan PHK meskipun menghadapi tekanan biaya yang serupa kemungkinan besar adalah regulasi ketenagakerjaan di Jepang. Namun, karena sulit memberhentikan karyawan, kebijakan yang muncul justru beralih menjadi tidak merekrut sejak awal.”

海外ゲーム業界のレイオフは2022年が8,500人、2023年が10,500人、2024年が14,600人と3年連続で増加している。市場規模は同期間で31兆円を超えているのに、だ。

日本の会社が同規模のコスト圧力にさらされていても表面上レイオフが少ないのは、日本の雇用規制が理由のひとつだと思う。…

— 中村たいら@ゲームプロデューサー (@tairanakamura) February 28, 2026

Nakamura menjelaskan bahwa hal ini berarti kuota perekrutan lulusan baru dikurangi, sementara peluang bagi pekerja berpengalaman (mid-career) juga semakin menyempit. Ia memprediksi bahwa para kreator akan semakin kesulitan untuk bergabung dengan perusahaan game Jepang ke depannya. Secara kebetulan, survei terbaru terhadap sekitar 40 perusahaan game domestik menunjukkan bahwa hanya sekitar 1,9% pelamar pengembang game di Jepang yang berhasil diterima bekerja.

Tampaknya pengurangan juga lebih berdampak pada studio pengembang outsourcing dibandingkan perusahaan game besar. Menanggapi pernyataan Nakamura, CEO Amata Games, Hiromichi Takahashi, berkomentar,

“Meski tidak ada pengumuman PHK besar secara terbuka di industri game Jepang, banyak perusahaan game besar secara signifikan mengurangi lini pekerjaan yang dialihdayakan ke pengembang eksternal dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, para pengembang terus menghadapi kesulitan yang cukup berat. Jepang juga mengalami penurunan jumlah developer, hanya saja dengan cara yang kurang terlihat.”

Situasi ini tampaknya menciptakan jurang antara pengembang besar dan kecil, seperti dijelaskan mantan kreator Game Studio Inc., Kaku Okuda: “Industri game kini menjadi sangat terpolarisasi, terbelah antara segelintir konten mapan yang sangat sukses dan sisanya.

Hampir tidak ada lagi kelas menengah. (…) Judul-judul yang sebelumnya dianggap berskala menengah kemungkinan kini mengalami lonjakan besar dalam biaya pengembangan dan promosi dibanding sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh tuntutan kualitas yang melonjak, ditambah reformasi gaya kerja yang membuat mustahil membebani staf secara berlebihan, sehingga biaya pengembangan membengkak. Biaya untuk memastikan sebuah judul tidak tenggelam di pasar juga ikut meningkat.”

Perlu dicatat pula bahwa di luar contoh-contoh tersebut, industri game mobile Jepang mengalami pengurangan tenaga kerja yang lebih terang-terangan, dalam bentuk program “pensiun sukarela” dan buyout.

Bulan lalu, pengembang Dragon Quest Walk, COLOPL, mengumumkan telah melepas 104 karyawan tetap (dari total 676) yang menyetujui paket buyout di tengah kerugian finansial yang berkelanjutan. Contoh lain yang belakangan mencuat termasuk KLab, gumi, dan Enish.

Di luar sektor mobile, tahun lalu data dari layanan pensiun Jepang menunjukkan bahwa pengembang besar Bandai Namco Studios mengalami pengurangan 117 karyawan dalam setahun, meski detail situasinya tidak diketahui.

Tags: PHK Industri Game
Share131Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.