Hany sedikit genre yang telah menghasilkan banyak game yang sangat berarti kepada pemainnya seperti JRPG. Maksud saya, ini bukan kompetisi atau semacamnya, tetapi jika ada yang mampu meninggalkan banyak sekali kenangan dalam benak gamers melalui cerita, gameplay, dan juga karakter—mungkin tidak ada yang bisa menyaingi genre ini.
Ada banyak sekali yang bisa dibicarakan hingga hari ini mengenai JRPG, baik siapa karakter protagonis favorit kalian, hingga para villain pun tak luput dari pembicaraan. Namun topik hari ini khususnya ingin membahas para villain, khususnya mereka yang motivasinya terkadang justru membuat kalian merasa bersalah bermain sebagai sang pahlawan. Para villain ini tentunya telah melakukan hal buruk, namun mereka memiliki alasan yang dapat dipahami hingga sulit dibantah akhirnya tak sedikit juga yang justru bersimpati kepada mereka.
Hal ini tentunya tidak berarti tindakan-tindakan ini dapat dibenarkan begitu saja, tetapi justru terkadang bukti ini adalah karakter yang di desain sangat baik untuk melayani tujuan dari cerita gamenya. Entah mereka adalah seorang altruis yang agak gila, terluka karena dikhianati, dan seorang patriot; pada artikel kali ini ReArchivu akan membahas para villain JRPG yang motivasinya sulit dibantah.
Jadi kira kira siapa sajakah mereka? mari kita simak!
07 of 07Takuto Maruki – Persona 5 Royal

Persona 5 memang sangatlah populer dalam satu dekade terakhir, dan bukan tanpa alasan. Game ini menghadirkan cerita yang sangatlah menarik, dan mungkin cukup terasa relevan dengan kehidupan moderen saat ini. Untuk sebagian besar fans ini juga mungkin adalah kali pertama mereka memainkan game dari franchise besar Megami Tensei (beda dengan Shin Megami Tensei) yang khas dengan dilema moral dan politis dalam berbagai hal. Persona 5 Royal khususnya menyempurnakan game ini jadi lebih baik, dan salah satu hal terbaik yang ditambahkan ke game ini mungkin adalah karakter Takuto Maruki itu sendiri.
Karakter Maruki memberikan kita villain JRPG dalam wujud seseorang yang begitu simpatik, dan terintegrasi dengan sangat baik ke dalam sepanjang cerita dalam perannya sebagai Konselor Takuto Maruki. Faktanya, teori-teori yang kamu bantu teliti melalui bantuan riset sukarela kepada Maruki memuncak ketika ia menjalankan rencana untuk menciptakan realitas ideal yang menghapus semua peristiwa buruk di masa lalu. Tujuan Maruki adalah tujuan yang mulia, yang lahir dari kegagalan untuk mengatasi trauma masa lalu. Keinginannya untuk menghapus hal hal buruk dapat saya pahami dengan baik, dan bagaimana Ia menyampaikan itu juga berhasil merasuk kepada pemain secara dalam hingga terkadang ada juga yang membandingkan dengan Phantom Thieves yang secara paksa merenggut kehendak orang jahat untuk mengaku tak ada bedanya.
Karena memang, bukankah kita semua akan lebih baik tanpa trauma-trauma tersebut? Ia ingin mengubah total realitas menjadi tempat yang penuh kebahagiaan dan idaman, namun ia kehilangan pandangan akan kebutuhan manusia untuk belajar, tumbuh, dan menerima pasang surut kehidupan. Namun terlepas dari semua ini, Maruki tidak pernah berhenti menjadi orang baik; hanya caranya yang salah.
06 of 07Emet-Selch – Final Fantasy XIV

