ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Gamebiz

Developer Infinity Nikki Ikut Bicara Soal AI Dalam Industri Game: “AI Tidak Miliki Jiwa Buat Gantikan Manusia”

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
April 20, 2026
in Gamebiz, Game, News
Developer Infinity Nikki Ikut Bicara Soal AI Dalam Industri Game: "AI Tidak Miliki Jiwa Buat Gantikan Manusia"

Berbicara mengenai AI dalam industri game memang tidak ada habisnya, baru baru ini pun, Infold Games, pengembang di balik Infinity Nikki dan Love and Deepspace, ikut berbicara soal AI dalam industri game dan telah berkomitmen untuk tetap menjaga kreator manusia sebagai pusat dari pengembangan game.

Melansir dari IGN Japan selama ajang GDC: Festival of Gaming di San Francisco tahun ini, CTO Infold Games, Ji Zhang, mengatakan bahwa meskipun alat bantu AI dapat membantu di beberapa bagian pengembangan, AI tidak dapat memberikan “jiwa” ke dalam sebuah proyek seperti yang dilakukan oleh pengembang manusia.

Baca Juga

Capcom Kembali Tegaskan Posisi Mengenai AI Generatif: “AI Terbaik Sekalipun Belum Mampu Gantikan Kreator Kami”

Capcom Kembali Tegaskan Posisi Mengenai AI Generatif: “AI Terbaik Sekalipun Belum Mampu Gantikan Kreator Kami”

May 21, 2026
Imbas Beberapa Media yang Ganti Jurnalis Dengan AI, Metacritic Hapus Beberapa Review Resident Evil Requiem yang Ditulis AI

Imbas Beberapa Media yang Ganti Jurnalis Dengan AI, Metacritic Hapus Beberapa Review Resident Evil Requiem yang Ditulis AI

March 5, 2026
Publisher Infinity Nikki Percaya Ada Minat Besar Untuk Game Game Tanpa Kekerasan Dengan Budget Tinggi

Publisher Infinity Nikki Percaya Ada Minat Besar Untuk Game Game Tanpa Kekerasan Dengan Budget Tinggi

November 17, 2025
Square Enix Bekerja Sama Dengan Google Untuk Hadirkan AI Chatbot Dalam Dragon Quest X

Square Enix Bekerja Sama Dengan Google Untuk Hadirkan AI Chatbot Dalam Dragon Quest X

March 24, 2026

“AI jelas berkembang pesat, dan pastinya akan membentuk industri game. Saya rasa sekarang AI berada dalam periode yang menarik di mana setiap orang memandangnya secara berbeda. Namun, saya percaya AI tidak dapat mengatasi fakta bahwa ia tidak bisa menambahkan jiwa ke dalam pembuatan konten. Jadi, AI tidak bisa menggantikan pekerjaan para kreator inti.” Kata Zhang.

Infold Games membuat game untuk hampir setiap platform, sehingga masalah-masalah yang ditimbulkan oleh AI seperti kelangkaan RAM yang mempengaruhi manufaktur hardware seperti Valve, XBOX, Playstation, dan lainnya ini tampak menimbulkan risiko bagi prospek masa depan mereka. Namun Zhang tidak khawatir, dan percaya bahwa ini hanyalah fase sementara.

“Saya pikir untuk biaya memori, permintaan tinggi untuk memori terbaik adalah hal yang sangat umum, sama seperti permintaan untuk iterasi CPU yang juga pasti terus meningkat. Ini bukan hal yang istimewa. Game PC akan terus menuntut performa yang lebih tinggi, sementara game AAA dan seluler juga akan mengalami peningkatan permintaan memori. Kami percaya bahwa kenaikan biaya ini hanya bersifat sementara.”

Developer Infinity Nikki Ikut Bicara Soal AI Dalam Industri Game: "AI Tidak Miliki Jiwa Buat Gantikan Manusia"

Zhang kemudian membahas teknologi yang mendukung dua hit global terbaru Infold: Infinity Nikki dan Love and Deepspace. Kedua judul tersebut adalah game free-to-play, menghadirkan pembaruan konten yang sering, dan mengharuskan pengembang untuk menciptakan aliran kostum baru secara konsisten yang terbuat dari tekstur kain realistis. Namun, masing-masing dibuat dengan teknologi yang sepenuhnya berbeda.

“Di Infold Games, kami mengerahkan banyak upaya pada grafis, dan pada tahun 2019, lewat game kami sebelumnya Shining Nikki, kami melakukan lompatan dari 2D ke 3D. Salah satu tujuannya adalah mencoba memastikan pakaian terlihat sangat realistis. Itu mencakup materi berbasis fisika dan simulasi pakaian. Pada Love and Deepspace, kami sangat fokus pada ekspresi wajah dan penyempurnaan karakter. Sementara itu, Infinity Nikki berfokus pada dunia terbuka (open world), yang merupakan tantangan baru bagi kami. Setiap game pada awalnya dibangun di atas game engine komersial. Love and Deepspace dibangun menggunakan Unity, dan Infinity Nikki dibangun menggunakan Unreal. Mesin komersial berfungsi sebagai fondasi, tetapi selama pengembangan, kami ingin meningkatkan performa dengan alat bantu internal kami sendiri. Kami juga bermitra dengan perusahaan perangkat keras untuk mengoptimalkan game tersebut.”

Zhang melanjutkan:

“Saya rasa proses ini pastinya terus berjalan, jadi tidak ada pipeline yang langsung mencapai kondisi sempurna di awal. Selama proses ini, kami akan mengidentifikasi elemen yang paling memakan waktu untuk dikembangkan serta hambatan yang kami alami. Dan berdasarkan hal itu, kami dapat melakukan penyesuaian dan penyempurnaan.”

Tags: AI Industri GameInfold GamesJi Zhang
Share131Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.