CyberAgent, perusahaan induk dari Cygames selaku developer Umamusume: Pretty Derby, menyatakan bahwa mereka akan mencatat kerugian luar biasa sebesar 727 juta JPY/4.7 juta USD (sekitar 78 miliar IDR) pada tahun fiskal berjalan akibat penyelesaian gugatan dengan Konami.
Informasi ini diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan yang diterbitkan perusahaan pada 14 November.
Gugatan tersebut, yang diajukan oleh Konami terkait dugaan pelanggaran beberapa paten terkait game di Umamusume: Pretty Derby, dilayangkan pada Mei 2023 dan berakhir pada 7 November 2025, ketika kedua perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan damai.

Konami sebelumnya menuntut 4 miliar JPY sebagai ganti rugi dan meminta larangan produksi terhadap game tersebut. Cygames, di sisi lain, awalnya tidak mengakui adanya pelanggaran dan mengajukan permohonan pembatalan terhadap paten-paten yang disengketakan.
Namun, pada akhirnya developer tersebut memutuskan menyelesaikan sengketa secara damai di luar pengadilan demi menjaga keberlangsungan gamenya.

Meskipun rincian kesepakatan tidak diungkapkan karena kewajiban kerahasiaan, CyberAgent menyatakan bahwa biaya terkait kasus tersebut mencapai sekitar 4,7 juta USD di pihak Cygames.
Baa Juga: 20 Seri JRPG Terbaik Yang Terlantar Tapi Layak Untuk Dibangkitkan
Tidak ada rincian lengkap, sehingga kemungkinan jumlah ini mencakup berbagai biaya hukum selama proses berlangsung, bukan hanya ganti rugi yang dibayarkan kepada Konami.
Di sisi lain, ada kabar baik: CyberAgent melaporkan bahwa pendapatan luar negeri meningkat hampir enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya, berkat perilisan global Umamusume: Pretty Derby yang sangat sukses.















Discussion about this post