Final Fantasy XIV, sering kali diabaikan oleh fans karena judul yang satu ini adalah sebuah MMORPG, alias sebuah game live service ketimbang game single player yang sekali main tamat. Tetapi jika kalian memainkan game ini, Emet-Selch pastinya bukan karakter yang asing bagi kalian; sama pongahnya dengan gayanya yang megah, sama luwesnya dengan kekejamannya, dan sama menariknya dengan sifat manipulasinya, Emet-Selch bisa dibilang merupakan villain JRPG terbaik di franchise ini dan saya siap berdebat soal itu.
Namun, terlepas dari gayanya yang terkadang ingin membuat kalian menampar dirinya ada jauh lebih banyak hal pada diri Emet-Selch daripada yang terlihat secara kasatmata. Ia melakukan hal-hal yang sangat keji selama ribuan tahun yang panjang dan dingin setelah hampir punahnya rasnya, termasuk mendirikan Kekaisaran Garlean yang brutal.
Motivasi Emet-Selch dalam Final Fantasy XIV didorong oleh rasa duka, kewajiban, dan cinta terhadap peradabannya yang hilang, Amaurot. Ia berusaha menyelesaikan Rejoining (Penyatuan Kembali) untuk membangkitkan saudara-saudaranya, teman, dan orang-orang terkasihnya dari kematian peradaban kuno tersebut dan tercerai-berai, menganggap penduduk dunia saat ini yang rapuh sebagai penerus yang tidak layak, dengan tujuan memulihkan dunianya bagaimanapun caranya. Pada intinya, tindakan Emet-Selch bukanlah untuk kekuasaan, melainkan untuk pemulihan sentimental atas utopia yang hilang, menjadikannya salah satu antagonis paling kompleks dalam franchise ini.
Emet-Selch tidak menganggap dirinya jahat, melainkan pragmatis. Ia memandang “genosida” terhadap rakyatnya sebagai sebuah kesalahan yang harus diperbaiki, yang membuatnya rela menghancurkan kehidupan saat ini demi memulihkan kehidupannya sendiri. Terlepas dari rasa hina yang ia tunjukkan, ia menguji sang Warrior of Light (sebagai sisa-sisa jiwa temannya, Azem yang tercerai-berai) untuk melihat apakah mereka bisa membuktikan diri layak, menunjukkan secercah harapan bahwa ia mungkin saja terbukti salah.
05 of 07Renoir Dessendre – Clair Obscur Expedition 33

Sebelum kalian berdebat mengenai apakah game ini layak disebut JRPG atau tidak, maka jawaban kami adalah iya, game ini kami kategorikan sebagai JRPG namun karena topik utama artikel ini bukan mengenai “apa itu JRPG dan definisinya” maka sebaiknya lain waktu saja dibahas. Terlepas dari perdebatan itu sendiri, entah kalian merasa game ini layak ada di sini ataupun tidak—perlu diakui Renoir Dessendre sebenarnya adalah karakter yang sangat terasa manusiawi dan apalagi jika kalian sudah menjadi seorang ayah.
Motivasinya bukan tentang kekuasaan atau alasan mulia demi keselamatan banyak orang, melainkan sesuatu yang sederhana: sebagai seorang ayah, ia ingin keluarganya, khususnya anak-anaknya, bisa terus melanjutkan hidup. Siklus kesedihan yang menghantui keluarga Dessendre sejak tragedi yang merenggut nyawa anak sulungnya, Verso, telah menghancurkan keharmonisan mereka. Istri dan anak-anaknya yang lain terjebak dalam duka mendalam dan mengurung diri di dalam dunia lukisan warisan Verso.
Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, Renoir tidak bisa tinggal diam dan akhirnya ikut masuk ke dalam dunia lukisan tersebut. Ia rela menyeret istri dan anak-anaknya satu per satu untuk keluar dari sana, bahkan bertindak tegas dengan menghancurkan dunia lukisan yang merupakan kenangan terakhir anak sulungnya. Baginya, menghapus kenangan itu jauh lebih baik daripada melihat keluarganya terus terjebak dalam siklus beracun yang perlahan menghancurkan diri mereka sendiri. Pesan akhirnya pada game ini mungkin sama seperti yang dikatakan Marche dari Final Fantasy Tactics Advance “Itu adalah eskapisme, tidakkah kalian bisa liat? Itu tidak sehat!”
04 of 07Naoya – Devil Survivor/Oveclocked

