Karena sebagian besar Ninja Gaiden 4 berlatar di Tokyo fiktif di masa depan, tak heran jika para pengembang di PlatinumGames terinspirasi oleh Blade Runner, sang induk dari semua latar cyberpunk. Beberapa lokasi perkotaan yang dikunjungi Ryu Hyabusa dan Yakumo berlatar gelap, dan penuh misteri.
Berbicara dengan Game*Spark, art director Tomoko Nishii, level design director Yudai Abe, dan lead composer Masahiro Miyauchi berkomentar bahwa latar kota di Ninja Gaiden 4 dibuat untuk melanjutkan nuansa berat yang ditemukan di game-game Ninja Gaiden sebelumnya. Hujan deras dan gelap yang terus-menerus, dipadukan dengan lampu neon yang terang, memang disengaja, karena para pengembang ingin pemain merasa seolah-olah lingkungan mereka semakin mendekat.
Baca Juga: Semua Konten Baru di Atelier Ryza Secret Trilogy Deluxe.
Menurut Miyauchi, elemen-elemen di area perkotaan (seperti seni, desain level, dan musik) tidak hanya terinspirasi oleh Blade Runner, tetapi juga oleh Ghost in the Shell. Dengan menggunakan lingkungan Tokyo di Ninja Gaiden 2 sebagai batu loncatan, para pengembang menciptakan apa yang mereka bayangkan sebagai evolusi lokasi yang alami dan bernuansa cyberpunk. Di sisi lain, mereka memperkenalkan nuansa Jepang yang khas melalui desain musuh dalam game, beberapa di antaranya terinspirasi oleh cerita rakyat tradisional.
Baca Juga: 25 Game Baru Bulan Agustus 2025
Kata “Cyberpunk” dan “Jepang” adalah fondasi inti desain Ninja Gaiden 4.
Ninja Gaiden 4 direncanakan untuk rilis pada 21 Oktober 2025 untuk PS5, XBOX Series, dan PC via Steam.















Discussion about this post