Phil Spencer, kepala Microsoft Gaming, menegaskan bahwa prioritas utama perusahaannya adalah mendukung dan melindungi tim kreatif yang berani mengambil risiko, meskipun ia mengakui hal itu tidak selalu mudah diwujudkan. Dalam sebuah acara industri bersama Tim Schafer, pendiri Double Fine Productions, Spencer menekankan pentingnya kreativitas sebagai fondasi utama industri game.
“Kreativitas tim, menurut saya, adalah hal terpenting yang perlu kita lindungi dan kembangkan,” ujar Phil Spencer dalam diskusi yang dimoderatori.
Schafer, yang studionya diakuisisi oleh Microsoft pada 2019, mengatakan bahwa perusahaan benar-benar menepati janji untuk menjaga kebebasan dan budaya timnya. “Saat kami membahas tentang proses akuisisi, hal besar yang saya pikirkan adalah:

‘Bagaimana kami bisa mempertahankan budaya kami?’” kata Schafer. “Dan semua orang di Microsoft berkata, ‘Kami benar-benar ingin kalian tetap menjadi diri kalian sendiri.’” Ia mencontohkan bahwa bahkan ide game unik seperti Keeper—tentang mercusuar yang bisa berjalan—diterima dengan terbuka. Game tersebut kini mendapat ulasan positif dengan skor 90%.
Menurut Schafer, dukungan finansial dari Microsoft membebaskan timnya dari tekanan mencari dana dan memungkinkan mereka fokus pada kreativitas. Ia juga menekankan pentingnya bertaruh pada orang, bukan hanya ide, agar pemimpin baru bisa tumbuh dan menciptakan karya orisinal mereka sendiri.
Baca Juga: HoYoverse Umumkan Closed Beta Petit Planet Mulai 7 November di PC dan iOS
Phil Spencer Akui Microsoft Belum Selalu Berhasil Melindungi Tim Kreatif di Industri Game

Namun, di balik pesan positif itu, industri masih diwarnai dengan gelombang PHK besar di divisi game Microsoft dalam beberapa tahun terakhir, menyusul akuisisi besar seperti Bethesda dan Activision Blizzard. Spencer pun mengakui bahwa Microsoft belum sepenuhnya berhasil melindungi para pengembang kreatif dari tekanan industri.
“Saya pikir hal paling berani yang bisa dilakukan sebuah tim—baik saat membuat film maupun acara televisi—adalah merilis sesuatu untuk dinilai, dihakimi, dan dikomentari oleh internet,” kata Phil Spencer. “Namun menumbuhkan dan melindungi tim kreatif yang ingin mengambil risiko adalah hal penting. Kami tidak selalu berhasil dalam hal itu, tapi menurut saya itu adalah inti dari setiap industri media—sebuah benih kreativitas.”
Beberapa studio di bawah Microsoft memang menunjukkan perkembangan positif, seperti Double Fine dan Obsidian yang terus melahirkan proyek-proyek kreatif. Namun, laporan juga menyebutkan bahwa divisi gaming Microsoft tengah dikejar target margin keuntungan tinggi, menyebabkan ribuan karyawan kehilangan pekerjaan dan beberapa proyek besar dibatalkan. Salah satu korban adalah Tango Gameworks, pembuat Hi-Fi Rush, game kreatif yang justru menjadi simbol ketidakkonsistenan Microsoft. Ironisnya, studio tersebut kini telah dihidupkan kembali oleh penerbit asal Korea Selatan, Krafton.















Discussion about this post