Wizardry Variants Daphne, adalah entri terbaru dari seri klasik Wizardry, dirilis Oktober 2024 lalu oleh developer Jepang Drecom. Seri Wizardry, yang berawal dari Wizardry: Proving Grounds of the Mad Overlord, dianggap sebagai salah satu seri game paling berpengaruh dalam genre RPG.
Meskipun dibuat di Amerika Serikat dan sangat terinspirasi oleh mitologi Dungeons & Dragons, seri ini justru menemukan popularitas besar di Jepang—dan dampak budayanya turut membentuk fondasi awal dari apa yang kini dikenal sebagai “JRPG.”
Baca Juga: Basis Pemain Utama Wizardry Sebagian Besar Datang Dari Jepang Meski Seri Ini Lahir di Amerika.
Berbicara dengan Automaton, sutradara Keisuke Kanayama mengungkap bagaimana Variants Daphne menghidupkan kembali genre JRPG klasik serta elemen-elemen yang membuat IP asal Barat ini terasa begitu “Jepang.”

Walaupun Wizardry Variants Daphne tetap mempertahankan nuansa “western fantasy RPG” yang menjadi ciri khas seri sebelumnya, Kanayama menyebut bahwa game ini juga dirancang sebagai “callback terhadap genre JRPG klasik.” Tak mengherankan jika judul ini langsung meraih popularitas di Jepang.
Namun, sang sutradara percaya bahwa potensi ekspansinya ke pasar Barat tetap ada—asal dapat menjangkau audiens yang tepat. Ia menjelaskan bahwa game ini dibuat untuk “memenuhi kebutuhan semua orang yang ingin memainkan JRPG klasik.”
Meski genre tersebut masih tergolong niche di luar Jepang, Kanayama berharap Variants Daphne dapat menjadi jawaban bagi para penggemar setia yang mendambakan pengalaman serupa.

Alih-alih mengikuti tren RPG free-to-play masa kini yang banyak menghadirkan open world, Variants Daphne tetap meneruskan tradisi dungeon crawling yang dikenal sebagai ciri khas Wizardry—tentu dengan sentuhan Jepang yang kuat.
Menurut Kanayama, lorong-lorong sempit dan area yang terbatas dalam gim ini sangat mencerminkan estetika desain Jepang, menawarkan sesuatu yang berbeda bagi pemain yang mungkin sudah lelah dengan dunia terbuka.
“Berbeda dari game open-world, Variants Daphne dimainkan di medan yang terbatas, dan justru hal itu yang membuatnya cocok dengan estetika desain Jepang. Memanfaatkan ruang sempit seoptimal mungkin dan mengisinya dengan konten agar tidak membosankan—saya rasa pengalaman khas Jepang seperti itu memiliki nilai hiburan yang berbeda dibandingkan game open-world,”
jelas Kanayama. Alih-alih memperpanjang waktu bermain, ia menyebut bahwa gaya permainan yang cepat dan “ringkas” adalah bagian dari daya tarik Variants Daphne. Karena struktur game-nya yang cukup berbeda dari RPG lain, Kanayama menjanjikan pengalaman yang benar-benar unik bagi pemain yang terus melanjutkan permainan melewati tahap awal.
“Saya berharap orang-orang yang sudah bosan dengan game open-world dan lelah berjalan tanpa tujuan di dalam peta bisa memberikan kesempatan pada Variants Daphne,” canda Kanayama.















Discussion about this post