Devil Survivor, adalah salah satu JRPG yang cukup menarik. Seri ini cukup niche, tetapi walau begitu bisa dibilang adalah salah satu seri terbaik milik ATLUS dan bisa disandingkan dengan judul hits moderen milik mereka seperti Persona 5, Shin Megami Tensei V, ataupun Metaphor: ReFantazio.
Salah satu plot twist yang cukup menarik dari game ini sendiri khususnya adalah identitas sebenarnya dari karakter utama kalian, dan saudara kalian Naoya—yang ternyata adalah inkarnasi dari tokoh Alkitab Cain, dan Abel. Naoya sebagai inkarnasi dari Cain karena perbuatannya kepada Abel di masa lalu, telah dihukum oleh YHVH untuk terus bereinkarnasi dengan menyimpan seluruh kesadarannya bahkan setiap kali berada di kehidupan baru, dia menyimpan dendam yang mendalam terhadap YHVH, sampai-sampai dia kehilangan ketenangan biasanya setiap kali topik itu dibahas, dan menghabiskan seumur hidupnya untuk menemukan cara membalas dendam. Memang agak picik jika dibandingkan yang lain, tetapi jika kalian coba bayangkan bagaimana lelahnya Ia setelah ribuan kehidupan harus mengingat hal tersebut sepertinya bisa dipahami.
Tapi di luar hal tersebut, Naoya juga masih memiliki kualitas yang baik. Naoya benar-benar peduli pada karkater utama kita, atau lebih tepatnya, saudaranya Abel, lebih dari sekadar balas dendamnya terhadap YHVH dan akan mengambil pilihan paling berisiko demi kelangsungan hidupnya. Pada hari ke-8 rute Amane misalnya, emosinya lebih terungkap: meskipun Naoya peduli pada Abel, dia bukanlah tipe orang yang terbuka tentang perasaannya, membiarkan mereka menilai dirinya sendiri. Dia ingin dipahami, tetapi menolak perubahan, dan malah bersikeras pada kebenciannya, karena rasa sakit yang dideritanya akibat hukuman; dia merasa bahwa dia tidak akan memiliki apa pun tanpa itu. Meskipun secara pribadi dia berharap Abel memberontak terhadap YHVH, dia menginginkan yang terbaik untuknya, dan membiarkannya membuat pilihannya sendiri daripada memaksanya.
03 of 07Jowy Atreides – Suikoden 2

Jowy, sahabat masa kecil Riou, tokoh utama Suikoden 2, mungkin agaknya motivasinya sangat dapat dimengerti khususnya sebagai orang Indonesia yang menginginkan perubahan di negeri ini. Sebagian besar Suikoden 2 menampilkan Riou dan Jowy berdampingan, namun meskipun persahabatan di antara mereka tidak pernah benar-benar pudar, takdir berkonspirasi untuk membuat mereka saling berlawan di bagian akhir.
Riou melawan kejahatan di negeri itu dengan kepahlawanan pemberontak yang tulus, tetapi Jowy memiliki alasan yang cukup untuk percaya bahwa perubahan harus terjadi dari dalam jantung kegelapan yang ingin mereka hancurkan. Dalam menjalankan jalan yang dipilihnya, Jowy tidak pernah kehilangan sisi kemanusiaannya – perbuatan keji disambut dengan jijik. Tetapi dia tidak menghentikan hal itu terjadi – tidak sepenuhnya. Dia mempertahankan harapan versinya sendiri, dan seperti halnya dengan reformasi, kita dapat menghargai sudut pandangnya di sini walau terkadang mungkin justru berakhir menyedihkan.
02 of 07Wiegraf Folles – Final Fantasy Tactics

