Di tengah tren developer game yang beramai-ramai beralih pakai engine populer seperti Unreal Engine, Capcom justru memilih jalur yang beda. Mereka terus mengembangkan dan menginvestasikan tenaga di RE Engine milik mereka sendiri, yang sudah jadi pondasi game-game hits seperti Devil May Cry 5 hingga Monster Hunter Wilds.
Sayangnya, RE Engine memang jagonya di game non-open world, namun performanya masih kurang maksimal di game open world. Sesuatu yang sempat terjadi di Dragon’s Dogma 2 dan saat ini, Monster Hunter Wilds.
Beruntungnya, Capcom tak tinggal diam dan berjanji untuk terus memperbaiki versi PC Monster Hunter Wilds agar lebih optimal.
Dalam postingan terbarunya, Game Director Yuya Tokuda mengungkapkan sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan lewat patch 1.021 pada Juni lalu.

Mereka berhasil mengatasi bug shader compilation, memangkas beban anti-cheat sampai 90 persen, dan menambahkan dukungan teknologi super-resolution terkini seperti DLSS4 dan FSR4 yang membuat beban CPU lebih ringan dan meningkatkan frame rate.
Proses loading tekstur juga diperbaiki supaya visual tetap stabil, terutama saat monster tiba-tiba muncul di layar.
Update Monster Hunter Wilds berikutnya yang dijadwalkan akhir September akan fokus pada perbaikan NPC dan Seikret, makhluk tunggangan di game-nya. Namun Tokuda sadar bahwa mengurangi beban CPU ini bukan perkara gampang dan harus dilakukan perlahan agar tidak menimbulkan masalah baru.
Rencana Capcom di Title Update 4 musim dingin nanti adalah mulai kurangi beban CPU secara bertahap, kemudian lanjut ke tahap mitigasi berikutnya. Begitu pula dengan GPU agar performa makin stabil dan nyaman.
Sebagai penutup, Tokuda menegaskan bahwa timnya berkomitmen terus meningkatkan stabilitas agar para player PC bisa menikmati Monster Hunter Wilds tanpa gangguan. Jadi, buat kamu yang sempat terganggu performa, sepertinya kamu harus lebih bersabar sampai update terbaru game-nya dirilis di masa depan.
Read more ReArchivu news on this link, or read more articles from this author at this link.















Discussion about this post