Wilayah Asia-Pasifik (APAC) — yang dipimpin oleh Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan — kini menempati posisi terdepan sebagai pusat utama bagi pengembang, penerbit, dan pemain game bergenre Souls-like.
Temuan ini berasal dari laporan Video Game Insights (VGI) yang meneliti perkembangan Souls-like sebagai subgenre sejak awal 2015. Analisis dilakukan dengan meninjau tag game Souls-like di Steam.
Baca Juga: Review Wuchang: Fallen Feathers – Ketika Soulslike Digabungkan Dengan Cerita Xianxia
Meskipun populer secara global, VGI mencatat bahwa antara 2020 hingga 2025, aktivitas pengembangan dan penjualan game Souls-like beralih secara signifikan ke kawasan APAC.

Pertumbuhan penjualan di kawasan ini didominasi oleh game AA dan AAA, dengan Black Myth: Wukong menempati posisi puncak lewat penjualan 20,3 juta unit, diikuti Elden Ring (15,6 juta unit), Monster Hunter: World (13 juta unit), Dark Souls 3 (9,1 juta unit), dan Hades (8,4 juta unit).
Menurut VGI, penjualan awal Souls-like di Steam semula dikuasai oleh studio AAA, sempat bergeser ke pengembang AA pada 2017, lalu kembali didominasi AAA. Pada 2024, game AAA menyumbang hampir 75% penjualan, dan masih kuat di kisaran 70% pada 2025.
“Secara keseluruhan, data menunjukkan adanya transisi yang jelas dari fase inovasi yang dipimpin pengembang AA menuju adopsi luas dan investasi besar oleh penerbit AAA,”
Tahun 2019 disebut sebagai puncak kejayaan subgenre Souls-like dengan kehadiran Hades, Code Vein, dan Blasphemous, bersama judul AAA seperti Sekiro.
Namun, pandemi COVID-19 pada 2020–2021 memperlambat rilis baru, dengan Nioh 2 menjadi satu-satunya judul besar pada masa itu.

Mulai 2022 hingga kini, Souls-like berubah menjadi genre mainstream, berkat kesuksesan Elden Ring dan Black Myth: Wukong, serta meningkatnya peran pengembang dan pemain dari Tiongkok yang mendorong popularitas globalnya.
VGI juga mencatat lonjakan 41% jumlah game bertag Souls-like di Steam antara 2023 (263 judul) dan 2024 (371 judul). Peningkatan ini dipicu oleh gelombang game indie, sementara jumlah game AA dan AAA relatif stabil.
“Data ini menunjukkan adanya pergeseran dari masa inovasi yang dipimpin pengembang AA menuju ekspansi besar oleh penerbit AAA,”
Dari segi pemain, Tiongkok menjadi pasar terbesar untuk game Souls-like, menyumbang 47% dari total pemain global, disusul oleh Amerika Serikat (23%), Jerman (5%), Rusia (5%), dan Kanada (4%), sementara 15% sisanya tersebar di wilayah lain.
Menurut VGI, genre Souls-like telah berevolusi dari subgenre niche ciptaan FromSoftware menjadi salah satu fondasi penting dalam desain game modern. Genre ini terbukti tangguh melewati masa stagnasi dan kini menjadi kategori populer berkat keberhasilan besar seperti Elden Ring dan Black Myth: Wukong.

VGI menambahkan bahwa tingginya minat terhadap gameplay yang menantang dan berbasis keterampilan akan membuat Souls-like terus menjadi ruang eksperimen kreatif yang memengaruhi desain pertarungan, narasi, dan strategi keterlibatan pemain di industri game secara luas.
Selain itu, VGI menegaskan bahwa peran kawasan APAC sangat krusial dalam pertumbuhan subgenre ini.
“Jepang meletakkan dasar awalnya, namun Tiongkok dan Korea kini menjadi kekuatan besar baik dalam pengembangan maupun pasar konsumen. Tiongkok, khususnya, kini menguasai hampir separuh pemain global, menjadikannya pasar kunci bagi keberhasilan jangka panjang setiap game Souls-like besar.”















Discussion about this post