ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Mantan Karyawan Ubisoft Osaka Bela Program Ubisoft DEI dan Bukan Penyebab Mundurnya Ubisoft

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
January 28, 2026
in Game, Gamebiz, News

Mantan karyawan Ubisoft Osaka, Kensuke Shimoda, yang bekerja sebagai game designer di perusahaan tersebut antara April 2021 hingga November 2024, menepis klaim bahwa penurunan harga saham Ubisoft disebabkan oleh inisiatif Ubisoft DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) di dalam organisasi maupun game-game mereka.

Baca Juga: Game Yang Dulu Dibenci Sekarang Dicintai, Inilah Game Dengan Redemption Arc Terbaik Sepanjang Sejarah

Sebaliknya, Shimoda menilai Ubisoft merupakan korban dari apa yang ia sebut sebagai “Big Business Syndrome.”

Baca Juga

Eks Bos Bethesda Pete Hines Bongkar Borok Microsoft: "Tempat Ini Dirusak dan Disalahgunakan"

Eks Bos Bethesda Pete Hines Bongkar Borok Microsoft: “Tempat Ini Dirusak dan Disalahgunakan”

April 13, 2026
Rangkuman State of Play - Juni 2026

Rangkuman State of Play – Juni 2026

June 3, 2026
Trails in the Sky 2nd Chapter Resmi Diumumkan, Rilis Fall 2026 Untuk Multiplatform

CEO Nihon Falcom Ungkap Alasan Mengapa Mereka Fokus Kerjakan Remake Seri Trails, Ingin Player Baru Masuk dan Sadar Akan Basis Pemain Yang Menurun

December 23, 2025
State of Decay 3 Resmi Diumumkan untuk Rilis 2027, Hadir Juga di PS5

State of Decay 3 Resmi Diumumkan untuk Rilis 2027, Hadir Juga di PS5

June 9, 2026

わざわざ引用しませんが、また「DEIに傾倒したせいでUbisoftの株価が下がった」とかいうデマ撒き散らしている人がいるようで呆れてます。元従業員としてはっきり言えるのは

・社内でDEI推進派はそこまでの影響力なかった…

— 下田賢佑(First Mammal) (@kensukeShimoda) January 25, 2026

Dalam unggahan tertanggal 25 Januari, ia menulis:

Saya tidak akan mengutipnya satu per satu, tetapi saya benar-benar muak melihat masih banyak orang menyebarkan rumor palsu bahwa “harga saham Ubisoft turun karena mereka terlalu fokus pada DEI.” Sebagai mantan karyawan, saya bisa menyatakan dengan tegas bahwa:

・Para pendukung DEI tidak memiliki pengaruh sebesar itu
・Bahkan, inisiatif DEI justru memberikan dampak positif (perbaikan lingkungan kerja, ekspansi pasar ke Amerika Selatan dan Timur Tengah, dan lain-lain)
・Kemunduran di departemen pemasaran/kreatif berasal dari Big Business Syndrome—sesuatu yang bisa terjadi pada perusahaan besar mana pun
・Salah satu contohnya adalah tingkat pergantian karyawan yang terlalu rendah, sehingga jelas terjadi kekurangan staf senior/lead yang berpengalaman dalam pengembangan game online/mobile/F2P
・Selain itu, sebagai perusahaan yang berfokus pada Prancis dan membangun cabang di luar wilayah berbahasa Prancis untuk membentuk struktur pengembangan global, Ubisoft menghadapi masalah manajemen yang khas bagi “perusahaan global non-berbahasa Inggris”

Jika Ubisoft meninggalkan analisis ini, lalu menyerah pada teori konspirasi daring dan menjadikan para pendukung DEI sebagai kambing hitam, itu akan menjadi akhir bagi mereka.

Menurut Shimoda, para pendukung DEI di dalam Ubisoft memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap cara perusahaan dijalankan selama masa kerjanya. Sementara upaya terkait DEI—seperti ekspansi global dan perbaikan lingkungan kerja—sebenarnya berjalan dengan baik, masalah justru muncul dari sisi manajemen akibat status Ubisoft sebagai perusahaan multinasional berbasis di Prancis.

Secara lebih spesifik, seperti yang Shimoda jelaskan lebih lanjut, adanya jarak psikologis antara studio Prancis dan non-Prancis menghambat para pengembang untuk mengakses pengetahuan dan pengalaman studio Prancis/Kanada, yang selama ini menjadi inti budaya kreatif perusahaan.

「Ubisoftといえば、いわゆる「DEI」に傾倒しているといわれるゲームメーカーの一つです。」

元従業員ですがそんな事実はありません。企業が特定の価値観に「傾倒」って言ったら何かを強制されるレベルのことだと思いますがそんなこと一切ありませんでした。 https://t.co/kDl73pBPo3

— 下田賢佑(First Mammal) (@kensukeShimoda) May 25, 2025

“Terkait game-game Ubisoft, Shimoda mengaitkan minimnya kesuksesan belakangan ini dengan “penurunan kualitas departemen pemasaran/kreatif” akibat jebakan Big Business Syndrome. Ia menyebut bahwa sejumlah posisi kepemimpinan diisi oleh individu yang kurang memiliki pengalaman dalam pengembangan game online/mobile/F2P. Ditambah lagi, tingkat pergantian posisi yang rendah membuat karyawan yang lebih berpengalaman sulit mengambil alih peran tersebut.”

Ubisoft kerap disebut sebagai salah satu pengembang game yang sangat berinvestasi dalam DEI. Namun sebagai mantan karyawan, Shimoda menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Menurutnya, ketika sebuah perusahaan disebut “sangat berinvestasi” pada nilai tertentu, itu menyiratkan adanya unsur pemaksaan—dan hal semacam itu tidak pernah terjadi di Ubisoft.

Baca Juga: Gak Cuman Clair Obscur: Expedition 33 Doang, Ini Game Buatan Mantan Developer Ubisoft Yang Tak Kalah Keren

Pernyataan terbaru Shimoda ini juga sejalan dengan unggahan lamanya, yang menanggapi artikel KuraTech yang mengaitkan penurunan harga saham Ubisoft kala itu dengan kehadiran Yasuke, samurai kulit hitam, di Assassin’s Creed Shadows. Dalam unggahan yang dibuat beberapa bulan setelah penutupan Ubisoft Osaka, Shimoda kembali menegaskan bahwa tidak ada penerapan nilai-nilai DEI secara koersif di dalam perusahaan.

Tags: Berita GameUbisoftUbisoft 'Reset'
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.