Berbicara tentang preservasi video game memang sebenarnya bukanlah hal yang mudah, terutama dalam industri yang sangat cepat sekali berubah setiap tahunnya. Meskipun merupakan industri dan pasar yang relatif muda, dunia video game telah mengalami perubahan besar selama beberapa dekade terakhir.
Seiring berkembangnya hardware, game pun ikut berkembang, terus digantikan oleh versi yang lebih baik dan sistem yang diperbarui, sementara game lama akhirnya memudar. Dan dengan ini muncul masalah.
Kini, bahkan gameyang menjadi ciri khas suatu generasi pun tidak dapat dikaji ulang karena hardware yang awalnya dirancang untuk game tersebut telah dihentikan atau menjadi usang, belum lagi banyaknya permata tersembunyi yang hampir hilang.
Namun untungnya orang orang juga menjadi semakin sadar akan pentingnya preservasi dari medium video game sehingga muncul juga gerakan seperti GOG Dreamlist dan GOG Preservation Program yang saat ini bisa dibilang memimpin preservasi industri ini.

Berbicara dengan AUTOMATON, Senior PR Representative GOG, Piotr Gnyp, bercerita tentang macam macam tantangan yang harus mereka hadapi dalam perjuangan preservasi game game klasik melalui program GOG.
Ketika ditanya apa sebenarnya tujuan jangka panjang dari GOG, Gnyp menjelaskan bahwa preservasi industri game adalah DNA GOG sejak awal. Hal ini tergambarkan dengan idealisme GOG yang menghadirkan seluruh game di toko mereka dengan DRM Free, kemudian dengan GOG Preservation Program mereka berkomitmen untuk membuat game apa pun yang termasuk dalam Program dapat dimainkan di sistem modern, bahkan jika dukungan resmi berakhir atau game tersebut dihapus dari GOG.
Untuk mewujudkan hal itu maka muncul juga program seperti GOG Dreamlist yang dijelaskan Gnyp bertujuan sebagai kompas dan indikator dari minat utama komunitas akan game apa yang seharusnya diperjuangkan.
Namun yang membedakan GOG Dreamlist dari sekedar voting publik adalah pada program ini kalian juga bisa membagikan cerita pribadi masing masing akan game yang kalian vote, oleh karenanya daripada sekedar voting publik GOG Dreamlist juga adalah paduan suara publik.
GOG Dreamlist adalah cara kami untuk melibatkan komunitas dalam menentukan prioritas pelestarian. Ini adalah daftar keinginan yang telah diperbarui dan digerakkan oleh komunitas, tempat para pemain dapat memilih game yang ingin mereka lestarikan dan rilis ulang. Lebih dari itu, mereka juga dapat berbagi kenangan pribadi terkait game-game tersebut. Kisah-kisah ini penting: ada beberapa kasus di mana unggahan emosional dari para pemain memengaruhi negosiasi dengan pemegang hak kekayaan intelektual. Itulah yang membuat Dreamlist begitu berpengaruh; bukan sekadar jajak pendapat, melainkan sinyal budaya.
Jadi, sementara kami menangani kendala hukum, teknis, dan bisnis, GOG Dreamlist mengingatkan semua orang, termasuk penerbit, mengapa game-game ini penting.

Hal ini pun mulai terlihat melalui rilisan mereka belakangan ini yang menarik perhatian, terutama yang datang dari game klasik Jepang. Salah satunya yang paling menarik perhatian tentunya adalah judul klasik Capcom seperti Resident Evil, Breath of Fire dan Dino Crisis.
Gnyp menjelaskan bahwa ternyata prosesnya tidak mudah terutama bekerjasama dengan developer Jepang, ada ekspektasi yang sedikit berbeda dibandingkan developer barat, walau tidak mau mengungkapkan detailnya karena alasan kerahasiaan, tetapi ia mengatakan bahwa hal itu membutuhkan “waktu, ketekunan, dan membangun kepercayaan”.
Bekerja sama dengan mitra Jepang seringkali membutuhkan kemampuan teknis dan pemahaman budaya yang mumpuni. Dalam hal ini, Capcom memperlakukan peluncuran ini sebagai rilis baru sepenuhnya, sehingga kami mengikuti proses QA dan sertifikasi yang lengkap, layaknya sebuah game baru.
Kami bangga hasilnya melebihi ekspektasi. Baik Resident Evil maupun Dino Crisis telah diterima dengan sangat baik di GOG, masing-masing dengan lebih dari 90% peringkat positif dari pengguna. Sambutan seperti itu menunjukkan bahwa kepercayaan telah terjalin dengan baik, dan kami berharap ini membuka pintu untuk lebih banyak kolaborasi serupa di masa mendatang.
Sedangkan ketika ditanya apakah akan menambahkan lebih banyak judul judul klasik Jepang seperti game game Konami, Gnyp menjelaskan
GOG adalah platform distribusi global, dan kami percaya bahwa karya klasik yang dilestarikan harus dapat diakses oleh sebanyak mungkin pemain.
Namun, keputusan mengenai ketersediaan regional pada akhirnya dibuat oleh pemegang hak dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lisensi atau peringkat. Kami, tentu saja, ingin melihat karya GOG tersedia untuk penggemar di mana pun, termasuk Jepang, tetapi kami sepenuhnya menghormati pertimbangan lisensi mitra kami.
Bagaimana menurut kalian ?















Discussion about this post