Josh Sawyer, veteran desain RPG yang kini bekerja sebagai Design Director di Obsidian Entertainment, mengungkapkan pandangannya mengenai mengapa era kejayaan CRPG (Computer Role-Playing Games) klasik seperti Baldur’s Gate nyaris punah di pertengahan hingga akhir tahun 2000-an. Menurutnya, alasan utama bukan karena kekurangan daya kreativitas atau teknologi, melainkan karena tekanan dari retailer—toko fisik penjualan game—yang menyatakan bahwa “tak ada yang mau membeli game seperti itu lagi”.

Dalam sebuah pidato keynote pada konferensi GCAP 2025 yang sudah ditransipkan oleh PC Gamer, Josh Sawyer menjelaskan bahwa pada waktu itu, banyak penerbit dan pengembang masih sangat bergantung pada toko fisik sebagai saluran distribusi utama. Retailer memiliki otoritas besar dalam memilih game mana yang akan mereka stok di rak mereka, dan bahkan sering meminta publisher untuk mengambil kembali atau membeli kembali stok yang tidak terjual. Kondisi ini membuat retailer cenderung berhati-hati dan memilih untuk tidak mendistribusikan game CRPG yang dianggap “berisiko” atau terlalu niche, meski memiliki pendukung fanbase tertentu.
Josh Sawyer Mengatakan Bahwa Tidak Ada Yang Mau Membeli CRPG Klasik

Josh Sawyer menambahkan bahwa ketika penerbit bertanya kepada retailer mengenai bukti riset pasar yang mendukung klaim bahwa “tak ada yang mau membeli game CRPG klasik”, retailer menjawab agar mempercayai mereka saja—tanpa menunjukkan data konkret.
“Alasan kami berhenti membuat game Infinity Engine adalah karena para peritel memberi tahu kami bahwa tidak ada yang mau membelinya,” kata Josh Sawyer. “Kami bertanya apakah kami bisa melihat hasil risetnya, dan pada dasarnya mereka meminta kami untuk memercayai mereka.”
Namun, pergeseran besar terjadi dengan hadirnya distribusi digital. Setelah digitalisasi, hambatan distribusi fisik dan stok fisik mampu diatasi, sehingga studio-studio, baik besar maupun kecil, dapat merilis game ke publik meski penerbit atau retailer fisik tidak yakin akan daya jualnya. Ini memicu kebangkitan genre-genre yang dianggap telah kehilangan pamor sebelumnya seperti CRPG, petualangan point-and-click, dan RPG klasik lainnya.















Discussion about this post