ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Josh Sawyer Ungkap Alasan Game Klasik Seperti Baldur’s Gate “Menghilang” di Tahun 2000-an: “Retailer Bilang Tak Ada yang Mau Membelinya”

Michael MatthewbyMichael Matthew
October 15, 2025
in Game, News, PC, Platform, PlayStation, Xbox

Josh Sawyer, veteran desain RPG yang kini bekerja sebagai Design Director di Obsidian Entertainment, mengungkapkan pandangannya mengenai mengapa era kejayaan CRPG (Computer Role-Playing Games) klasik seperti Baldur’s Gate nyaris punah di pertengahan hingga akhir tahun 2000-an. Menurutnya, alasan utama bukan karena kekurangan daya kreativitas atau teknologi, melainkan karena tekanan dari retailer—toko fisik penjualan game—yang menyatakan bahwa “tak ada yang mau membeli game seperti itu lagi”.

Dalam sebuah pidato keynote pada konferensi GCAP 2025 yang sudah ditransipkan oleh PC Gamer, Josh Sawyer menjelaskan bahwa pada waktu itu, banyak penerbit dan pengembang masih sangat bergantung pada toko fisik sebagai saluran distribusi utama. Retailer memiliki otoritas besar dalam memilih game mana yang akan mereka stok di rak mereka, dan bahkan sering meminta publisher untuk mengambil kembali atau membeli kembali stok yang tidak terjual. Kondisi ini membuat retailer cenderung berhati-hati dan memilih untuk tidak mendistribusikan game CRPG yang dianggap “berisiko” atau terlalu niche, meski memiliki pendukung fanbase tertentu.

Baca Juga

DIGIMON ALYSION Ungkap Trailer Terbaru Dengan Theme Song Yang Dinyanyikan Oleh Vtuber Nijisanji Enna Alouette

DIGIMON ALYSION Ungkap Trailer Terbaru Dengan Theme Song Yang Dinyanyikan Oleh Vtuber Nijisanji Enna Alouette

July 4, 2025
Crystal of Atlan Mengumumkan Kolaborasi Epik dengan One Punch Man di Summer Game Fest 2025

Crystal of Atlan Mengumumkan Kolaborasi Epik dengan One Punch Man di Summer Game Fest 2025

July 26, 2025
Selain Cyberpunk 2077, Angka Penjualan Game Third Party di Switch 2 Sangatlah Rendah ?

Selain Cyberpunk 2077, Angka Penjualan Game Third Party di Switch 2 Sangatlah Rendah ?

June 20, 2025
Palworld Tambahkan Dukungan Bahasa Indonesia!

Palworld Tambahkan Dukungan Bahasa Indonesia!

June 24, 2025

Josh Sawyer Mengatakan Bahwa Tidak Ada Yang Mau Membeli CRPG Klasik

Josh Sawyer menambahkan bahwa ketika penerbit bertanya kepada retailer mengenai bukti riset pasar yang mendukung klaim bahwa “tak ada yang mau membeli game CRPG klasik”, retailer menjawab agar mempercayai mereka saja—tanpa menunjukkan data konkret.

“Alasan kami berhenti membuat game Infinity Engine adalah karena para peritel memberi tahu kami bahwa tidak ada yang mau membelinya,” kata Josh Sawyer. “Kami bertanya apakah kami bisa melihat hasil risetnya, dan pada dasarnya mereka meminta kami untuk memercayai mereka.”

Namun, pergeseran besar terjadi dengan hadirnya distribusi digital. Setelah digitalisasi, hambatan distribusi fisik dan stok fisik mampu diatasi, sehingga studio-studio, baik besar maupun kecil, dapat merilis game ke publik meski penerbit atau retailer fisik tidak yakin akan daya jualnya. Ini memicu kebangkitan genre-genre yang dianggap telah kehilangan pamor sebelumnya seperti CRPG, petualangan point-and-click, dan RPG klasik lainnya.

Baca Juga: Pengembang Skyrim Sebut Baldur’s Gate 3 Hampir Sebagai Permainan Meja di Komputer: “Se-dekat yang Pernah Ada”

Tags: Baldur's GateBerita GameObsidian Entertainment
Share131Tweet82ShareShare
Michael Matthew

Michael Matthew

I just like video games and am still trying to finish my backlog :)

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.