Final Fantasy Tactics adalah game dengan banyak sekali villain JRPG ikonik, beberapa di antaranya memiliki ikatan yang berarti dengan sang pahlawan, Ramza Beoulve. Namun, dari sudut pandang pemain, ikatan dengan Wiegraf Folles begitu kuat. Wiegraf adalah seorang pria yang berupaya mengakhiri korupsi yang mengakar di kerajaannya, yang bangkit sebagai pembela kaum miskin, tertindas, dan teraniaya—dan akhirnya, setelah ambisinya dihancurkan oleh orang-orang yang jauh lebih jahat, ia menerima kekuasaan yang mengerikan dengan mengorbankan kemanusiaannya.
Dalam prosesnya, ia berbalik melawan Ramza muda, yang pernah berselisih dengan Wiegraf di masa lalu, tetapi dengan harapan mereka dapat mengesampingkan perbedaan demi kebaikan yang lebih besar. Wiegraf, yang menderita ketidakadilan sepanjang hidupnya, termasuk kematian tragis saudara perempuannya, Milleuda, menentang Ramza bahkan ketika Ramza dengan tepat menunjukkan bahwa Milleuda tidak akan pernah menginginkan saudara laki-lakinya menjadi sejahat itu. Dalam duel yang terjadi kemudian, Wiegraf berubah menjadi iblis yang dengan sengaja ia rangkul, dan ketika Ramza menebasnya, itu adalah kemenangan yang sangat pahit sekaligus menggembirakan.
01 of 07Ardyn Izunia – Final Fantasy XV

Final Fantasy XV adalah satu satunya Final Fantasy yang sangat saya benci dengan seluruh kekuatan dalam tubuh saya hingga saat ini. Saya menanti game ini ketika dahulu diumumkan dan menanti sangat lama yang akhirnya ketika dirilis pun berujung sangat mengecewakan. Ada banyak alasannya kenapa saya membenci game ini, dan mungkin bisa menjadi bahasan sendiri jika harus dibahas. Tetapi terlepas semua itu saya rasa tidak bisa bohong juga bahwa game ini memiliki karakter villain yang sangat tragis dengan cerita yang sangat menarik yang sayangnya juga tetap diperlakukan dengan sangat kotor lewat game sampah ini…
Untuk memahami karakter Ardyn kalian harus menonton animenya terlebih dahulu, juga memainkan DLC khususnya, sekaligus membaca novelnya. Motivasi utama Ardyn Izunia dalam Final Fantasy XV adalah balas dendam yang mendalam terhadap garis keturunan kerajaan Lucian dan para Astral (khususnya Bahamut) karena telah mengkhianati dan membuangnya 2.000 tahun sebelumnya. Awalnya seorang penyembuh baik hati yang dipilih untuk menyembuhkan Starscourge, ia ditolak oleh Kristal, difitnah sebagai monster oleh saudaranya Somnus Caelum, dan dianggap abadi, yang membuatnya merancang rencana jangka panjang untuk menghancurkan “Raja Terpilih” (Noctis) dan menemukan kedamaian dalam kematian.
Cukup mirip dengan Naoya, dirinya sebagai villain JRPG memiliki alasan yang agak picik tapi fakta bahwa bagaimana cara dirinya dikhianati hingga dikutuk karena berbuat kebaikan sangatlah bisa dipahami sehingga motivasinya pun jadi sulit dibantah.
Jadi itulah 7 karakter villain JRPG yang punya motivasi sulit dibantah dibalik tindakannya, gimana menurut kalian? adakah dari karakter karakter ini yang kalian setuju dengan motivasinya? Kalau ada karakter favorit kalian juga yang belum disebut, jangan ragu untuk berbagi pendapat kalian di kolom komentar!
Jika kalian menikmati artikel seperti ini, jangan lupa untuk mengecek artikel ReArchivu lainnya di sini.















Discussion about this post