Desainer game yang berharap bisa bekerja di Pocketpair—studio di balik Craftopia dan Palworld—harus menjadi gamer Steam yang sangat aktif agar lamaran mereka bisa dipertimbangkan. Dalam sebuah diskusi di X bersama para pengembang game Jepang, CEO Pocketpair Takuro Mizobe baru-baru ini membagikan beberapa detail tentang bagaimana perusahaannya merekrut talenta baru.
“Di Pocketpair, kami meminta kandidat desainer game untuk mengirimkan tangkapan layar riwayat waktu bermain mereka di Steam. Bahkan, jika kamu sama sekali tidak bermain game di Steam, kamu tidak akan lolos tahap penyaringan CV” tulisnya di akun X pribadinya.
Menurut Mizobe, selain ingin merekrut gamer Steam yang benar-benar serius dan autentik, tujuan kebijakan ini juga untuk menguji kepekaan kandidat sebagai desainer game (yang di Jepang biasa disebut game planner).
Dalam sesi wawancara, pelamar akan diminta menganalisis game-game yang paling sering mereka mainkan di pustaka Steam mereka—mulai dari membedah mekanik dan sistem permainan, menjelaskan alasan di balik pilihan desain tertentu, hingga menguraikan apa yang membedakan sebuah judul dari game lain di genre yang sama.
Mizobe menambahkan bahwa kandidat dengan jam bermain tinggi di PS5 atau Xbox tentu saja dipersilakan untuk ikut menyertakan tangkapan layar waktu bermain dari platform tersebut.
Namun, Steam tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Jika jumlah game Steam yang dimainkan pelamar adalah 0, pada prinsipnya kami akan melewatkannya. Kami ingin rekan kerja kami memainkan game indie yang hanya tersedia di Steam,” jelasnya.
Hal ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat Pocketpair berawal sebagai studio indie kecil di Steam, sebelum berkembang menjadi pengembang dan penerbit berskala cukup besar dengan fokus utama pada platform tersebut.

Meski begitu, praktik ini tergolong tidak lazim, terutama jika dibandingkan dengan prosedur perekrutan standar di kalangan pengembang game Jepang.
Melansir dari wawancara AUTOMATON dengan Mizobe di awal peluncuran Palworld yang meledak di pasaran, ia mengatakan bahwa dirinya dan tim kecilnya merancang game tersebut berdasarkan pengalaman mendalam memainkan berbagai judul ternama di genre yang sama atau mirip—seperti Terraria, The Forest, Sons of the Forest, Conan Exiles, ARK: Survival Evolved, Minecraft, Valheim, Raft, Rust, Astroneer, Scrap Mechanic, dan Sunkenland.
Melihat keberhasilan pendekatan tersebut, wajar jika Pocketpair menginginkan desainer game dengan pustaka Steam yang beragam dan substansial.
Meski Matsuyama sempat menuai kritik karena penyampaiannya yang terkesan keras (dan fokus pada keharusan “memiliki semua konsol”), gagasan bahwa calon pengembang game perlu memiliki pengalaman bermain yang luas dan beragam tampaknya berangkat dari pola pikir yang serupa.
Sebagai tambahan, Pocketpair saat ini tengah mempersiapkan diri menuju rilis penuh Palworld yang sangat dinantikan, dan dijadwalkan meluncur pada 2026. Teaser terbaru game tersebut juga memberi gambaran sekilas tentang update konten terbesar yang akan hadir sejauh ini.















Discussion about this post